Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
tekad malik


__ADS_3

Hari berganti hari hubungan Rihanna dan Malik masih berjalan datar. Keduanya sama-sama melakukan aktivitas biasa tanpa sedikitpun saling berbicara satu sama lain. Tidak ada kehangatan dalam rumah tangga tersebut. Malik masih enggan menunjukkan perasaan sebenarnya kepada sang istri.


Pada malam hari tepatnya pukul tiga dini hari Rihanna terbangun dari tidur nyenyaknya saat merasakan tenggorokannya begitu kering. Wanita itu menyingkap selimut lalu turun dari ranjang. Saat keluar dari kamar, samar-samar dia mendengar suara yang tidak asing di pendengarannya.


"Seperti suara Malik, apa dia belum tidur?" monolog Rihanna penasaran.


Wanita itu menempelkan telinganya di pintu kamar sang suami guna menguping apa yang sedang dibicarakan oleh Malik. Rihanna mengira suaminya itu sedang menghubungi seseorang lewat sambungan telepon.


"Ya Tuhan, berikanlah hamba mu ini petunjuk. Hamba begitu mencintai istri hamba, tapi hamba tidak sanggup jika harus menerima kenyataan bahwa dia mencintai laki-laki lain. Tidakkah pantas aku menerima balasan atas rasaku yang tulus ini, Tuhan?"


Samar-samar Rihanna mendengar ucapan sang suami dari balik pintu. Namun, saat rasa penasaran semakin menggerogoti benaknya Rihanna membuka pintu kamar itu perlahan.


"Berikan hamba kesabaran untuk menanti rasa itu tumbuh di hati istri hamba, Tuhan. Hamba benar-benar tidak ingin kehilangan dia," lanjut Malik dengan suara begitu lembut.


Di depan sana, Malik sedang duduk bersila di atas sebuah sajadah. Memakai sarung serta baju Koko yang membalut tubuh kekarnya. Sayang, Rihanna sama sekali tidak paham dengan pakaian serta apa yang sedang dilakukan oleh suaminya. Terlebih lagi Malik menangkup kedua tangannya di udara lalu meraupkan tangannya pelan di wajahnya.


"Dia sedang apa? Aku kira dia sedang menelepon siapa." Rihanna kembali menutup pintu saat melihat Malik hendak bangkit dari posisinya.


Tidak ingin ketahuan sedang mencari tahu tentang Malik, Rihanna segera melarikan dirinya ke kamar. Wanita itu mengurungkan niatnya untuk mengambil air minum.


Malik yang sudah selesai dengan kegiatannya menoleh ke belakang. Ketika berdoa tadi, dia merasa ada seseorang yang mengamatinya. Namun, saat dia memeriksa tidak ada seorang pun di sana.


"Mungkin hanya perasaanku saja," ucap Malik berpositif thinking.


Laki-laki itu segera merapikan tempatnya melakukan ibadah tadi. Seperti nasihat sang ayah, jika dia menginginkan seseorang mintalah pada Tuhan-Nya yang maha membolak-balikkan hati manusia. Jangankan cinta seorang manusia, jika kita meminta cintanya pun Tuhan akan memberikannya secara melimpah ruah jika kita memintanya dengan bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Mulai saat itu, Malik berusaha memperbaiki diri sebelum melakukan usaha untuk mengejar cinta Rihanna. Mungkin saat ini istrinya itu belum memiliki perasaan apapun padanya. Namun, Malik yakin dengan berjalannya waktu rasa itu akan tumbuh di hati sang istri.


Setelah selesai menunaikan ibadah malam serta doa khusyuknya, Malik kembali naik ke ranjang. Bukan untuk tidur, melainkan untuk berselancar dengan internet untuk mencari cara bagaimana menarik perhatian dari istri yang belum mencintai suaminya.


Malik benar-benar mengetikkan perintah itu di laman web. Sebagai laki-laki yang minim ilmu tentang pendekatan dengan lawan jenis, Malik sadar dia masih butuh banyak belajar.


"Suami menjadi contoh yang baik untuk istrinya," gumam Malik membaca poin utama yang keluar dari pencarian.


"Aku sudah berusaha memberi contoh saat awal pernikahan tetapi nyatanya Kayla belum juga luluh," gumamnya lagi menjawab poin yang baru saja dibaca.


"Membuat istri menyadari bahwa suami adalah kepala rumah tangga yang harus di hargai."


