Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Ungkapan Perasaan Rihanna


__ADS_3

Malik memasang ekspresi cengo saat mendengar pengakuan istrinya. Wanita yang biasanya makan dengan lahap itu kini menolak makan hanya karena takut gemuk. 


"Kamu sadar kalau kamu sedang hamil, 'kan?" tanya Malik selembut mungkin. 


Rihanna mengangguk. Tentu saja dia sadar bahwa tengah mengandung. Namun, rasanya semakin gemuk menghilangkan rasa percaya dirinya. Terlebih lagi, dia mulai takut jika sang suami akan melirik wanita lain. 


Entah kenapa Rihanna mulai takut jika suaminya tertarik pada perempuan lain yang lebih seksi darinya, apa lagi sampai saat ini sang suami sama sekali belum pernah menyentuhnya lagi. 


"Kalau kamu sadar kamu sedang hamil, kenapa harus takut gemuk? Bukankah sudah wajar jika ibu hamil pasti akan gemuk?" 


"Tapi aku mulai tidak percaya diri, Malik! Aku takut kamu melirik wanita lain." Tanpa sadar, Rihanna mengakui perasaannya. 


Malik tentu terkejut dengan pengakuan tidak biasa sang istri. Baru kali ini istrinya itu tiba-tiba membahas perihal wanita lain. 


"Atas dasar apa aku akan tertarik pada wanita lain?" tanyanya disertai seringai tipis. 


Malik mulai percaya diri bahwa kemungkinan sudah tumbuh rasa suka di hati istrinya itu. Hatinya kini dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran saat meyakini sepertinya perjuangan yang dia lakukan tidak akan sia-sia. 


"Kamu tidak ingin menyentuhku karena tubuhku yang gendut, 'kan?" 


Rihanna melemparkan tuduhan tidak mendasar. Jika karena itu alasannya sangat tidak masuk akal. Sejak awal pernikahan malik memang tidak pernah menyentuh istrinya selain saat malam pertama saja. 


Itu dilakukan Malik Karena merasa tidak adil jika mereka melakukan hal intim, sementara cinta tidak ada di antara mereka. Malik hanya ingin melakukan itu saat sadar dan berdasarkan cinta serta keikhlasan dari kedua belah pihak. 


"Kamu menuduhku hanya karena hal itu, Kay?" 


"Memangnya apa lagi alasan kamu tidak ingin menyentuhku jika bukan karena tubuhku yang gendut ini?" 


Malik tertawa hambar. Laki-laki itu menggelengkan kepalanya tidak percaya. Entah istrinya itu memang sedang terkena hormon kehamilan atau memang sudah mulai cemburu buta. 

__ADS_1


"Apakah selama ini kita pernah melakukan hubungan int*m selain saat malam pertama, Kay? Tidak, 'kan?" Malik menghela napas berat saat merasakan sesak yang menyeruak di dadanya. "Aku melakukan itu karena aku menghargai kamu, selama kamu belum mencintaiku, aku tidak akan pernah menyentuhmu." 


Malik membalik tubuhnya untuk segera pergi dari sana. Berhadapan dengan Rihanna yang tiba-tiba berlaku aneh membuatnya frustasi. Pekerjaannya di kantor sedang mengalami masalah, dan di mansion pun Rihanna justru mengajaknya bertengkar hanya karena masalah sepele. 


Langkah Malik terhenti saat Rihanna tiba-tiba mencekal pergelangan tangannya. Tanpa aba-aba, Rihanna menariknya hingga menempel pada tubuh berisi sang istri. Wanita itu melingkarkan kedua tangannya di pinggang dan menyembunyikan wajah di dada bidangnya. 


"Maaf, Malik!" 


Kedua tangan Malik masih diam, tidak membalas pelukan sang istri. Rasa kecewanya terhadap tuduhan keji sang istri benar-benar menyakiti hatinya. 


"Tidak perlu meminta maaf." Malik menjauhkan tubuh istrinya menggunakan kedua tangan. 


Rihanna menatap sendu saat sang suami enggan membalas pelukan darinya. Tuduhan tidak mendasar itu seketika membuat Rihanna menyesal. 


Ketika Malik hendak mengayunkan langkah, Rihanna dengan cepat kembali menarik tangan suaminya dan segera meringsek tubuh sang suami dengan sangat erat. Rihanna berusaha mendorong tubuh Malik hingga terhimpit oleh dinding dan tubuhnya. 


