
Seorang pria tengah mengendarai mobilnya, di sampingnya sang istri duduk dengan ekspresi wajah yang sulit di artikan. Sesekali si istri menatap jengkel sang suami yang ternyata tega mengkhianatinya bahkan pada awal pernikahan mereka.
Sementara itu Antonio justru diam dengan pandangan ke depan, tetapi tatapan matanya kosong. Pikiran serta hati nuraninya masih terjebak oleh semua ucapan Adeline yang memang benar.
"Pa, mama tidak menyangka kalau papa tega mengkhianati cinta yang mama berikan pada papa."
Monica akhirnya mengeluarkan isi hatinya saat ini. Namun, sang suami sama sekali tidak menjawab. Pria itu masih saja sibuk dengan bayang-bayang masa lalunya yang akhirnya menjadikan darah dagingnya sendiri sebagai korban.
Wanita yang sudah menjadi istrinya selama puluhan tahun itu semakin merasa jengkel saat sang suami sama sekali tidak merespon apapun. Puncak rasa kesal itu membuat Monica tiba-tiba mendorong tubuh Antonio agar tidak hanya diam seperti manekin saja. Tetapi kecerobohan Monica justru membuat Antonio terkejut dan akhirnya membanting setir ke kanan.
Mobil yang ditumpangi oleh mereka sampai menabrak pembatas jalan dan ringsek di bagian depan. Beruntung mereka tidak mengalami luka serius, hanya Monica mendapat cidera di bagian dahi karena terbentur dasboard mobil.
"Papa ini apa-apaan? Nyetir pakai melamun segala. Pasti papa sedang memikirkan dua wanita pembawa si*l itu, 'kan?" tanya Monica menuduh ketika mereka sudah keluar dari kendaraan yang sudah ringsek tersebut.
"Kau ini bisa diam tidak?" tanya Antonio penuh emosi.
"Oh, papa sudah berani membentak mama sekarang!" seru Monica tidak terima.
Jalanan yang mereka lalui ini memang dalam keadaan sepi. Tidak ada satupun orang yang menolong atau bahkan melihat kecelakaan yang dialami sepasang suami istri paruh baya tersebut.
Antonio enggan menjawab apapun yang keluar dari bibir istrinya. Dia benar-benar sudah muak mendengar segala ocehan wanita pilihannya dulu. Wanita yang sudah membuat dirinya menentang segala ucapan orang tuanya.
Penyesalan demi penyesalan pun kini dirasakan oleh pria yang sudah tidak muda lagi itu. Mulai dari memaksa menikah dengan Monica yang dia temui di sebuah club' malam hingga saat dia mel*cehkan seorang remaja tidak bersalah ketika dia sedang mabuk setelah bertengkar hebat dengan istrinya.
__ADS_1
Rasa sesal terbesarnya saat ini adalah karena sikapnya yang tidak pernah adil kepada anak-anaknya. Dia sebagai seorang ayah hanya selalu membela Grasiella tanpa mau mendengar dulu penjelasan dari Adeline.
"Papa! Malah melamun lagi. Ini kita gimana pulangnya?" tanya Monica kesal.
Monica sendiri tidak bisa menuntut atas pengkhianatan yang dilakukan oleh Antonio, sebab diapun sebelum menjadi istri pria itu adalah seorang bekas wanita penghibur.
"Kamu ini cerewet sekali. Pulang saja sendiri, sana!" bentak Antonio sedang wajah garangnya.
Tanpa mengucap apapun lagi, Antonio melenggang pergi meninggalkan sang istri yang semakin uring-uringan. Pria itu memutuskan untuk berjalan kaki dari pada harus mendengarkan segala ocehan tidak penting dari Monica.
Teriakan Monica sama sekali tidak dipedulikan oleh Antonio. Pria itu tetap melanjutkan langkahnya untuk menjauh dari istrinya. Dia butuh waktu untuk sendiri dan merenungi semua kesalahan yang pernah dia perbuat.
Antonio terus berjalan hingga langkahnya terhenti ketika sampai di sebuah danau buatan yang sangat indah. Pria itu mendudukkan dirinya di sebuah kursi panjang sendirian. Pikirannya kembali berkelana, menyesali segala sikap buruknya kepada Adeline.
