Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Hari pernikahan


__ADS_3

Hari pernikahan Gerry dan Celine pun tiba. Kini Pria berparas tampan andalan Danendra itu tengah berdiri di depan sebuah cermin besar. Dia sedang menatap pantulan dirinya di depan cermin, sambil merapikan dasi kupu-kupu di lehernya. 


Seutas senyum tipis tersungging di bibirnya. Dia tidak pernah menyangka akan menikahi seorang perempuan yang baru dia kenal. Dulu, dia selalu berharap bisa menikah dengan Indira, wanita yang berhasil membuatnya jatuh cinta saat usianya masih remaja. Namun, takdir tidak berpihak padanya. Wanita itu tega berkhianat dan menduakan cinta tulus yang dia berikan. 


Seorang pria lain baru saja masuk ke ruangan bernuansa putih tersebut. Dia memperhatikan Gerry yang masih sibuk merapikan dasinya. Padahal, dasi itu terlihat sudah rapi. 


"Ehem, itu dasi kalau digituin terus, bukannya rapi yang ada makin lecek, Ger." 


Gerry sekilas menatap ke belakang. Di sana sang tuan muda sedang berdiri tegak dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana. 


"Tuan Muda, kenapa malah ke sini? Nyonya Muda di mana?" tanyanya terlihat khawatir. 


"Mereka aman, Ger. Sudahlah! Ini hari pernikahanmu, jangan sibuk memikirkan keluargaku terus!" tegur Danendra kepada sekretarisnya. 


Gerry menghela napas lega setelah mendengar jawaban si tuan muda. Meskipun hari ini adalah hari bersejarah untuknya, tetapi dia tidak bisa begitu saja lalai akan keselamatan keluarga tuan mudanya. 


"Kau sudah siap?" tanya Danendra saat si sekretaris masih diam. 


"Saya gugup, Tuan," jawabnya jujur. 


Danendra menepuk keningnya ketika mendengar jawaban jujur Gerry. "Memangnya kau bisa gugup, Ger? Aku pikir kau itu hanya bisa memasang ekspresi datar saja." 


"Saya hanya manusia biasa, Tuan," sahut Gerry. 


"Ya sudah, ayo turun!"


Keduanya bergegas menuju ballroom hotel, tempat diselenggarakannya acara. Suasana tempat yang sudah disulap bagaikan istana bunga itu sudah semakin ramai oleh para tamu undangan. 

__ADS_1


Meski jabatannya hanya seorang sekretaris direktur. Namun, kenalan Gerry bukan dari kalangan orang biasa. Semua rekan kerja pun sudah berdatangan. Tidak terkecuali teman-teman Celine pun sudah berada di tempat itu. 


Celine pun tengah disusul oleh Adeline dan Rihanna. Mereka berdua yang bertugas membawa pengantin menuju tempat berlangsungnya acara pernikahan. 


"Ayo, Cel!" ajak Rihanna dan Adeline. 


Celine sempat memejamkan mata serta menghela napas sebelum akhirnya bangun dari tempatnya. Adeline dan Rihanna segera menggandeng tangan si mempelai perempuan. Mereka pun keluar dari kamar mewah dengan hiasan bunga-bunga di setiap sudutnya.


Mereka bertiga pun berjalan perlahan di atas karpet merah menuju pelaminan. Celine tampak cantik dengan gaun pengantin tanpa lengan. Sebuah Tiara indah bertahta di atas kepalanya. Kedua tangannya memegang buket bunga tulip berwarna merah muda. Senyum cerah menghiasi wajahnya yang terpoles oleh make up. 


Di atas pelaminan, Gerry dengan sabar menunggu sang calon istri yang tengah berjalan perlahan bersama kedua wanita yang sudah menganggapnya seperti keluarga. 


"Ternyata dia bisa juga didandani, dan sekarang dia tampak anggun," batin Gerry, dia pun tersenyum bahagia. 


Begitu sampai di pelaminan, Rihanna dan Adeline menyerahkan Celine pada Gerry. Keduanya pun segera kembali ke tempat suami mereka masing-masing. 


Para tamu undangan silih berganti memberi ucapan selamat pada kedua mempelai setelah keduanya mengucapkan janji suci pernikahan. Suasana semakin terasa haru saat kedua pasangan lain ikut naik ke atas pelaminan. Danendra, Adeline, Rihanna, dan Malik pun memberi selamat pada Gerry dan Celine. 


"Ger, selamat, ya! Akhirnya, kau juga memiliki keluarga baru. Sekarang, giliran kamu berbahagia, Ger. Hiduplah dengan tenang bersama istrimu," ucap Danendra, walau bagaimanapun, dialah saksi malangnya nasib Gerry. 


 "Terima kasih, Tuan. Saya pasti bahagia hidup bersama wanita yang bisa menerima saya apa adanya," balas Gerry bangga. 


"Ger, saya titipkan Celine padamu, ya! Jaga dan sayangi dia dengan setulus hati kamu. Jika suatu saat rasamu tak lagi sama, berusahalah untuk mengatakannya baik-baik. Jangan khianati dia dengan perselingkuhan. Saya sendiri yang akan membuat perhitungan denganmu jika sampai hal itu terjadi." Malik memberikan wejangan untuk sekretaris Danendra itu. 


"Siap, Tuan. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga hati saya hanya untuknya. Kebahagiaan Celine adalah yang utama setelah urusan Tuan Muda untuk saya," ucapnya, yang langsung mendapat pukulan pelan di perutnya. 


"Belum apa-apa, kau sudah menduakan Celine dengan Danendra!" 

__ADS_1


"Justru saya yang menduakan Tuan Muda demi Celine, Tuan," sahut Gerry bercanda. 


"Ha-ha-ha! Kurang asem kau, Ger!" maki Danendra. 


"Celine, kalau Gerry melakukan kesalahan, bilang saja pada kami. Kami yang akan menghukumnya, kalau perlu aku akan memecatnya dari ALF Group," kata Adeline seraya melirik sinis sekretaris suaminya. 


"Baik, Nona," jawab Celine yang masih bersikap canggung.


"Ish! Mentang-mentang perusahaan sudah jadi nama anda, jadi anda merasa bisa memecat saya," balas Gerry yang sebenarnya juga berniat guyon. 


"Jangankan kamu, Danendra saja bisa aku pecat kapan saja, loh!" 


"Iya-iya, Nyonya Besar!" seru Rihanna seraya merangkul kakaknya. 


"Kita dansa, yuk!" ajak Adeline yang langsung diangguki oleh Rihanna. 


Ketiga pasangan itu pun berdansa ditengah-tengah acara. Beberapa tamu yang ikut larut dalam alunan lagu pun ikut bergabung dengan mereka. 


Saat mereka sedang asik berdansa, tiba-tiba seseorang berpakaian pelayan dengan sengaja berniat menyiram si mempelai perempuan. Beruntung, Gerry peka dengan keadaan dan refleks melindungi tubuh istrinya. Pada akhirnya, minuman berwarna biru yang dilemparkan oleh si pelayan justru mengenai Gerry. 


Gerry menatap si pelayan yang ternyata adalah Indira. Dia menyamar sebagai pelayan demi bisa membalas dendam pada wanita yang merebut Gerry darinya. Padahal, semua itu kesalahan dirinya. Namun, wanita itu tidak mau menerima kenyataan. 


"Indira!" teriak Gerry dengan lantang. 



Mampir ke karya baru author, Yuk! GPT udah mau tamat, Loh!

__ADS_1


__ADS_2