Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Sejak Rocky menyuruh Rihanna untuk belajar mencintai suaminya dengan tulus, wanita hamil itu kini mulai membuka hati. Apa yang dikatakan oleh sang ayah memang benar. Akibat obsesi dan salah dalam bagaimana cara mencintai akhirnya kisah cinta orang tuanya bernasib tragis. 


Suatu pagi ketika Rihanna baru saja bangun dari tidurnya wanita itu dikejutkan dengan kedatangan sang suami yang membawa nampan berisi sarapan ke kamar. Padahal dia tidak sedang dalam keadaan sakit ataupun merajuk. 


"Selamat pagi, Sayang," sapa laki-laki tampan itu dengan senyum yang menghiasi wajahnya. 


"Pagi," timpal Rihanna sedikit merasa canggung karena panggilan itu. 


"Sekarang waktunya bumil kesayanganku untuk breakfast. Aku membuat sendiri makanan ini untuk kamu," ujarnya memberi tahu. 


Malik menaruh nampan berisi sarapan di atas nakas untuk istrinya yang tengah mengandung. Senyum manis sama sekali tidak pudar dari wajahnya yang tampan khas keturunan timur tengah. 


"Kalau selalu tersenyum seperti ini, dia terlihat sangat tampan," puji Rihanna dalam hati. 


Rihanna tidak melepas pandangan dari wajah tampan suaminya. Wanita hamil itu baru menyadari bahwa Malik tidak kalah tampan dari Danendra, apa lagi laki-laki yang berada di hadapannya ini selalu bersikap baik dan penuh perhatian. Tanpa sadar Rihanna terpaku dengan pesona dan kebaikan Malik, suami yang dia nikahi secara terpaksa. 


"Kayla," panggil Malik dengan suara lembut. 


Panggilan lembut Malik sama sekali tidak menyadarkan Rihanna dari lamunannya. Gemas karena sang istri tidak bereaksi apapun, Malik mencondongkan wajahnya hingga mendekat pada wajah cantik istrinya. Perlahan tapi pasti, Malik menempelkan kedua bibir mereka hingga Rihanna terlonjak. 


"Kamu ngapain cium aku?" Rihanna memegang bibirnya setelah menjauhkan wajah dari sang suami. 


"Apa salahnya mencium istri?" 


Tampaknya Malik sudah tidak ingin lagi menjaga jarak dengan istrinya itu. Terbukti dia sudah mulai berani melakukan hal-hal yang sedikit beresiko. 


Wajah Rihanna mendadak berubah tegang. Ucapan suaminya itu bagaikan ancaman yang tidak main-main. Malik sudah mulai berani melakukan hal intim padanya secara sadar dan terang-terangan. 


"Kamu kenapa tegang? Tenang, Sayang. Aku tidak akan memakan kamu, kok." 


Ucapan Malik barusan justru membuat Rihanna semakin merasa terancam. Suaminya itu bersikap seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang saling mencintai. Padahal pernikahan mereka terjadi hanya karena terpaksa. 

__ADS_1


"Ka-mu sa-lah minum obat, Malik!" tuduh Rihanna gugup. 


"Tidak ada yang salah. Bukankah sudah sewajarnya suami istri saling memberi perhatian?" 


"Tapi–." 


"Sudahlah, makan dulu. Kalau kamu bicara terus, aku akan terlambat ke kantor." 


"Kamu berangkat saja. Tidak perlu menungguku makan," timpal Rihanna tidak enak hati. 


"Tidak akan. Aku harus memastikan kamu makan dan minum susu ibu hamil itu!" 


"Ke-napa harus?" 


"Karena aku mencintaimu!" Tanpa sadar, Malik mengucapkan mantra cinta itu kepada Rihanna. 


Terkejut dan tidak percaya, itulah yang saat ini dirasakan oleh Rihanna. Laki-laki yang menjadi suaminya ini pernah mengatakan bahwa dia pun terpaksa menikahinya. Tidak mungkin sekarang tiba-tiba tumbuh rasa cinta. 