"Dia bahkan enggan menoleh padaku," keluhnya lagi.


"Memenuhi kebutuhan istrinya." Malik kembali membaca poin berikutnya, "Semua kebutuhannya sudah aku penuhi, bahkan aku memberikannya kartu tanpa limit," jawabnya lagi semakin frustasi.


"Iya kalau Kayla menanggapinya, kalau tidak? Aku pasti akan malu sendiri." Malik menggerutu, mengira tips-tips itu sama sekali tidak memberikan jalan keluar.


"Suami tidak merahasiakan perasaannya dari istri dan selalu melibatkan sang istri dalam keadaan apapun." Poin terakhir yang muncul di pencarian membuat Malik terpaku.


Malik sadar, selama ini tidak pernah mengungkapkan perasaan yang sebenarnya bahwa dia mencintai istrinya. Begitu pun dengan semua keputusan, dia tidak pernah sekalipun meminta saran dari Rihanna tentang baik buruknya keputusan yang akan dia ambil.


"Apakah sangat buruk sekali keadaan rumah tanggaku ini? Benarkah semua ini juga merupakan kesalahanku yang tidak bisa membimbing istriku dengan baik?" tanyanya entah pada siapa.


"Baiklah. Mulai besok, aku akan berusaha melibatkan Kayla dalam setiap urusanku," tekad Malik yang sudah menyadari kesalahannya selama ini.

__ADS_1


Pagi harinya Malik sudah rapi dengan setelah kantor. Dengan tangan yang menenteng tas kerjanya Malik menghampiri sang istri yang sudah duduk di kursi makan. Laki-laki itu memberanikan diri mencuri kecupan singkat di kening Rihanna.


Rihanna terjingkat kaget saat mendapat serangan tiba-tiba itu. Selama sebulan pernikahannya dengan Malik, tidak sekalipun laki-laki itu berani menyentuhnya selain saat malam pertama mereka. Itupun terjadi karena ketidaksengajaan.


"Selamat pagi, Kayla."


"Pa-gi, Malik," jawab Rihanna canggung.


Malik mendudukkan dirinya di kursi berhadapan dengan istrinya itu. Menatap lekat-lekat wajah ayu yang kini terlihat sedikit gembil. Malik berpikir mungkin itu karena istrinya itu hanya duduk santai di rumah tanpa mengerjakan apapun. Laki-laki itu memang menyediakan pelayan yang bekerja paruh waktu di rumahnya untuk menemani Rihanna serta mengerjakan tugas rumah seperti bersih-bersih dan memasak.


"Kayla, kamu terlihat lebih cantik sekarang." Malik melontarkan pujian yang justru membuat Rihanna mengubah mimik wajahnya.


"Kamu bilang aku semakin cantik? Padahal sejak tinggal di sini aku tidak pernah mendapat perawatan di salon," keluhnya menjawab pujian sang suami.


Malik sedikit menahan rasa malunya, "Kalau begitu gimana nanti siang kita ke salon. Aku akan menemani kamu," usul Malik serius.


"Kamu yakin? Memangnya tidak bekerja?" tanyanya ragu.


"Aku bisa mengerjakan pekerjaanku di mana pun, Kayla. Ayolah, sejak menikah kita belum pernah pergi bersama," bujuk Malik yang tanpa sadar menggenggam punggung tangan istrinya.


"Baiklah. Setelah sarapan aku akan bersiap," jawab Rihanna akhirnya menyetujui.


Entah kenapa saat Malik menggenggam tangannya, Rihanna merasakan kedamaian di hatinya yang akhir-akhir ini selalu merasa gelisah. Kenyamanan itulah yang membuat Rihanna tidak berkomentar apapun atas kelancangan Malik yang melanggar perjanjian pernikahan mereka.


Sesuai rencana setelah selesai menyantap sarapan mereka berangkat ke sebuah salon kecantikan. Sudah lama wajah dan tubuh Rihanna tidak dimanjakan oleh sentuhan-sentuhan tangan profesional. Saat akan masuk ke dalam salon, tiba-tiba Rihanna merasakan mual. Tidak tahan dengan rasa mual itu, Rihanna mengeluarkan cairan yang mengganjal di perutnya sejak tadi.

__ADS_1


"Kayla, kamu kenapa?" tanya Malik khawatir.


__ADS_2