
Nabila masih bungkam. Sementara itu, Adeline masih diam di tempatnya menunggu penjelasan apa yang akan wanita itu berikan kepadanya. Namun, hingga beberapa menit sama sekali tidak ada satupun kata yang keluar dari bibir si wanita membuat Adeline jengah.
"Baiklah, saya rasa pembicaraan kita selesai sampai di sini saja. Saya masih ada kesibukan yang lain," ucap Adeline seraya bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Nabila yang masih terisak.
Adeline kembali ke kamar utama dengan pikiran yang sebenarnya masih tertuju pada penjelasan dan ekspresi yang tergambar di wajah Nabila. Danendra yang melihat kedatangan sang istri lalu merentangkan tangannya yang langsung di sambut oleh Adeline.
"Bagaimana? Pembicaraan kalian sudah menemukan titik terang?" tanya Danendra penasaran.
"Dia sudah menjelaskan sampai part dimana kamu membantunya mencari informasi tentang anaknya. Tapi, saat aku bertanya tentang ayah dari anaknya itu, dia tidak bisa menjawab."
"Sayang, Aunty Nabila mungkin belum siap menceritakan tentang ayah kandung kamu. Biarkan dia menenangkan diri dulu," ujar Danendra seraya mencium pipi istrinya.
Di tempat lain Antonio sedang uring-uringan setelah sebuah kabar buruk menyapa pendengarannya. Ada beberapa client yang tiba-tiba membatalkan kerja sama mereka tanpa alasan yang jelas. Mereka hanya mengatakan bahwa mereka tidak ingin bekerja sama dengan seorang ayah dari perempuan b*nal.
"Ayah dari perempuan bin*l? Memangnya siapa yang mereka maksud? Adeline? Atau … tidak mungkin! Grasiella tidak mungkin terlibat scandal apapun."
Tidak lama tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah nomor asing yang tertera di layar ponsel itu. Penasaran, Antonio menerima panggilan tersebut.
"Hallo," sapa Antonio dengan suara datar.
"Periksa emailmu, sekarang! Aku sudah mengirimkan hadiah spesial untukmu."
Setelah mengatakan hal itu panggilan berakhir. Antonio semakin kebingungan dengan maksud dari si penelepon. Tidak mau pusing karena penasaran dengan hadiah yang di maksud oleh orang asing yang menghubunginya itu, Antonio segera membuka laptop miliknya untuk memeriksa email yang baru saja masuk.
Kedua mata Antonio membola tatkala melihat sebuah Vidio berdurasi hampir satu menit berputar di layar laptopnya. Tangan kanannya mengepal dengan rahang mengeras sempurna.
"Grasiella! Kau benar-benar keterlaluan. Kau mencoreng nama baikku dengan kelakuanmu ini."
Di layar tersebut menampilkan bagaimana Grasiella sedang melakukan hal tidak senonoh, meskipun keadaan Grasiella dengan tangan terikat dan kedua mata tertutup. Namun, anaknya itu dikelilingi oleh beberapa pria yang dalam keadaan tanpa busana. Lebih parahnya, Grasiella bukannya meminta tolong justru terlihat menikmati kegiatan tersebut.
__ADS_1
Antonio beranjak dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruang kerjanya. Beberapa karyawan bahkan menatap sang bos dengan tatapan remeh.
"Ternyata seperti itu kelakuan anak tersayangnya. Padahal wanita itu sudah bersuami. Aku tidak menyangka kalau wanita yang terlihat kalem itu ternyata seb*nal itu."
Kata-kata yang keluar dari para karyawan bukan lagi berupa bisikan atau gunjingan. Melainkan makian dan hinaan yang sengaja diucapkan dengan suara lantang. Antonio tentu saja geram dengan kata-kata yang diucapkan oleh para karyawannya itu.
"Diam kalian! Semua karyawan yang berada di tempat ini, mulai sekarang kalian saya pecat!" bentak Antonio kepada para karyawan yang jumlahnya tidak sedikit itu.
"Kami dengan senang hati akan pergi dari sini, Tuan."
Mereka semua membubarkan diri dan segera mengemasi barang-barang masing-masing. Mereka juga tidak Sudi memiliki bos yang kasar dan tidak memanusiakan manusia seperti Antonio. Terlebih lagi salah satu anak dari laki-laki itu terlibat scandal yang begitu buruk.