Dia memang pernah bersikap baik kepada putrinya itu, tetapi hanya sampai dimana Monica akhirnya dinyatakan hamil anak kembar. Setelah mendapat keturunan yang benar-benar hadir dari benihnya sendiri, Antonio pun berubah menjadi ayah yang buruk untuk Adeline.
Seruan Adeline tadi kembali berputar-putar jelas di memori otaknya. Ya, apa yang di katakan oleh putrinya itu memang benar. Apapun yang dia lakukan sekarang tidak akan mengubah masa lalu. Namun, setidaknya dengan meminta maaf dia akan berusaha mengubah masa depan menjadi lebih baik.
Saat itu, Antonio yang tidak mengubah posisinya memutuskan untuk bertanya kepada korban p*lecehannya itu tentang kejadian buruk yang dia perbuat.
"Maaf, tetapi kenapa kamu tidak mencariku saat tahu kamu hamil akibat perbuatan ku waktu itu?" tanya Antonio kepada Nabila.
Hening, Nabila belum menjawab. Wanita yang sudah melahirkan Adeline 35 tahun yang lalu itu masih mengumpulkan keberanian untuk menjelaskan segalanya di hadapan si pelaku.
__ADS_1
"Kalau mama tidak berkenan menjawab, tidak perlu dijawab, Ma. Elin tidak ingin mama terbebani oleh pertanyaan pria pengecut itu. Elin mengungkapkan masalah ini, hanya karena Elin ingin pria pengecut itu menyadari kesalahannya."
"Elin, jangan seperti itu, Sayang. Walau bagaimanapun, dia adalah ayah kandung kamu," ujar Nabila yang akhirnya mengeluarkan suara setelah sekian lama terdiam.
Adeline hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya membentuk lengkungan tipis. "Elin bahkan menyesal dan malu karena terlahir akibat perbuatan bejatnya, Ma."
"Papa minta maaf, Elin. Kamu boleh membenci papa jika kamu mau," sela Antonio dengan wajah lesunya.
"Tanpa Anda suruhpun, saya membenci segalanya yang ada di kehidupan anda, Tuan. Mulai saat ini, saya Adeline Griselda, memutuskan hubungan darah antara kita." Tanpa pikir panjang, Adeline tiba-tiba menyayat pergelangan tangannya menggunakan pisau lipat yang dia ambil tanpa sepengetahuan Danendra dari balik saku celana sang suami.
"Elin!" teriak semua orang yang berada di sana bersamaan dengan darah segar yang keluar dari luka sayat di tangan Adeline.
Antonio tersadar dari lamunannya tentang kejadian yang terjadi di mansion sang besan. Putri kandungnya itu bahkan tidak segan melukai diri hanya untuk memutuskan hubungan darah antara mereka.
"Elin, semua ini karena papa. Papa memang ayah yang jahat. Kamu pantas jika tidak mau memaafkan papa, Nak.
Sementara itu, di tempat lain Rihanna menghampiri Grasiella yang masih saja betah bersembunyi di sebuah hotel bintang lima. Perempuan yang mendapat julukan ulat bulu dari Adeline itu merasa kesal karena Grasiella justru selalu menghindarinya. Padahal mereka sudah memiliki perjanjian untuk bekerja sama menghancurkan istri tercinta Danendra itu.
Sebenarnya Rihanna tahu keberadaan Grasiella bukan karena si ular betina itu yang memberitahukan keberadaannya. Namun, dia masih bisa mengandalkan para anak buah ayahnya untuk mencari siapapun yang dia kehendaki.
Saat sampai di sebuah kamar hotel yang ditempati oleh Grasiella, Rihanna segera mengetuk pintu. Tidak ada jawaban ataupun tanda-tanda si penghuni akan keluar.
"Buka kamar ini untukku!" perintah Rihanna kepada manager hotel.
__ADS_1
"Tapi, Nona …."
"Kau mau menuruti perintahku, atau aku buat tempat ini rata dengan tanah sekarang juga?" tanya Rihanna mengancam.