Cinta Harta Dan Persahabatan

Cinta Harta Dan Persahabatan
Sebuah rencana


__ADS_3

Dini sudah menyiapkan hatinya sebelum memutuskan untuk mengambil kertas itu. Ia yakin itu adalah surat yang sama seperti yang ia temukan di lokernya kemarin. Dan benar saja, itu adalah kertas ancaman yang ia buang ke tempat sampah di dekat loker.


Dini mengernyitkan dahinya,


"kertas ini kotor, kayak kena bekas makanan, berarti kertas ini diambil dari tempat sampah, itu artinya orang yang naruh surat ini liat waktu aku buang kertas ini kemarin, kemungkinan besar sekarangpun orang ini lagi liatin aku," batin Dini.


Dini menoleh ke kanan dan kiri lorong sekolahnya, tapi tak ada seorangpun yang mencurigakan. Semuanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing.


Dini membuang kertas itu ke tempat sampah lagi, tapi kali ini ia tak membuangnya ke tempat sampah di dekat loker, melainkan membuangnya ke tempat sampah besar di belakang kelas.


"kalau dia sekarang liat aku, pasti dia ikutin kemana aku buang kertas ini, aku harus waspada," ucap Dini dalam hati.


Dini melihat ke sekitarnya, tapi tak ada siapapun ditempat itu kecuali dia sendiri. Setelah menyelesaikan urusannya di belakang, Dini segera kembali ke kelasnya.


Di depan kelasnya, Dini melihat Andi dan Anita sedang mengobrol bersama teman-temannya.


"Darimana Din?" tanya Andi pada Dini.


Dini tak menjawab, hanya menoleh kemudian masuk ke kelasnya.


"Dini sombong banget sih, nggak pernah mau ngumpul sama temen-temennya," ucap salah satu dari mereka.


"Iya bener, mentang-mentang pinter jadi kayak nggak butuh teman," timpal temannya yang lain.


"Dini nggak kayak gitu kok, kalian aja yang belum kenal Dini, kalau kalian udah kenal pasti kalian tau Dini nggak kayak yang kalian pikirin sekarang," bela Anita.


"Kamu itu memang terlalu baik Nit, semua orang juga kamu anggap baik."


"Bener kata Anita, kalian cuma perlu kenal Dini lebih dekat aja," ucap Andi disusul anggukan Anita.


Bel berdering, semua siswa mulai meninggalkan lorong kelas dan mulai memasuki kelas masing-masing, begitu juga dengan Anita.


"Aku ke kelas dulu ya Ndi,"


"Oke."


Di dalam kelas, Dini merasa tak bersemangat, badannya terasa lemas.


"Din, pulang sekolah ikut aku ya!" ajak Andi pada Dini.


"Kemana?" tanya Dini dengan tetap menyandarkan kepalanya di meja bangku tanpa melihat Andi.


"Di kafe depan sekolah lagi ada opening, banyak promonya Din kalau kesana barengan."


"Mau kesana sama siapa?"

__ADS_1


"Sama Anita, sama temen-temennya juga."


"Enggak ah Ndi, aku nggak ikut."


"Kok gitu, kenapa? kamu marah sama aku? dari tadi kamu cuekin aku terus."


Dini hanya diam tak menjawab, kepalanya terasa pusing, matanya mulai berkunang-kunang dan pandangannya mulai kabur.


"Diiin," panggil Andi sambil menarik tubuh Dini.


Seketika tubuh Dini ambruk, beruntung Andi sempat menahannya.


"Diinn, Diiniiii!" panggil Andi sambil menepuk-nepuk pelan pipi Dini.


"Eh, Dini kenapa Ndi?" tanya salah satu teman sekelasnya, Doni.


"Nggak tau, tiba-tiba pingsan, bantuin bawa ke UKS ya!"


"Oke oke."


Dengan dibantu temannya, Andi dan Doni membopong Dini ke UKS. Disana sudah ada guru yang berjaga dan segera membantu Andi dan Doni untuk membaringkan Dini di ranjang UKS.


