Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Kejutan Untuk Rihanna


__ADS_3

Dua hari sejak kedatangan Alefosio ke markas Dark Blood semua terlihat aman-aman saja. Tidak ada tanda-tanda ancaman dari pihak musuh kepada keluarga mereka.


Hari ini juga merupakan hari yang bersejarah untuk Rihanna. Tepat pada hari Jumat, Rihanna dan Malik menyelenggarakan pesta resepsi pernikahan mereka. 


Rihanna sedang berada di sebuah ruangan mewah bernuansa putih. Aneka rangkaian bunga berwarna-warni menghiasi kamar itu. Rihanna sedang duduk di sebuah kursi, di depan cermin yang terdapat pantulan wajahnya yang telah dirias dengan make up oleh MUA profesional. 


Wajah cantik Rihanna semakin mempesona dengan balutan hijab yang ditata sedemikian rupa oleh sang perias. Wanita yang sedang hamil itu bahkan sampai tertegun kala melihat pantulan wajahnya di cermin. Sangat berbeda dengan dirinya yang dulu, menor dan berlebihan. 


Seorang wanita paruh baya yang juga cantik dengan hijab berwarna maroon menghampiri Rihanna. Senyum hangat tersungging di sudut bibirnya yang mungil saat melihat menantunya telah selesai dirias. 


Rihanna masih menatap pantulan wajahnya di cermin hingga tidak menyadari kehadiran sang mertua yang sudah berdiri tegak di sampingnya. Dia masih terpaku dengan tampilannya saat ini. 


Riani menyentuh bahu Rihanna pelan, "Sayang," panggilnya dengan lembut. 


Wanita cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih itu sempat tersentak saat mendapat sentuhan tangan di bahunya. Dia menoleh ke arah di mana tangan itu masih bertengger. 


"Mami!" seru Rihanna, dia gegas bangun. Namun, ditahan oleh mertuanya. 


"Duduk saja, Sayang. Nanti kamu capek," katanya, senyum cerah masih menghiasi wajah wanita paruh baya itu. 


"Iya, Mam." Rihanna menurut, dia kembali mendaratkan bokongnya di kursi. 


"Kamu cantik, Sayang," puji Riani tulus. 


"Makasih, Mam," jawabnya malu-malu. 


"Gimana, kamu udah siap?" tanya Riani memastikan. 


Rihanna mengangguk kecil, "Si-ap, Mam," jawab gugup. 


Riani tertawa kecil saat melihat kegugupan sang menantu, "Kok, masih gugup aja. Santai, Sayang. Ini hanya resepsi aja, kok! Kamu kan udah sah jadi istri Malik," ucapnya lembut, suaranya bahkan dapat menenangkan hati Rihanna. 

__ADS_1


"Em, iya, Mam." 


"Ya sudah, ayo keluar!" ajak Riani, dia mengulurkan tangannya kepada Rihanna. 


Dengan cepat Rihanna menerima uluran tangan sang mertua. Dia berdiri dengan bantuan mertuanya, kemudian mereka berjalan perlahan keluar dari kamar. 


Pandangan Rihanna menyapu segala penjuru. Tempat itu begitu indah dengan hiasan bunga-bunga di setiap sudut. 


Mansion yang biasanya sepi, kini ramai oleh para tamu undangan. Langkah Rihanna terhenti saat berada tepat di anak tangga paling atas. Kedua netranya memandang setiap tamu undangan yang juga sedang menatap ke arahnya. 


Di dalam relung hatinya, Rihanna berharap salah satu orang di bawah sana adalah ayahnya. Namun, sadar bahwa keinginan itu sangatlah mustahil, Rihanna menghela napas berat. Dia berusaha menguatkan dirinya. Apa yang dilakukan oleh Rihanna tidak lepas dari perhatian Riani– mertuanya. 


"Ayo, Sayang!" ajak Riani saat Rihanna tetap diam dan enggan melangkah turun dari tangga. 


Dia menoleh, lalu mengangguk pelan. Meski hatinya sesak. Namun, Rihanna tidak ingin menunjukkannya pada orang-orang terkasih. 


Mereka pun kembali mengayunkan langkah menuruni satu persatu anak tangga. Setiap tamu yang hadir di sana menatap Rihanna dengan mata berbinar. 


Rihanna menoleh pada mertuanya sebelum menerima uluran tangan sang suami. Ketika mertuanya itu mengangguk barulah dia menerimanya. Kini, Riani menyerahkan sang menantu kepada putranya. Malik memindahkan tangan sang istri agar melingkar di lengannya. 


"Hati-hati, Malik," tegur Riani menasehati sang putra. Malik pun mengangguk mengerti. 


