Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 45


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu Aziel dan Dinda sudah harus kembali ke Australia. Mereka berdua sudah siap untuk pergi ke sana menggunakan jet pribadi. Aziel hanya kembali dengan Dinda saja, Zikri tak ikut karena ia ada beberapa hal yang harus ia kerjakan di sini, tetapi ia juga akan kembali ke sana minggu depan.


Aziel harus kembali berpisah dengan keluarga nya, tak lama hanya sampai akhir tahun. Reno akan turun jabatan akhir tahun ini dan sudah pasti Aziel akan naik menggantikan Reno. Aziel mungkin akan menjabat singkat dari pada yang lainnya. Kerena Harry yang sudah di latih khusus yang akan merebut posisi itu.


"Kau hati hati ingat sampai akhir tahun," ucap Iqbaal yang sudah memberikan peringatan.


"Iya ayah, mungkin akhir tahun istri ku sudah hamil," kata Aziel.


"Bagus lah, agar kau lebih semangat bekerja."


"Abang pergi, jangan berhenti untuk semangat. Lakukan apa saja yang kau suka, jangan dengarkan orang lain, abang yakin kau akan menemukan kebahagiaan mu dan kau akan sembuh," ucap Aziel.


"Iya bang, makasih sudah menemani ku selama ini, aku akan sembuh," kata Harry.


Setelah berpamitan dengan yang yang lainnya Aziel dan Dinda pun pergi meninggalkan rumah.


Kepergiaan Aziel memberikan sedikit kesedihan bagi Harry. Aziel termasuk pendukung terbesar nya, banyak cerita yang Harry ceritakan pada abang nya itu dan Aziel termasuk pendengar yang baik.


"Nanti malam ulang tahun mu," ucap Harry.


"Iya, aku tadi diberikan kejutan besar di sekolah, mereka sangat ingat ulang tahun ku."


"Kamu mau di rayakan juga, ayo kita rayakan di rumah,'' ucap Harry.


"Tidak perlu ah, aku bukan anak kecil lagi," tolak Anna.


"Anna kita merayakan saja di kamar, merayakan berdua saja, pasti sangat seru," ucap Harry.


"Kamu yakin??"


"Yakin lah, aku ingin merayakan ulang tahun istri ku, orang lain saja merayakan nya, masak aku yang sebagai suami mu sendiri tak merayakan nya."


"Makasih Harry." Anna memeluk Harry dengan erat.

__ADS_1


Seminggu lebih mereka bersama dan hal itu memberikan banyak perubahan dari hubungan ke dua nya. Seperti remaja pada umum nya, mereka berdua pasti merasakan nama nya benih benih cinta, meskipun ke dua nya tak menyadari perasaan itu. Harry benar benar seperti suami pada umumnya, ia memberikan kenyamanan pada Anna. Anna tak menyangka ia mendapatkan kebahagian di pernikahan nya, ia pikir saat menikah dengan Harry ia akan banyak makan hati dan ternya itu hanya pikiran buruk nya saja. Demi memberikan cucu untuk ayah nya, ia harus membuat istri nya nyaman dulu pada nya.


"Sayang lihat mereka, aku rasa mereka sudah lebih mesra dari kita berdua," kata Iqbaal.


"Hahaha benar, aku rasa memang Harry menemukan kebahagiaan di pernikahan nya," ucap Alya.


"Memang iya dia yang meminta nya, jadi tak mungkin dia tak bahagia," kata Iqbaal.


"Kalau menurut kamu apakah Harry akan memberikan cucu sungguhan pada kita," tanya Alya.


"Melakukan nya aku rasa mungkin, walaupun masih remaja mereka sudah memiliki nafsu, kalau hamil tak mungkin lah. Kasihan dengan Anna, umurnya masih 16 tahun. Nanti kamu bisa mengatakan pada Anna untuk minum pil kb, kalau Harry aku yang akan berbicara dengan nya, apalagi kalau penyakit nya sudah sembuh, ia tak akan takut jika umur nya tak panjang. Kan hanya itu problem nya, dia takut kalau nyawanya tak panjang," jawab Iqbaal.


Harry membawa istri nya ke dalam kamar, jika sudah berdua seperti ini memang dunia seakan akan milik mereka berdua.