"Kalian balik ke kelas, biar saya cek keadaan Dini," ujar Bu Sarah, guru yang berjaga di UKS.


"Iya Bu," jawab Andi dan Doni.


Padahal biasanya ia selalu bersama Dini, ia tak pernah meninggalkan Dini kecuali ada hal penting yang mendesak. Ia selalu tau semua hal yang terjadi pada Dini. Tapi hari ini, ia merasa menjadi seseorang yang sangat buruk untuk Dini. Ia sama sekali tak mengetahui apa yang terjadi dengan Dini dan ia sangat merasa bersalah.


"kalau aku tadi nggak ninggalin Dini mungkin aku akan tau kalau dia lagi sakit, aku bisa minta dia ke UKS sebelum dia pingsan di kelas, bodohnya aku."


"Udahlah Ndi, nggak usah panik, Dini pasti baik-baik aja kok," ucap Doni menenangkan Andi yang terlihat begitu gelisah.


Andi hanya mengangguk. Ingin rasanya dia menemani Dini saat itu, tapi tentu saja Bu Sarah akan melarangnya.


Andi merasa jam bergerak sangat lambat. Ia ingin segera melihat keadaan Dini di UKS. Entah sudah berapa kali Andi melihat jam di dinding kelasnya.


Akhirnya bel istirahat berbunyi, Andi segera menuju ke UKS untuk menemui Dini.


"Din," panggil Andi pelan.


Dini tak menjawab, hanya menoleh dengan ekspresi datar. Andi duduk di sebelah ranjang Dini dan menempelkan telapak tangannya pada dahi Dini.


"Badan kamu panas Din."


"Bu Sarah mana?"

__ADS_1


"Nggak tau Din, aku kesini Bu Sarah udah nggak ada, kamu butuh apa Din biar aku ambilin."


Belum sempat Dini menjawab, Anita datang.


"Dini, kamu sakit?"


"Cuma pusing," jawab Dini singkat.


"Kamu kesini nyari siapa?" tanya Andi pada Anita.


"Nyari kamu sama Dini, aku tadi ke kelas kamu, kata Doni kamu lagi di UKS nemenin Dini."


Andi mengangguk.


"Cepet sembuh ya Din!"


Dini tak menjawab, hanya tersenyum.


"Kalau kamu masih sakit jadi nggak bisa ikut kita ke kafe dong!" lanjut Anita.


"Kita?" ucap Dini mengulang kata Anita.


"Iya, aku sama Andi mau ke kafe depan sekolah itu, lagi banyak promo loh Din soalnya baru opening."


"Kamu jadi kesana?" tanya Dini pada Andi.


"Iya dong, kan kita udah janjian tadi pagi sama temen-temen yang lain juga, aku juga udah booking tempatnya," sela Anita sebelum Andi sempat menjawab.


"Nggak bisa di cancel?" tanya Andi pada Anita.


"Nggak bisa Andi, kan aku udah bayar booking fee nya." jawab Anita dengan raut wajah yang mulai sedih.


"Nggak papa Ndi, kamu berangkat aja, aku bisa pulang sendiri," ucap Dini.


"Enggak Din, kamu lagi nggak sehat gini nggak mungkin aku biarin kamu pulang sendiri," jawab Andi.


Andi mengajak Anita untuk membicarakan hal itu di depan UKS, ia tak mau Dini dan Anita menjadi salah paham.


"Maaf Nit, aku nggak bisa ikut, kamu sama temen-temen kamu aja ya!"


"Tapi kamu udah janji Ndi," ucap Anita sambil bertekuk muka.


Andi memegang pundak Anita dengan lembut dan berkata,


"Tolong kamu ngerti, Dini lagi sakit, aku nggak mungkin ninggalin dia sendirian."

__ADS_1


"Kenapa? karena kamu suka sama dia?" tanya Anita dengan mata yang mulai berkaca kaca.


__ADS_2