Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 19


__ADS_3

"Salah ku? padahal kau sendiri yang berada di sana," ucap Dinda.


"Ahh ntalah, Aku malas membujuk nya lagi. Terserah.."


"Ciee sudah lelah ya, untuk apa mengejarnya, kan ada yang halal di depan mu," ucap Dinda.


"Kau sama saja haram untuk ku," kata Aziel.


"Hadeh, tangan mu." Dinda menggantikan pakaian Aziel dengan pakaian yang baru, rasa nya sangat bahagia bisa melakukan hal ini dengan seseorang yang dulu pernah ia cintai, meskipun kadang mulut Aziel cukup pedas, Dinda tetap ikhlas melakukan kewajiban nya sebagai seorang istri.


"Sudah rapi, tapi lebih bagus kamu tidak memakai baju, sangat seksi mas," ucap Dinda.


"Jangan menggoda ku."


Aziel mengambil dompet nya dan menyerahkannya pada Dinda.


"Nah kau pegang lah," ucap Aziel.


"Aku???"


"Nanti kau mengadu pada orang tua ku kalau kau tak aku nafkahi, bagus aku langsung yang memegang dompet ku, aku sering kelupaan membawa dompet, jadi lebih baik kau yang membawa nya, kau juga selalu ikut aku kemana mana, kalau aku pergi sendiri jangan lupa mengingatkan ku," ucap Aziel.


"Hanya memegang nya, untuk apa.."


"Gunakan seperlunya, jangan boros."


"Dia saja kamu berikan 200 juta, aku yang jelas jelas istri mu kamu katakan seperti itu," ucap Dinda.


"Iya iya, pakai sesuka mu, puas," kata Aziel.


"Makasih, apa yang bisa aku berikan untuk membalas nya," ucap Dinda.


Aziel memicingkan mata nya, apa gadis ini bisa ia manfaatkan. Aziel menggelengkan kepala nya, ia akan hanya setia dengan Lisa.


"Mau ini tidak." Dinda memegang junior Aziel.


Dengan cepat Aziel langsung menepis nya.


"Jaga diri mu dengan baik, jangan sampai ini menjadi tempat penyaluran ku." Aziel memegang bibir Dinda sejenak dan pergi meninggalkan Dinda.


Dinda terdiam sesaat, ia langsung mengerti apa yang Aziel katakan, ternyata Aziel masih tidak ingin menanam benih nya. Aziel malah mengancam menggunakan bibir seksinya.


"Lakukan lah jika kamu menginginkan nya," ucap. Dinda.


"Untuk apa, aku hanya mengancam mu, kau tidak membuat ku n*fsu naik," kata Aziel.

__ADS_1


"Oh ya, aku rasa dia selalu bangun saat bersama ku."


"Itu hanya pikiran mu."


Hari ini mereka bekerja dengan giat, setelah beberapa hari cuti pekerjaan sangat menumpuk yang membuat mereka harus dua kali lebih semangat dari biasanya. Mata Dinda juga terada lebih mudah lelah, ia sudah tidak sanggup jika harus seperti ini terus. Mungkin sudah waktunya untuk dirinya melakukan operasi mata.


"Din, kenapa," tanya Aziel.


"Mata ku lelah mas, aku tidak kuat lama lama menatap layar komputer," jawab Dinda.


"Sini, aku lihat."


Aziel membuka kaca mata milik Dinda, memang sudah terlihat jika mata Dinda kemerahan, hal itu membuat Aziel cukup kasihan dengan Dinda.


"Operasi ya," ucap Aziel.


"Takut."


"Ada aku, untuk apa takut," ucap Aziel.


"Kamu mau menemani ku sampai selesai," tanya Dinda.


"Iya aku akan menemani operasi mu sampai selesai, sampai sembuh," jawab Aziel.


"Ya aku mau, tapi kamu jangan macam macam," kata Dinda.


Karena memiliki kesehatan Dinda. Aziel memutuskan untuk membawa Dinda pulang ke rumah. Ia akan menghubungi dokter yang kemarin untuk membuat janji. Memang secepatnya Dinda harus segera operasi mata nya.


"Sudah pulang, romantis ya," ucap Lisa.


