Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Pikun


__ADS_3

Malik berjalan pelan menuju kamarnya dengan membawa kekecewaan. Keputusan sang ibu yang melarangnya membawa Rihanna berlibur ke Indonesia tidak dapat ditawar lagi. Kini Malik sedang kebingungan untuk menyampaikan penolakan Riani kepada Rihanna, sang istri yang mungkin akan merasa kecewa. 


Ketika sampai di depan pintu kamar, tangan Malik memegang knop pintu dengan perasaan ragu. Hingga sampai di kamar pun dia belum menemukan kata-kata yang sekiranya akan membuat Rihanna mengerti. Malik menghela napas panjang sebelum akhirnya membuka pintu kamar. 


Begitu pintu terbuka, kamar itu dalam keadaan kosong. Malik yang merasa heran kini melangkah perlahan masuk ke kamar mewahnya. 


"Kayla ke mana?" 


Samar-samar terdengar suara gemericik air dari kamar mandi yang membuat Malik merasa sedikit lega. Malik berpikir istrinya mungkin sedang buang air kecil. Laki-laki itu mengayunkan langkah menuju sebuah sofa dan memutuskan untuk duduk di sana menunggu Rihanna selesai dengan kegiatannya. 


Tidak berselang lama pintu kamar mandi terbuka, disusul dengan munculnya Rihanna yang mengenakan kaos polos serta celana pendek. Malik menatap lekat Rihanna yang berjalan santai. Wajah, tangan, hingga kaki wanita itu terlihat basah. 


"Kamu abis ngapain, Kay?" tanya Malik heran. 


Pertanyaan Malik terpaksa menghentikan langkah Rihanna. Wanita itu menatap suami yang juga sedang menatapnya. 


"Wudhu, memangnya mau apa lagi?" Rihanna tidak hanya menjawab, tetapi juga melemparkan pertanyaan kembali pada Malik. 


Malik mengangguk mengerti, "Aku kira mandi malam-malam begini, nanti masuk angin," jawabnya dengan senyum tipis. 

__ADS_1


"Ngapain mandi malam-malam, aku enggak habis dari luar juga," timpal Rihanna melanjutkan langkahnya menuju lemari besar di kamar itu. 


"Iya, deh!" 


Sudah mendapat jawaban dari istrinya, Malik hendak membaringkan tubuhnya di sofa. Namun, ucapan sang istri menghentikan niatnya. 


"Kamu sudah sholat isya?" tanya Rihanna setelah selesai mengambil mukena serta sajadahnya. 


"Belum," jawabnya dengan cengiran kuda.


"Ya udah, wudhu sana!" 


"Siap, Komandan!" Malik bangun dari posisinya kemudian menghentakkan kakinya seolah-olah dia adalah seorang prajurit yang siap menjalankan tugas dari komandannya. 


"Sayang!" teriak Malik tidak sabaran. 


"Apa?" tanya Rihannab yang ikut sedikit berteriak. 


"Ambilkan pakaian dalamku, aku lupa bawa tadi," pintanya dengan suara lantang, beruntung kamar mewah itu kedap suara. 

__ADS_1


"Itu aja?" tanya Rihanna memastikan, wanita itu mulai hapal dengan tabiat sang suami yang sering kali meminta tolong berulang kali karena ada saja yang terlupa olehnya. 


"Em, sekalian sarung sama Koko, deh!" 


"Ya udah, tunggu sebentar." 


Rihanna mengangkat sedikit mukenah bagian bawahnya agar tidak menyapu lantai. Wanita hamil yang kini perutnya sudah terlihat membuncit itu segera mengambilkan apa saja yang diminta oleh suaminya lalu berjalan santai menuju kamar mandi. 


"Malik," panggil Rihanna setelah sampai di depan pintu. 


Mendengar panggilan sang istri, Malik pun membuka sedikit pintu kamar mandi  kemudian melongokkan kepalanya keluar. Laki-laki itu tersenyum lebar hingga menunjukkan deretan gigi putihnya saat melihat ekspresi jengah Rihanna. 


"Lain kali kalau ke kamar mandi itu inget-inget apa aja yang harus dibawa," ucap Rihanna sambil mengulurkan barang yang diminta suaminya. 


"Iya, Sayang. Ini yang terakhir, deh!" Malik mengambil pakaian yang disodorkan oleh Rihanna.


"Keknya udah setiap kali bikin kesel bilangnya gitu terus, tapi sampai sekarang masih diulang terus. Sebenarnya emang lupa, udah pikun, atau niatnya aja pengen manja," sindir Rihanna sambil membalikkan tubuhnya kemudian langsung kembali ke tempatnya semula. 


"Manja sama istri sendiri kan enggak salah, Kay. Kecuali aku manja sama bininya tetangga, nah itu baru –"

__ADS_1


"Baru apa? Berani mau manja sama bini tetangga?" tanya Rihanna yang langsung menatap tajam suaminya, sedangkan Malik hanya mampu menelan kasar ludahnya sendiri. 


"Cita betina sepertinya akan mengamuk. M*tilah aku," batin Malik menyesali perkataan isengnya.


__ADS_2