Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Urus Berkas Perceraian


__ADS_3

"Untuk apa kalian ke sini?" Rocky bertanya serta mendorong pelan tubuh Rihanna. 


Bukannya senang, Rocky justru menanyakan maksud anak serta menantunya datang berkunjung. Rihanna menatap tidak percaya karena sang ayah terkesan tidak suka dengan kedatangannya. Padahal, sejak dari rumah wanita hamil itu sudah berharap akan mendapat balasan pelukan hangat dari sang ayah. 


"Papa, Rihanna rindu," lirih wanita hamil itu. 


"Tidak seharusnya kamu berada di tempat ini, Rihanna! Papa tidak ingin kamu malu karena memiliki orang tua seperti papa." 


"Pa, setiap anak tidak memiliki hak untuk memilik dari siapa dia terlahir serta dari benih siapa dia hadir di dunia ini. Malik yakin, Kayla juga tidak akan malu memiliki papa sebagai orang tuanya." Malik menyela karena merasa ucapan sang mertua memang perlu diluruskan. 


"Apa yang Malik bilang itu benar, Pa. Papa sudah seperti ini bahkan sebelum Rihanna hadir ke dunia. Sebagai anak, Rihanna sudah tahu seperti apa sikap papa," ujarnya membenarkan ucapan sang suami. 


Jantung Rocky terasa terhujam oleh besi panas. Bagaimana bisa mereka yang lebih muda darinya bisa berpikir lebih logis dan tidak terpaku dengan keadaan. Namun, ada sesuatu yang Rocky syukuri, yakni perubahan sikap sang putri yang kini sudah lebih sopan. 


"Maafkan papa, Rihanna. Papa tidak bisa memberikan contoh yang baik padamu. Tapi, pilihan papa untuk mempercayakan kamu kepada Malik adalah keputusan yang tepat," ungkap Rocky yang akhirnya mengejutkan Rihanna. 


"Papa mengenal Malik?" tanyanya heran. 


"Dia putra sahabat papa, Rihanna. Kamu akan bahagia bersama mereka," tutur Rocky seraya menarik Rihanna ke dalam dekapannya. 


Rihanna membalas pelukan hangat sang ayah. Mereka sama-sama melepaskan rasa rindu akibat hubungan buruk mereka di masa lalu serta sudah lama mereka tidak bertemu. 


"Jadi semua ini memang sudah papa atur?" tanya Rihanna setelah melerai pelukan. 


"Awalnya papa tidak tahu kalau seseorang yang menolong kamu adalah Malik, jadi papa terus mencari kamu. Tapi setelah tahu bahwa kamu berada di tempat dan bersama seseorang yang tepat, papa akhirnya berpikir mungkin hanya ditangan dialah papa tenang melepaskan tanggung jawab papa," jelas Rocky tanpa menutup-nutupi apapun. 


"Oh iya, kamu sedang mengandung, yah?" 


Rihanna mengangguk kecil dengan senyum tipis. Ternyata apa yang terjadi pada kehidupannya saat ini ada campur tangan sang ayah. Sedikit sesal merasuk saat Rihanna merasa kecewa, ayahnya itu sangat tahu bagaimana perasaannya terhadap Danendra. Namun, dengan tega mengatur perjodohannya dengan Malik, seseorang yang baru saja dikenalnya. 


"Jaga kesehatan, Rihanna. Jaga calon cucu papa dengan baik," tuturnya dengan lembut. 

__ADS_1


"Bicaranya sambil duduk, Pa. Kasihan Kayla kalau terus-terusan berdiri," tegur Malik sopan. 


"Ah, iya. Ayo duduk, Rihanna." 


"Iya, Pa." 


Mereka pun duduk dengan posisi Rihanna berdampingan dengan Rocky, sedangkan Malik berada tepat di hadapan sang istri. Mereka banyak mengobrol menghabiskan waktu bersama yang mungkin tidak akan lagi mereka dapatkan dengan bebas. 


"Papa, kenapa papa melakukan ini? Kenapa papa harus menyerahkan diri papa?" tanya Rihanna yang seketika membuat Rocky bungkam. 


Cukup lama ruangan yang awalnya ramai dengan perbincangan mereka berubah menjadi senyap. Rocky masih memikirkan pilihan kata yang tepat untuk menjelaskan kepada putri tunggalnya. 


"Tolong jelasin ke Rihanna, Pa!" seru Rihanna setelah sekian lama sabar menunggu. 