Kedua pengantin itu perlahan berjalan bersama menuju pelaminan. Malik sesekali menatap sang istri di sampingnya yang juga ikut menoleh ke arahnya. Ketika kedua pasang netra itu bertemu, keduanya saling melempar senyum hangat. 


Seorang pembawa acara sedang bercuap-cuap dengan mahir menyambut para tamu undangan. Pria berparas tampan dengan tuxedo berwarna hitam itu tersenyum sumringah saat melihat kedua pengantin sedang berjalan menuju pelaminan. 


"Wah-wah-wah, pengantin kita sudah datang rupanya. Seorang tuan muda keluarga Ibrahim yang ternyata sudah menikahi nona cantik," katanya memuji kedua pengantin. 


Rihanna tersenyum malu-malu saat si pembawa acara membicarakan tentang dirinya dan Malik. Sedang Malik hanya tersenyum samar. 


Kini kedua mempelai telah berada di atas pelaminan. Mereka terlihat sangat serasi. Malik terlihat lebih tampan dan gagah dengan tuxedo berwarna senada dengan gaun pengantin istrinya.

__ADS_1


Acara pun berlangsung dengan hikmat. Suasana semakin ramai setelah tamu-tamu bertambah. Acara diselingi dengan hiburan musik dan penyanyi ternama di kota itu. 


Seharusnya Rihanna merasa sangat bahagia dengan acara ini. Namun, wanita itu terus mengingat sang ayah yang harus mendekam dibalik jeruji besi. Malik diam-diam memperhatikan raut wajah sang istri yang kini mulai muram. 


Laki-laki itu bangkit dari duduknya, lalu mendekati sang pembawa acara yang masih berceloteh. Dia terlihat membisikkan sesuatu kepada pembawa acara tersebut. Tidak lama pembawa acara itu mengangguk paham.


"Para hadirin sekalian. Para undangan yang terhormat. Mempelai pria ingin mengumumkan sesuatu pada kalian," ucap si pembawa acara. Dia memberikan pengeras suara kepada Malik yang langsung diterima oleh si mempelai. 


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh. Selamat siang para tamu undangan. Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih atas kehadiran kalian pada acara pernikahan saya dan istri." Malik menjeda ucapannya, memandang sang istri yang juga sedang melihatnya. "Perkenalkan, wanita cantik yang duduk di pelaminan ini adalah wanita pertama yang berhasil membuat saya jatuh cinta. Saya menaruh hati padanya sejak usia yang tergolong masih remaja. Entah kenapa, setelah bertemu dengan dia, saya tidaj mampu berpaling sedikitpun," ungkap Malik, sorak-sorai memenuhi ruang tamu luas yang kini dijadikan tempat acara. 


Pipi Rihanna merona mendengar pernyataan Malik yang membuka rahasia masa kecil mereka. Laki-laki tampan itu terus berceloteh menceritakan bagaimana awal mereka bertemu hingga mereka menikah empat bulan yang lalu. Malik bahkan mengungkapkan tentang kehadiran janin dirahimnya saat ini. 


"Pada hari ini, saya ingin memberikan kejutan untuk istri tercinta. Saya berharap kejutan yang saya berikan ini dapat membahagiakan dia serta calon anak kami," ucap Malik setelah sekian lama bercerita. 


Para pengunjung pun dibuat penasaran, tidak terkecuali Rihanna. Wanita berperut buncit itu juga sangat penasaran dengan kejutan apa yang akan diberikan oleh sang suami. 


"Sayang, tutup mata kamu dulu," bujuk Malik kepada Rihanna. 


"Buat apa, Hubby?" tanya Rihanna tanpa suara. 


"Tutup saja dulu," katanya memohon. 


"Ya-ya-ya," balas Rihanna mengalah, dia memejamkan matanya. 


"Baiklah, silahkan masuk!" seru Malik setelah memastikan sang istri benar-benar tidak mencuri pandang. 


Empat orang masuk ke dalam ruangan itu, dua perempuan dan dua laki-laki. Di bagian depan, dua orang paruh baya berjalan perlahan diikuti oleh dua orang muda dibelakang. Mereka berjalan membelah kerumunan para tamu undangan yang menatap mereka dengan ekspresi berbeda-beda. 


"Baik, sekarang buka mata kamu, Hunny!" perintah Malik pada Rihanna. 


Rihanna pun membuka kelopak matanya. Saat netranya sudah terbuka sempurna, wanita itu tertegun. Melihat seseorang yang amat dia rindukan selama ini, kini berada di depannya. 

__ADS_1


"Papa," panggil Rihanna dengan suara lirih.


__ADS_2