Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Reno Los controller


__ADS_3

"Annisa kau yang membayarnya, aku malu hanya memakai celana boxer," kata Reno.


"Iya mas," ucap Annisa sambil keluar dari mobil untuk membayar bahan bakar yang mereka isi.


"Berapa pak," tanya Annisa.


"450 mbak, mbak mas nya boleh saya pinjam."


"Kenapa emang nya pak, ada yang bisa di bantu," tanya Annisa.


"Tidak ada mbak, hanya terlihat menggoda," jawab nya dengan nada yang centil.


Annisa manahan tawa nya sambil memberikan uang pada pria setengah wanita itu. Bukan hanya diri nya yang terpesona dengan Reno, penjaga tempat bahan bakar saja sampai terpesona dengan nya.


"Sudah Annisa," tanya Reno.


"Sudah mas, aku beri saran pada mu mas. Pakai lah baju ada yang terpesona dengan diri mu," jawab Annisa.


"Siapa yang terpesona pada ku," tanya Reno sambil menjalankan mobil nya kembali.


"Pria itu, dia suka dengan mu," jawan Annisa.


Reno langsung bergidik ngeri saat Annisa tau siapa yang terpesona dengan nya. Jauh lebih mending Annisa dari pada pria itu.


"Ambil kan pakaian ku," ucap Reno.


"Di tas belakang mas," kata Annisa.


"Ya sudah lah, tidak usah kita juga tidak berhenti lagi," ucap Reno.


"Tapi aku lapar mas," kata Annisa.


"Tahan saja sampai di rumah, tidak sampai satu jam sudah sampai," ucap Reno.


Sesampainya di rumah Reno membantu Annisa mengeluarkan barang-barang mereka dari bagasi, setelah itu mereka langsung masuk ke dalam rumah.


"Itu anak mu, memang tidak ada malu," ucap Alya.


"Hahaha aku rasa mereka habis membuat cucu untuk kita, tapi aku membuat mereka pulang dengan keburu-buru sampai mereka tidak sempat berganti pakaian, terutama Reno yang masih boxeran."


"Hey hey hey dimana rasa malu mu," ucap Iqbaal.


"Kau yang membuat ku buru-buru," kata Reno.


"Masih ada waktu 2 jam lagi, bersiap-siap lah sana," ucap Iqbaal.


"Wah Annisa cincin baru," tanya Alya.


"Mah," jawab Annisa sambil tersenyum manis pada Alya.


"Hehehe iya sayang mamah mengerti," kata Alya.


"Annisa boleh aku melihat nya," tanya Kayla.


"Tidak boleh," jawab Reno sambil menarik Annisa bersama nya.

__ADS_1


"Jadi itu cincin 35 m sayang," tanya Alya.


"Iya, Reno memenangkan lelang. Aku rasa memeng layak si, terlihat sangat bagus," jawab Iqbaal.


"Daddy aku juga mau," rengek Kayla.


"Tunggu saja calon suami mu membelikan nya untuk mu," kata Iqbaal.


"Aku rasa Reno sudah mulai menerima Annisa, mereka berdua sudah terlihat sangat dekat," ucap Alya.


"Aku pikir juga begitu, mungkin tak lama lagi cucu ju akan lahir," kata Iqbaal.


Reno menarik Annisa ke atas kasur bersama nya, sebelum Annisa berteriak bibir Annisa sudah tertutup oleh bibir Reno. Reno yang belum mengerti apa itu ciuman hanya mengandalkan insting nya.


Tubuh Annisa terasa sangat lemas, ia menyerahkan semua nya pada Reno, apalagi Reno mulai menerobos masuk ke dalam mulutnya. Annisa merasa Reno sudah seperti pria yang sudah sangat sering melakukan ciuman.


Reno hampir kehabisan nafas, begitu juga dengan Annisa yang juga mulai gelagapan. Perlahan Reno melepaskan ciuman itu. Wajah Reno memerah menahan malu pada Annisa, karena ia mencium Annisa secara tiba-tiba.


"Kenapa kau pasrah begini," tanya Reno.


"Jadi aku harus melawan mu, dan menolak mu, apa hal itu tidak menyakiti perasaan mu," jawab Annisa.


