
Cinta memang membutakan segalanya, Kayla benar-benar sudah di buta kan oleh kata cinta, ia rela memberikan apa yang seharusnya ia jaga pada pria yang belum tentu menikahi nya. Bagaimana dengan David? David merasa sebagai pria yang paling beruntung yang pernah ada, ia sudah mendapatkan apa yang ia inginkan sejak lama.
"Sakit," ucap Kayla.
"Tahan sedikit, mungkin tidak akan sesakit ini juga kamu sudah memberikan sejak lama," kata David.
"David sakit, ahhkk aku tidak kuat."
"Tahan sayang." David mencium bibir Kayla sebelum agar Kayla tidak terlalu merasakan rasa sakit ini.
"Sayang, hiks hiks hiks." Kayla menangis saat David berhasil membobol pertahan nya.
"Sudah jangan menangis, tidak akan sakit lagi sayang," ucap David.
1 jam telah berlalu, Kayla memejamkan mata nya saat benih milik David masuk ke dalam saja. Ia tau hal itu bisa membuat nya hamil.
"Sayang aku bisa hamil," ucap Kayla.
"Aku akan bertanggung jawab, kita akan menikah sayang, aku janji aku akan meminta pernikahan kita di lakukan secepat mungkin," kata David sambil memeluk Kayla.
Pagi harinya, Reno sudah bangun pagi-pagi karena ia pikir Zikri akan mengajaknya menangkap ikan pagi buta seperti ini. Saat keluar kamar ia tidak melihat Zikri, ia hanya melihat istri dan mamah nya sedang memasak.
"Ada apa ren, sudah lapar," tanya Iris.
"Tidak ada mah, aku hanya mencari Zikri, dimana dia? apa dia belum bangun?"
"Belum masuk saja ke kamar nya, bangunkan dia, jika tidak di bangunkan dia tidak akan bangun," ucap Iris.
"Iya mah, aku ke kamar nya dulu," kata Reno.
"Biasanya tidak pernah bangun pagi," ucap Annisa.
"Apa benar Annisa, wah berarti ada yang ingin ia lakukan," kata Iris.
"Mungkin dia sudah tidak sabar menangkap ikan yang ia suka."
"Pagi pagi begini, mah sedingin apa ke sawa pagi-pagi begini," ucap Iris.
"Aku tidak tau mah, biarkan saja."
"Oh iya suami mu hanya sarapan roti dan susu saja, apa tidak papa?"
"Tidak papa mah, tidak di beri makan saja tidak papa," ucap Annisa.
"Kamu ada-ada saja Annisa, nanti dia tidak aktif lagi," kata Iris.
Reno berjalan masuk ke dalam kamar adik nya, ia suka dengan kamar Zikri yang wangi dan Bersih seperti kamar nya di rumah. Reno melihat Zikri sedang tidur dengan posisi terlentang dengan mulut yang sedikit terbuka.
"Sesekali mengerjainya," batin Reno.
__ADS_1
Reno mengambil segelas air mineral yang ada di atas meja. Secara perlahan Reno memasukan air itu ke dalam mulut Zikri sampai Zikri bangun dari tidur nya.
"Uhuk uhuk uhuk." Zikri bangun sambil terbatuk-batuk.
"Hahahaha rasakan, untung air mineral yang aku masukan, belum tikus dan taik ayah yang aku masukan," ucap Reno.
"Kau jahat kak, bagaimana jika aku mati," kata Zikri.
"Tidak papa, aku bisa membuat manusia seperti mu," ucap Reno.
"Kau bukan kakak mu, kenapa kau membangunkan. Aku masih mengantuk."
"Kau berjanji akan membawa ku ikan yang enak itu, tapi kau malah tidur seperti ini," kata Reno.
"Kakak, ini masih sangat pagi, di sawah pasti sangat dingin, banyak nyamuk dan aku banyak pacet," ucap Zikri.
"Oh begitu, menangkap ikan nya di sawah," tanya Reno.
"Iya kak, di sawah milik nenek dan kakek, nanti kita akan bertemu dengan nenek dan kakak ku," jawab Zikri.