Rihanna menatap dalam-dalam bola mata Malik yang terlihat ada kekecewaan di sana. Tanpa ragu-ragu, Rihanna berjinjit, sedangkan tangannya kini merangkul leher Malik. Wanita hamil itu berusaha mendekatkan kedua wajah mereka. 


Malik hanya diam membiarkan sang istri bertindak sesuka hati. Laki-laki itu tidak menurut ataupun menolak apa yang akan dilakukan oleh Rihanna. 


Kedua wajah itu kini semakin dekat. Rihanna memejamkan matanya ketika bibirnya sebentar lagi akan menyatu dengan bibir tebal suaminya. Malik benar-benar tidak memberikan respon selain diam. 


"Aku harus memberanikan diri. Jika aku selalu memendam segalanya, kapan Malik akan tahu jika aku sudah memiliki rasa padanya?" batin Rihanna.


Cukup lama kedua bibir itu menyatu hingga Rihanna memberanikan diri untuk menggigit kecil bibir tebal suaminya. Malik sengaja membuka sedikit celah agar istrinya itu tidak kesulitan. Sebenarnya dia pun tidak tega melihat Rihanna berjinjit dalam keadaan perut yang besar. 


Saat Malik mulai terbuai oleh permainan Rihanna, kegiatan mereka harus terhenti saat mendengar suara seseorang yang kaget karena memergoki kegiatan menyenangkan itu.


"Maaf," teriak seseorang yang langsung melarikan diri dari tempatnya. 

__ADS_1


Ketika masuk kamar tadi Malik lupa menutup kembali pintu kamarnya. Hal itu menyebabkan siapa saja dapat masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu. 


Malik dan Rihanna saling pandang dengan seulas senyum kikuk. Selain malu karena ketahuan orang lain sedang bermesraan, mereka juga malu karena itu pertama kalinya mereka berciuman dengan keadaan sadar. 


Untuk mengurangi rasa gugup dan canggung, Malik hendak mengayunkan langkah untuk segera pergi dari sana. Namun, ucapan Rihanna yang tiba-tiba kembali menghentikan langkahnya. 


"Aku mencintaimu, Malik!" seru Rihanna dengan lantang. 


Malik tertegun saat mendengar pengakuan tiba-tiba itu. Kata-kata itulah yang selama ini dia tunggu-tunggu. Di mana saat sang istri memproklamasikan perasaannya tanpa Malik harus meminta. 


Laki-laki itu semakin terkejut saat sepasang tangan melingkar di pinggangnya. Rihanna memeluk dia dengan sangat erat. Wajah cantik sang istri pun menempel di punggungnya. 


"Aku mencintaimu, Malik!" bisik Rihanna seraya mengeratkan pelukannya. 


Malik melepaskan kedua tangan Rihanna yang memeluknya. Laki-laki itu sejenak terdiam dengan hati yang meluap-luap bahagia. Rihanna yang mengira Malik menolak perasaannya pun menundukkan wajah. 


Laki-laki yang sedang berbunga-bunga setelah mendapat balasan atas perasaannya selama ini kepada sang istri mengangkat tangannya dan dengan lembut menyentuh dagu istrinya agar wanita itu sedikit mendongak. 


"Kamu serius?" tanyanya saat tatapan mereka beradu. 


"Aku yakin, Malik. Aku mencintaimu!" tekan Rihanna tanpa ragu.


Tanpa basa-basi lagi, Malik mendekap erat tubuh istrinya. Walau laki-laki itu tetap memberi jarak untuk perut sang istri yang mulai membesar agar tidak tergencet. 


"Terima kasih, Kay. Terima kasih!" seru Malik tanpa sadar menjatuhkan air mata di ceruk leher Rihanna. 


"Jangan menangis, Malik. Bayiku tidak suka memiliki daddy yang cengeng!" 


Malik buru-buru melepas pelukan, kemudian menyeka kasar wajahnya agar air mata itu tidak lagi menetes. Ucapan sang istri memang benar. Anak mereka pasti akan malu jika memiliki seorang ayah yang cengeng. 

__ADS_1


Rihanna tertawa kecil melihat suaminya itu langsung mengusap wajahnya. Tangan mulus wanita hamil itu menangkup wajah tampan sang suami lalu merabanya dengan hati-hati. 


"Tapi untuk hari ini, aku mengizinkan kamu menangis. Aku tahu, air mata ini adalah air mata bahagia," ujarnya kemudian berjinjit dan mengecup bergantian kelopak mata sang suami. 


__ADS_2