Jawaban Annisa membuat Reno kikuk, ia bingung harus mengatakan selain menyingkir dari atas tubuh Annisa.


"Mas," Annisa menahan tubuh Reno.


"Ada apa, kau mau lagi," tanya Reno.


"Apa kau sudah nerima ku sebagai istri mu," tanya Annisa.


Karena di tahan kembali oleh Annisa, otak jelek Reno kembali muncul. Kali ini ia mulai mendekati leher jenjang Annisa, apalagi dua kancing baju Annisa juga sudah terlepas.


"Mas," ucap Annisa sambil mencengkram seprai, tubuh Annisa menegang seketika saat Reno mulai bermain di leher nya.


Sudah beberapa hari David tidak pernah datang ke rumah Kayla, hari ini ia datang dengan membawa hadiah untuk Kayla. Dan tentu saja untuk pasangan yang akan meresmikan hubungan mereka.


"Aku sangat merindukanmu," Kayla memberikan kecupan manis di wajah David.


"Aku juga sayang maafkan aku yang terlalu sibuk dengan pekerjaan ku," kata David.


"Iya tidak papa, aku mengerti," ucap Kayla.


"Dimana orang tua mu," tanya David.


"Mommy dan daddy sedang keluar," jawab Kayla.


"Pas sekali." David menggendong Kayla masuk ke dalam kamar.


"Ada apa sayang," tanya Kayla.


"Aku hanya merindukan mu," David memeluk Kayla dengan erat.


"Jangan di sini sayang, nanti orang tua ku tau bisa marah," ucap Kayla.


"Kata mu orang tua mu sedang pergi, jadi tidak ada yang tau kalau aku di kamar," kata David.

__ADS_1


"Sayang kamu jangan mencari masalah, orang tua ku sudah sangat percaya pada mu," ucap Kayla.


"Tidak sayang," David terus memeluk Kayla dengan erat.


"Aku ingin segera mempercepat pernikahan kita." kata David.


"Beberapa bulan lagi sayang, sabar ya," ucap Kayla.


"Kamu lupa janji mu pada mu," tanya David.


"Aku takut," jawab Kayla.


"Takut untuk," tanya David.


"Dengarkan aku, kita akan menikah untuk apa kamu takut," ucap David.


"Kayla." Alya mengetuk pintu kamar Kayla.


"Mommy," ucap Kayla.


"Iya mom," teriak David.


"David, kenapa ada di dalam," tanya Alya.


"Kayla memaksa ku mom," jawab David.


"Keluarlah, jangan bermain di dalam kamar," ucap Alya.


"Sayang mommy akan marah." Kayla membawa David keluar dari kamar nya.


"Maaf mom, tadi aku meminta bantuan David," kata Kayla.


"Lain kali tidak ada seperti ini ya, kalian belum menikah. Tahan beberapa bulan lagi," ucap Alya.


"Iya mom," kata David dan Kayla.


"Ini pakaian untuk kalian berdua, mommy baru saja mengambil nya," ucap Alya.


"Harus pakai pakaian ini mom, bukannya hanya pernikahan biasanya," tanya Kayla.


"Tidak biasa juga, kamu tidak lihat di lantai dua sudah banyak orang mendekorasi."


"Oh iya aku melihat nya, sayang pernikahan ini Sederhana tapi mewah," ucap David.


"Maksud kamu bagaimana, sederhana tapi mewah," tanya Kayla.


"Kamu lihat saja nanti," jawab David.


Iqbaal sedang mengantarkan pakaian Annisa dam Reno, ia sudah mengetuk beberapa kali pintu kamar mereka berdua, tatapi mereka berdua tidak kunjung keluar.


"Iya dad tunggu," teriak Reno yang sebenarnya percuma saja karena kamar nya kedap suara.


Annisa langsung menutup tubuh nya dengan selimut, ia tidak mungkin keluar kamar dengan keadaan seperti itu. Sedangkan Reno masih mencari posisi parkir yang tepat, agar daddy nya tidak curiga.


"Ada apa dad," tanya Reno.

__ADS_1


"Lama sekali, kenapa kau berkeringat," tanya Reno.


__ADS_2