
"Ada apa, sih? Kamu sama mami kenapa tatap- tatapan gitu?" tanya Malik curiga.
"Kamu aja ya yang jelasin ke Malik, mami keluar dulu," bisik Riani dengan suara sangat lirih bahkan hampir tidak terdengar.
"Ini mami ngapain bisik-bisik segala?" tanyanya seraya menatap curiga sang ibu.
"Enggak, mami mau keluar. Kamu tumben jam segini udah pulang."
"Aku ada undangan dinner party nanti malam. Pak Hartawan minta aku buat bawa Kayla," jelas Malik.
"Oh, ya sudah. Mami keluar dulu," pamit Riani yang langsung melarikan diri.
Kini di dalam kamar itu hanya ada Malik dan Rihanna. Mereka saling pandang dengan ekspresi berbeda-beda. Malik menatap curiga kepada Rihanna, sedangkan Rihanna melempar senyum kaku.
"Kenapa?" tanya Rihanna saat Malik masih saja menatap dirinya, suaminya itu bahkan sampai tidak berkedip.
"Kamu menyembunyikan apa dariku?"
"Ha, menyembunyikan apa? Memangnya aku bisa menyembunyikan apa dari kamu?" tanyanya berpura-pura.
"Coba lihat!" Malik melangkahkan maju sedang Rihanna mundur perlahan, kedua tangannya memang sedang menyembunyikan kalung serta foto masa kecil suaminya.
"Kenapa mundur?"
Gerak-gerik Rihanna justru membuat Malik semakin curiga. Laki-laki gagah itu merasa sang istri sedang berniat menyembunyikan sesuatu darinya.
"Aku takut," jawab Rihanna terus mundur ke belakang.
"Takut, memangnya aku serigala?"
"Kamu lebih mengerikan dari pada serigala. Kalau serigala bisa aku tembak, kamu tidak mungkin aku lempari pisau."
__ADS_1
Malik menyeringai, laki-laki itu masih terus melangkah maju, tidak peduli jika sang istri yang masih mundur hampir menabrak dinding. Namun, saat punggung Rihanna hampir menyentuh dinding di belakang, Malik dengan sigap menahan pinggang istrinya.
"Jangan mundur terus! Kalau punggung kamu nyium tembok, rasanya tidak seenak jika bibirmu menciumku," bisik Malik di telinga Rihanna.
Tengkuk Rihanna meremang seketika saat mendapat bisikan maut dari suaminya. Laki-laki tampan itu sungguh pandai menggodanya dengan perlakuan lembut tetapi begitu menakutkan untuknya. Bagi Rihanna, lebih baik dia menghadapi sepuluh orang jahat sekaligus dari pada harus menghadapi Malik yang semakin membuatnya ketar-ketir.
Tatapan Rihanna kini tertuju pada bola mata Malik yang hanya berjarak satu jengkal saja darinya. Wanita hamil muda itu terhipnotis oleh tatapan tulus sang suami.
Di saat Rihanna lengah, saat itulah yang dimanfaatkan oleh Malik untuk mengambil alih sesuatu yang disembunyikan oleh sang istru di belakang tubuhnya.
"Nah, dapat! Barang apa, sih, yang mau kamu sembunyikan dariku?" tanyanya seraya melihat kedua barang yang berhasil dia rebut dari tangan Rihanna.
"Loh! Foto ini kamu dapat dari mana?" tanyanya setelah melihat foto masa kecilnya.
Mendengar suara Malik barusan, Rihanna mengerjapkan matanya. Seketika kesadarannya kembali dan ternyata dia melihat kedua barang yang dia sembunyikan kini berada di tangan sang suami.
"Malik, kembalikan!" pekik Rihanna seraya berusaha merebut kembali barangnya dari Malik.
Rihanna gelagapan untuk menjawab pertanyaan suaminya. Apa yang dikatakan oleh Malik memang benar. Kedua barang itu memang milik suaminya, lalu kenapa dia memaksa Malik untuk mengembalikannya padanya.
"Kamu dapat foto ini dari mana?" tanya Malik sekali lagi.
"Dari laci itu," jawab Rihanna sambil menunjuk tempat dia menemukan foto tersebut.
"Oh, pasti nenek yang taruh di sana." Malik membalik tubuhnya setelah berhasil mengambil barang-barang miliknya dari sang istri.
"Kalau foto itu memang milikmu, baik, ambilah. Tapi kembalikan kalung itu!" seru Rihanna.
Malik menghentikan langkah ketika mendengar seruan Rihanna. Laki-laki itu baru sadar jika kalung miliknya memang sudah berpindah kepemilikan. Namun, seingatnya kalung tersebut sudah dia ambil lagi ketika membereskan barang-barang Rihanna di apartemen.
"Kenapa aku harus mengembalikan kalung ini padamu?" tanya Malik dengan posisi memunggungi Rihanna.
__ADS_1
Rihanna masih ragu-ragu untuk mengungkap kebenaran itu. Namun, saat dia kembali mengingat ucapan sang mertua, Rihanna memutuskan untuk membuka rahasia masa kecilnya kepada Malik.
"Karena kalung itu milik sayap pelindungku!"
"Sayap pelindung?" Kini Malik membalik tubuhnya saat mendengar kata yang diucapkan oleh Rihanna.
"Kalung itu milik laki-laki yang menyelamatkan aku saat tenggelam belasan tahun silam," jelas Rihanna singkat, tetapi sangat mudah di mengerti.
Malik menyembunyikan senyum tipis dibalik ekspresi datarnya. Sementara itu, Rihanna sedikit heran karena sang suami tidak merespon penjelasannya. Wanita berperut buncit itu mengira Malik marah setelah mendengar penjelasan dari mulutnya tentang si sayap pelindung.
"Maaf, Malik. Kamu jangan salah paham," ujar Rihanna ingin memberi pengertian kepada suaminya.
Dia berniat untuk menjelaskan secara detail bahwa sayap pelindung yang ia maksud adalah Malik sendiri. Namun, tatapan Malik yang tidak berubah membuat Rihanna ragu.
Rihanna berpikir mungkin Malik dan bocah laki-laki yang pernah menolongnya itu bukanlah orang yang sama. Tetapi Rihanna masih sangat hafal dengan rupa bocah itu, bocah laki-laki yang menolongnya memang adalah bocah yang berada di foto itu.
"Aku bisa jelaskan," sambung Rihanna dengan ekspresi tegang.
"Aku tidak perlu penjelasan apapun."
"Kamu marah?" tanya Rihanna menerka-nerka.
"Marah karena apa?" tanya balik Malik.
"Karena aku menamai laki-laki itu dengan sebutan sayap pelindung," jawab Rihanna sedikit takut-takut.
Malik tidak menjawab, laki-laki itu justru kembali membalik tubuhnya. "Kita harus segera bersiap! Aku tidak mau mengecewakan Pak Hartawan." Malik melangkahkan kakinya menjauh dari Rihanna.
Melihat respon Malik yang enggan membahas masalah itu, Rihanna merasa sangat menyesal karena telah membuka rahasianya. Kedua sudut mata Rihanna sudah banjir oleh cairan bening yang siap meluncur ke pipinya.
"Ternyata kamu bukan dia, Malik. Aku sudah salah sangka. Maafkan aku karena membahas laki-laki lain di hadapan kamu," gumam Rihanna menatap nanar punggung Malik yang perlahan menghilang dari pandangannya setelah masuk ke dalam kamar mandi.
__ADS_1