"Papa harus melakukan ini, Rihanna. Papa berharap kamu bisa mengerti dengan keputusan yang sudah papa ambil. Kejahatan papa sudah tidak dapat ditolerir. Sudah berapa banyak nyawa yang papa hilangkan hanya karena ego papa? Kamu pasti paham dengan apa yang papa rasakan saat ini." Rocky menghela napas berat. 


"Tapi apa harus dengan papa menyerahkan diri kepada petugas? Papa pasti tahu. Hukuman yang akan menanti papa tidak main-main. Rihanna tidak mau kehilangan papa," timpal Rihanna dengan pandangan berkaca-kaca. 


"Permintaan apa, Pa?" 


"Jaga baik-baik mama kamu, Sayang. Perbaiki hubungan kalian sebelum kamu menyesal. Tentang wanita itu yang ternyata adalah anak mama, dia tidak bersalah. Semua ini salah papa," jelas Rocky agar sang putri tidak lagi menyimpan dendam. 


"Bagaimana caranya berdamai dengan takdir yang tidak pernah memihak padaku, Pa? Apa salah jika aku merasa takdir terlalu kejam padaku?" tanya Rihanna lirih. 


Sebenarnya lubuk hati terdalam Rihanna sudah sangat ingin memperbaiki hubungannya dengan sang ibu. Namun, lagi-lagi keegoisan yang mengakar kuat di jiwanya membuat batinnya sendiri kalah oleh dendam tidak beralasan tersebut. 


Malik masih diam mendengarkan meski sebenarnya hatinya pun merasa sakit. Sang istri berucap seolah-olah dia tidak ada di sana. Padahal, sejak tadi dialah yang selalu menatapnya penuh cinta. 


"Cintai suami kamu dengan tulus, rajut masa depanmu bersamanya dan keturunan-keturunan yang baik, Rihanna. Jangan ulangi kebodohan papa dulu. Jika dulu papa tidak egois, mungkin mama kamu hidup bahagia. Tapi … papa terlalu pengecut untuk menjadi seorang pahlawan yang dapat membuatnya jatuh cinta," urainya disertai senyum kecut. 


Andaikan waktu dapat terulang. Mungkin dia akan mengubah bagian yang paling menyakitkan tersebut. Sesal dan rasa bersalah atas perbuatannya kepada sang istri benar-benar tidak dapat terhapus kan oleh apapun. 

__ADS_1


Mendengar penuturan Rocky yang penuh sesal akhirnya membuat Rihanna menatap lekat-lekat wajah suaminya yang kini menunduk. Rihanna sadar, mungkin ucapannya tadi telah melukai hati laki-laki baik itu. 


Ketika suasana semakin tegang karena masing-masing perasaan dari ketiga manusia yang berada di tempat itu, tiba-tiba seorang petugas kepolisian datang. 


"Maaf, waktu kunjungan sudah habis. Tahanan harus segera kembali ke sel," ujarnya dengan tegas. 


Mau tidak mau Rihanna merelakan sang ayah yang telah mengambil keputusan sepihak itu. Meski sebenarnya Rihanna sama sekali tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh Rocky. Menurut Rihanna, Rocky bisa berubah dengan cara lain. Tidak harus dengan menyerahkan sisa hidupnya di dalam penjara. 


"Rihanna pulang dulu, Pa. Papa jaga kesehatan, yah!"


"Pasti, Sayang." 


"Malik pamit, Pa," ujarnya seraya menyalin punggung tangan mertuanya. 


"Hati-hati, Malik. Jaga baik-baik putri papa," pinta Rocky kepada menantunya. 


"Malik akan berusaha sebaik mungkin menjaga istri Malik, Pa. Papa juga harus tetap sehat agar dapat melihat cucu papa nanti," pungkas Malik yang seketika langsung dipeluk oleh Rocky. 


Di sela-sela pelukan itu Rocky berbisik, "Buatlah Rihanna jatuh cinta padamu, Malik. Maklumi saja sifat kekanak-kanakannya. Papa percaya, kamu akan dapat meluluhkan hatinya yang sekeras batu." 


"In Sya Allah, Pa. Doakan yang terbaik untuk kami," pintanya dengan tulus. 


"Boleh papa minta tolong padamu?" 


"Minta tolong apa, Pa?"


"Tolong segera urus berkas-berkas perceraian papa dengan mama Rihanna, Malik. Papa ingin melepaskan dia agar dia dapat bahagia dengan tidak bersama papa." 


Malik dan Rihanna keluar dari kantor kepolisian setelah melepas rindu pada Rocky. Laki-laki yang kini menyerahkan sisa hidupnya untuk menanggung segala dosa-dosanya. Terlebih dosa kepada sang istri yang hingga kini tidak pernah dia bahagiakan seumur hidup. 


__ADS_1


__ADS_2