
"Kalian benar-benar kurang ngajar." Azka mendekati Reno dan membawanya pergi dari ruangan itu.
"Ini semua karena mu, jangan pengaruhi anak ku," kata Iqbaal.
"Sudah aku katakan dia bukan anak mu, itu kesalahan mu Iqbaal kenapa kau tidak pernah menyentuh ku, sekarang kau malah menganggap anak itu anak mu kau benar-benar gila Iqbaal," ucap Chika.
"Karena aku sayang pada nya, aku ingin dia menjadi laki-laki yang baik, tidak seperti kalian, manusia rendahan," bentak Iqbaal.
"Plak," Satu tamparan mendarat di wajah Iqbaal.
"Jaga mulut mu, jika kau tidak mau aku benar-benar membawa Reno pergi dari mu," Chika pergi meninggalkan Iqbaal.
"Kau jalang pergi dari rumah ku," teriak Iqbaal.
Iqbaal mencari Reno ke dalam ruangan ayah nya, ia yakin pasti Reno mulai takut dan berpikiran buruk tentang nya.
Saat Iqbaal masuk Reno berlari memeluk Azka yang membuat Iqbaal membuang nafas nya secara perlahan dan mulai mendekati Reno.
"Reno ikut dengan daddy sebentar," ucap Iqbaal.
"Di sini saja, kau mau membuat anak mu takut lagi pada mu," ujar Azka.
Iqbaal menggendong Reno dan memeluk sambil mengusap rambut nya, "Maafkan daddy sayang, kamu marah pada daddy," ucap Iqbaal.
__ADS_1
"Daddy menyeramkan, daddy tidak sayang pada Reno," ucap nya sambil menatap wajah Iqbaal.
Saat melihat wajah Reno, Iqbaal melihat bayang-bayang wajah Chika di sana, hal itu membuat Iqbaal mulai terpancing emosi nya kembali.
"Daddy marah lagi pada Reno?"
"Eh tidak daddy tidak marah, mana mungkin daddy marah pada Reno," kata Iqbaal.
"Reno ingin bersama mommy dan daddy, kenapa mommy dan daddy bertengkar? Kenapa ada Kayla dan mommy Alya di sini?"
"Begini sayang, daddy dan mommy mu tidak bisa bersama kembali, ada mommy Alya dan Kayla sebagai pengganti mommy mu itu," kata Iqbaal.
"Tidak mau, daddy tidak sayang lagi pada Reno."
"Sudah Iqbaal biarkan Chika tinggal untuk sementara waktu di rumah ini, nanti kita jelas kan secara perlahan pada Reno tentang situasi ini," ujar Azka.
"Dad," ucap Kia yang berada di depan pintu nya.
"Masuk kia," kata Azka.
Kia dan Rian masuk ke dalam ruangan itu, Rian ingin membawa Kia keluar makan bersama, dan ia harus izin lebih dulu pada Azka.
"Siapa dia Kia," tanya Iqbaal.
__ADS_1
"Hmmm pacar ku kak," jawab Kia.
"Mau kemana kalian," tanya Azka.
"Saya ingin mengajak Kia makan bersama om, apa boleh," tanya Rian.
"Tidak, kau siapa berani memacari adik ku," Saut Iqbaal.
"Saya pacar nya Kia bang," ucap Rian.
"Aku bukan abang mu, sejak kapan kalian pacaran? kenapa tidak izin pada ku? siapa nama mu? dari mana kau berasal?" Iqbaal menghujani Rian banyak pertanyaan.
"Putus kan adik ku, dan sekarang kau pulang, sebelum aku bertindak," ucap Iqbaal.
"Kak jangan berlebihan," kata Kia.
"Iqbaal sudah mereka hanya berpacaran pada umumnya, Rian sudah aku beri ultimatum," ujar Azka.
"Tidak ayah, ayah lupa bagaimana pacar Kia sebelum nya," ucap Iqbaal.
"Kak aku sudah dewasa jangan kekang aku lagi," kata Kia.
"Aku kakak mu aku berhak mengekang mu," bentak Iqbaal.
__ADS_1
"Aku membenci mu," Kia berlari keluar dari ruangan itu, dan Rian ikut menyusul Kia.