"Kamu jangan mengada-ada, Malik!" seru Rihanna menggeleng tidak percaya. 


"Malik, aku rasa kamu benar-benar salah minum obat. Kamu pasti sakit sekarang," bantah Rihanna. 


"Iya, aku memang sakit, Kayla. Aku sakit karena kamu sama sekali tidak pernah menoleh padaku!" 


Akhirnya perasaan itu terlontar dari mulut Malik. Selama ini dia hanya diam ketika istrinya selalu membahas laki-laki lain. Namun, sekarang dia sudah tidak tahan lagi. Malik ingin istrinya itu tahu tentang perasaan yang selama ini disembunyikan. 


Rihanna merasa kebingungan untuk menanggapinya. Wanita hamil itu memang sudah berniat akan membuka hatinya untuk sang suami. Namun, dia sama sekali tidak menyangka bahwa laki-laki yang suka berkata sembarangan itu ternyata telah jatuh hati padanya. 


Diamnya Rihanna membuat Malik merasa amat malu. Laki-laki yang awalnya berniat menyuapi sang istri itu kini justru beranjak dan pergi meninggalkan Rihanna dengan perasaan tidak menentu.


Sementara itu, Rihanna sama sekali tidak bisa mencegah Malik untuk pergi dari sana. Jujur, hatinya memang perlahan-lahan luluh oleh kebaikan hati Malik serta keluarga laki-laki itu yang begitu menyayanginya. Namun, untuk memastikan bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama itu masih sangat susah untuk Rihanna. 

__ADS_1


"Maaf jika aku menyakiti kamu, Malik," sesal Rihanna sambil menatap pintu kamarnya yang kini sudah tertutup kembali. 


Malik yang merasa bodoh karena terburu-buru mengakui perasaannya, kini memutuskan untuk segera berangkat ke kantor. Mungkin dengan menyibukkan diri akan membuatnya lupa dengan rasa malu itu. 


*****


Seorang laki-laki berjalan terburu-buru masuk ke dalam ruangannya. Di belakang, sang asisten mengekor bagaikan anak ayam yang takut kehilangan induknya. Laki-laki itu menghempaskan tubuhnya di kursi kerjanya lalu menelungkup kan kepala di atas meja. 


Sang asisten sampai kebingungan dengan tingkah aneh sang bos. Selama ini jarang sekali bosnya itu memiliki mood buruk. Namun, setelah menikah sepertinya laki-laki di hadapannya ini sering kali bad mood saat berangkat ke kantor. 


"Bos, anda ada masalah?" tanya sang asisten penasaran. 


Laki-laki itu mengangkat tangannya sebagai isyarat menyuruh sang asisten untuk diam. Pikirannya sedang kacau saat ini, dan asistennya itu justru cerewet dan kepo atas urusan pribadinya. 


"Baiklah, kalau begitu saya keluar saja," ucap sang asisten menurut. 


Ketika sang asisten sudah membuka pintu ruangan, tiba-tiba laki-laki itu mengangkat kepalanya. Raut wajahnya pun tiba-tiba berubah saat sebuah ide melintas di kepalanya. 


"Celine, tunggu!" 


Si sekretaris menghentikan langkah dan mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan CEO. Wanita dengan tampilan tomboi itu membalik tubuhnya menghadap ke arah sang bos. Meski dengan wajah kesal karena sempat dilarang untuk bicara oleh laki-laki itu, tetapi dia sebagai seorang asisten tidak bisa melawan perintah bosnya. 


"Ada apa, Bos?" 


"Kau bisa membantuku?" 


"Bantu apa?" 


"Kemarilah!" 


Malik membisikkan sesuatu di telinga Celine setelah sekretarisnya itu datang mendekat. Begitu rencana yang dirancang oleh Malik selesai, Celine menautkan kedua alisnya, bingung. 

__ADS_1


"Anda serius? Menurut saya itu terlalu berbahaya untuk anda, Bos." 


"Hanya dengan begitu aku akan dapat mengetahui perasaan dia yang sesungguhnya, Celine. Aku juga ingin dicintai," ucap Malik sendu. 


__ADS_2