Antonio pulang ke kediamannya untuk mencari keberadaan Grasiella. Pria paruh baya itu tidak terima dengan aib yang sudah diberikan oleh sang anak kepadanya.
"Ella!" teriak Antonio memanggil Grasiella dengan suara lantang.
Laki-laki itu berjalan dengan tergesa menaiki tangga menuju kamar Grasiella. Teriakannya semakin menggema di kediaman itu. Monica yang heran dengan tingkah sang suami yang lain dari biasanya itu segera berlari mendekati suaminya.
"Dimana anak kesayangan kamu itu?" tanya balik Antonio seraya menggebrak pintu kamar Grasiella.
"Dia sedang keluar, Pa. Belum pulang sejak malam. Katanya sedang menginap di apartement Richard," jawab Monica seadanya.
Antonio membalikkan tubuhnya berlalu dari kamar pribadi Grasiella. Laki-laki itu keluar dari kediamannya lalu masuk ke mobil. Monica yang masih mengikuti kemana langkah suaminya pun ikut masuk ke mobil itu.
"Ada apa, sih, Pa? Kenapa papa seperti orang kesetanan gitu?" tanya Monica yang semakin penasaran.
"Ini semua gara-gara kamu terlalu memanjakan anak itu, Ma! Sekarang, anak itu mencoreng wajah dan nama baikku dengan kelakuan buruknya!" bentak Antonio kepada Monica.
"Maksud papa apa? Kenapa tiba-tiba menyalahkan mama?" tanya Monica tidak terima.
__ADS_1
"Kau lihat saja sosial mediamu! Berita yang sedang viral detik ini juga!" perintah Antonio seraya pandangannya sibuk memperhatikan jalan.
Antonio bahkan mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia sama sekali tidak peduli jika aksinya yang ugal-ugalan ini dapat membahayakan pengguna jalan lain, serta dirinya sendiri.
Monica menuruti perintah sang suami. Wanita itu membuka akun media sosialnya dan langsung menganga tidak percaya dengan apa yang dia baca di layar kaca ponselnya.
*Seorang putri pengusaha ternama, Antonio Abraham terlibat scandal video syur dengan beberapa pria sekaligus*
"Pa, ini serius?" tanya Monica tidak percaya.
"Kau pikir mereka berani memberitakan sesuatu yang tidak benar tanpa bukti yang kuat? Kau klik saja link yang tertera! Anakmu itu sedang main gila dengan beberapa pria."
Rasa tidak percaya dengan berita yang sedang viral itu membuat Monica ingin memastikan keaslian Vidio itu sendiri. Dia menekan link yang tertera di berita itu hingga sebuah video berdurasi satu menit itu berputar di layar ponselnya.
Monica membelalak ketika melihat dengan jelas video itu. Dari postur tubuh serta suara itu memang jelas sekali itu adalah Grasiella. Namun, Monica masih saja berusaha menampik kenyataan yang terjadi saat ini.
"Ini enggak mungkin, Pa. Ini pasti editan orang-orang yang ingin menjatuhkan papa," ujar Monica tetap membela sang putri.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya mereka sampai di sebuah apartemen yang mereka tahu adalah tempat tinggal sang menantu sebelum menikah dengan putri mereka. Antonio menekan bell pintu sebuah unit apartment milik sang menantu.
Tidak lama menunggu pintu itu terbuka. Namun, yang membukanya bukanlah Grasiella ataupun Richard. Perempuan yang terlihat lebih muda dari Grasiella itu hanya mengenakan lingerie seksi berdiri di depan pintu.
"Maaf, mencari siapa?" tanya istri muda Richard.
"Kami mencari Richard," jawab Monica yang seperti kebingungan.
Dia mengira mereka salah bertamu di unit orang lain. Terbukti yang membukakan pintu untuk mereka adalah wanita asing yang berpakaian sangat terbuka.
"Suamiku sedang tidur, kalau ingin bertemu dengannya silahkan datang lagi nanti."
__ADS_1
Amarah Antonio semakin memuncak saat mendengar ucapan wanita asing itu. Dia mengakui Richard, sang menantu adalah suaminya.