"Anna di sini saja ya, nanti aku minta supir ku untuk membeli membeli kue dan hiasan lainnya," kata Harry.


"Kamu sangat semangat sekali ya, ya sudah aku ikut saja dimana mana pun aku akan senang," ucap Anna.


Harry mengambil handphone nya dan langsung menghubungi supir kepercayaan nya. Ia meminta supir itu membeli kue dan hiasan ulang tahun lainnya.


"Harry, foto dengan ku," ucap Anna.


"Boleh, untuk apa kamu apa kamu ingin foto dengan ku??"


"Aku boleh mengaku pada teman teman ku kalau kamu pacar ku. Aku tak suka mereka menganggap ku jomblo, padahal aku ada suami yang sangat tampan," kata Anna.


"Hahaha ya boleh lah, kenapa pulak tak boleh, kalau ada acara sekolah yang membuat mu harus membawa ku untuk pergi ke acara itu ya sudah ajak saja aku, katakan aku pacar mu," ucap Harry.


"Oke aku akan melakukan apa yang kamu katakan," kata Anna.


Setelah selesai berfoto. Harry mulai merasakan gatal dan panas di kulit nya. Ia membuka baju nya dan meminta agar kesempatan Anna memberikan cream khusus dari dokter ke tubuh nya.


"Wah kamu sudah berisi kembali," ucap Anna.

__ADS_1


"Aku sudah kembali ngegym dan memakan banyak protein agar aku kembali berisi dan berotot, seperti nya kamu suka melihat aku tak memakai baju seperti ini."


"Hehehe tida ah, itu hanya perasaan mu saja,'' kata Anna, memang ia sangat suka kalau Harry sudah bertelanjang dada seperti ini, daya tarik yang Harry berikan berlipat lipat dari biasa nya.


Malam hari nya, supir yang Harry perintahkan sudah datang, ia membelikan semua hal yang Harry minta, salah satu nya kue ulang tahun berbentuk love berwarna merah muda.


"Harry kamu tau saja kalau aku sangat suka warna merah muda."


"Apakah benar, wah padahal aku hanya menebak nya saja, aku tak benar benar tau kalau kamu memang suka, aku pernah membaca artikel jika wanita seusia kamu memang sedang suka suka nya warna merah muda.''


"Wah kamu banyak membaca artikel tentang wanita ya," kata Anna.


''Hehehe untuk memahami kamu, ya sudah ayo kita hias semua ini, aku mau sebelum jam 12 semua nya sudah selesai."


"Ini masih jam 9 jelas sudah selesai lah, ayo lah kita mulai," ucap Anna.


Mereka berdua dengan kompak membuat satu sudut di ruangan itu menjadi indah. Banyak balon yang mereka berdua tiup, tak lupa balon berbentuk nama dan angka ulang tahun Anna.


"Nama panjang kamu Anna saja?"


"Hahaha iya, ayah malas memberikan nama panjang agar nama ku mudah untuk di ingat, apalagi anak ayah kan sangat banyak," ucap Anna.


Pukul 11 malam mereka menyelesaikan semua nya, lebih lama dari perkiraan, karena mereka mengerjakan semuanya sambil bercanda. Harry dan Anna kompak ingin memakai pakaian terbaik mereka berdua, sebelum waktu nya tiba mereka berdua cepat cepat ingin mengganti pakaian mereka.


Ini pertama kali nya Anna melihat suami nya memakai d*laman ketat, dapat Anna lihat dengan jelas sebesar apa tonjolan yang berada di sana, Anna sendiri sampai melotot dan membuang arah pandangan nya.


''Harry kamu tak malu berpakaian seperti itu di depan ku, kamu tak malu aku melihat delapan puluh persen tubuh mu," tanya Anna.


"Tidak, kata buku yang dokter berikan aku tak perlu malu dengan istri ku, tubuh ku berhak kamu lihat dan tubuh mu berhak untuk aku lihat," jawab Harry.


Jawaban Harry malah membuat Anna malu, ia tak pernah memperlihatkan sedikit pun tubuh nya tanpa pakaian di depan Harry, padahal itu hak nya Harry.


"Wah istri cantik sekali, ayo ini sudah pukul 11:45 sebentar lagi," ucap Harry.

__ADS_1


__ADS_2