"Sayang kamu di sini, kamu tau rumah ku dari mana," tanya Aziel.


"Aku sangat merindukanmu..." Lisa mendekati Aziel dan langsung memeluk Aziel dengan erat.


"Aku masak dulu, mana tau pacar mu ini lapar," ucap Dinda dan pergi meninggalkan mereka berdua.


"Sayang kamu ke sini tidak memberitahu ku, lalu bagaimana kamu bisa masuk ke dalam," tanya Aziel.


"Untuk apa aku memberitahu mu, rumah mu tidak kau kunci. Kenapaa? kamu tidak suka aku datang ke rumah mu," tanya Lisa.


"Tidak bukan begitu, kamu saja sedang marah pada ku," jawab Aziel.


"Aku sudah tidak marah pada mu Ziel." Lisa mencium bibir pacar nya..


"Jangan memancing ku sayang." Aziel menggendong Lisa dan membawa nya ke ruang keluarga.

__ADS_1


Di dapur Dinda sangat kesal dengan kedatangan Lisa. Bisa bisa nya Lisa datang ke rumah nya, padahal ia ingin menghabiskan waktu berduaan dengan Aziel. Jika seorang ini Aziel akan semakin suka dengan Lisa, apalagi Lisa termasuk wanita yang bar bar.


Dinda memilih memasak yang cukup banyak untuk menyambut kedatangan Lisa, di meja makan nanti ia akan membuat Lisa merasa panas dengan perkembangan hubungan nya dengan Aziel.


Acara masak memasak telah selesai. Aziel dan dua wanita nya duduk di kanan dan kiri nya, ia seperti memiliki dua istri sekaligus. Aneh tetapi cukup mengasikkan.


"Makan mas, Lisa," ucap Dinda.


"Kau yang memasak nya semua, banyak sekali din."


"Hahaha tidak papa mas, kan kamu suka masakan ku," ucap Dinda.


"Aku ambilkan, kau juga ingin mencoba nya Lisa."


Bukan hanya mengambil kan makanan untuk Aziel, Dinda juga mengambil kannya untuk Lisa. Lisa rasa memang Dinda sudah semakin berani pada nya. Ini tidak bisa ia biarkan, kalau terus begini Lisa yakin cepat atau lambat Aziel akan jatuh hati pada wanita ini.


"Enak seperti biasa nya," ucap Aziel.


"Hahaha enak, bagaimana Lisa," tanya Dinda.


"Enak," jawab Lisa dengan singkat.


"Kamu harus bisa masak Lisa, mas Ziel suka makan di rumah," ucap Dinda.


"Hmmmm," gumam Lisa.


"Oh iya mas, nanti malam jadi," tanya Dinda.


"Ha, jadi apa," tanya Aziel.


"Kata nya mau aku bantu," jawab Dinda.


"Oh iya, jadi jadi." Aziel pikir yang Dinda maksud membantu pekerjaan nya.


"Aku harus pulang, besok jangan lupa ke apartemen ku." Lisa mengecup bibir Aziel dan pergi meninggalkan tempat itu, dari pada di rumah ini melihat Dinda semakin menjadi jadi lebih baik ia pergi. Lisa bisa mencari kesenangan di luar sana.


"Hahaha dia pergi, aku sangat tidak suka dia ke rumah. Kamu gila, ini privasi kita, kenapa dia sampai datang ke rumah kita," ucap Dinda.


"Aku tidak tau, kenapa kamu marah pada ku."


"Ya itu pacar mu, aku marah nya sama kamu. Aku tidak ingin dia ke rumah kita lagi, ini rumah yang ayah mu berikan untuk kita. Aku tidak ingin melihat nya lagi di rumah ini lagi."


Aziel menaikan alis nya. Dinda bisa juga marah pada nya. Hal itu cukup membuat nya terkejut, Aziel tidak pernah tau jika Dinda berani seperti ini ke pada nya.


"Dasar gila," ucap Dinda.

__ADS_1


Sebelum Dindat. pergi Aziel menarik tangan Dinda dan mengaku tubuh Dinda. Aziel takut Dinda mengadu pada orang tua nya, itu bisa sangat berbahaya.


"Kamu masih perawan sayang, siap memberikan nya pada ku."


__ADS_2