"Ya sudah lah, aku lanjut tidur," ucap Reno sambil membaringkan tubuh nya di atas kasur milik Zikri.
"Bagus aku juga masih sangat mengantuk."
Setelah waktu cukup Siang baru lah, Reno dan Zikri bersiap-siap. Zikri memberikan Reno celana pendek untuk Reno kenakan. Karena celana pendek itu agak kekecilan membuat Reno junior tampak menonjol dari tempat nya.
"Ahkkk ini sangat memalukan, Zikri ambilkan celaka pendek milik ayah," kata Reno.
"Oh iya tunggu, aku akan mengambil nya," ucap Zikri.
Tak lama Zikri datang kembali dengan membawa celana pendek yang lebih besar dari sebelumnya, dengan cepat Reno langsung memakai nya.
"Sama saja kak, itu mu yang terlalu besar."
"Tidak aku bisa mengatur nya, sudah tidak terlalu tampak," ucap Reno.
Reno dan Zikri keluar dari kamar untuk sarapan terlebih dahulu, mereka berdua menjadi pusat perhatian yang lainnya karena seperti bocah kembar yang berbeda usia. Bima tidak asing dengan celana yang Reno pakai, ia seperti pernah melihat nya.
"Sayang anak mu memakai celana milik mu," ucap Iris.
"Pantas saja tidak asing," kata Bima.
"Kalian mau kemana," tanya Bima.
"Ayah lupa, kami ingin menangkap ikan yah, tadi kakak pagi-pagi sudah masuk ke dalam kamarku," jawab Zikri.
"Oalah, kau sudah tidak sabar Reno, kau tidak takut bau atau kotor," tanya Bima.
"Apa akan bau dan kotor yah, aku tidak suka dengan kotor dan bau."
__ADS_1
"Tidak ayah bercanda kak, tidak akan bau dan kotor Sawah itu bersih dan enak untuk di pandang."
"Aku ikut mas, aku ingin melihat mu menangkap ikan," ucap Annisa.
"Annisa sebelum pergi, nanti temui ayah, ayah akan memberikan ku sesuatu," kata Bima.
"Iya yah," ucap Annisa.
Seperti yang di katakan Bima tadi, sebelum Annisa pergi, ia berjalan menemui ayah nya terlebih dahulu Ia tidak tau apa yang akan ayah nya berikan.
"Dimana istri mu kak," tanya Zikri.
"Dengan ayah, tunggu sebentar saja," jawab Reno.
Tak lama Annisa berjalan mendekati Reno dan zikri yang sudah menunggu nya sejak tadi.
"Ayo mas," ucap Annisa.
"Sudah siap, kamu di berikan apa oleh ayah," tanya Reno.
"Ada deh, pokoknya akan berguna," jawab Annisa.
"Sudah ayo kak, nenek dan kakek sudah berada di sawah," kata Zikri.
Jarak antara rumah dan tempat penangkapan ikan tidak terlalu jauh, hanya memerlukan waktu jika dengan berjalan kaki. Reno sudah mulai curiga dengan Zikri, sejak tadi yang ia lewati hanya tempat yang kotor dan sangat menjijikkan.
"Apa benar yang di katakan ayah tadi, kalau tempat nya kotor dan menjijikkan," batin Reno.
"Kakek nenek," teriak Zikri.
"Iya sini lah," ucap kakek.
"Kakek nenek ini kakak ku, anak pertama ayah, dia sangat baik pada ku dan lihat kami sangat mirip."
"Iya benar, kalian berdua sangat mirip," ucap Nenek.
"Salam kenal nek kek, senang bertemu dengan mu," ucap Reno.
"Salam kenal nak, siapa nama mu," tanya nenek.
"Nama ku Reno kek dan ini istri ku Annisa," jawab Reno.
"Oh Reno, jaga adik mu dengan baik ya, dia memang nakal tapi hati nya sangat baik," ucap nenek.
"Iya nek, aku akan menjaga nya, Zikri dimana ikan nya," tanya Reno.
"Itu kak, silahkan tangkap," jawab Zikri.
"Apa itu, kau membohongi ku," Ucap Reno
__ADS_1