Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Larangan Mami Riani


__ADS_3

"Ada apa, Ndra?" tanya Adeline setelah sang suami selesai menerima panggilan.


Mereka sedang berbaring di tempat tidur dengan posisi Adeline bersandar di dada polos suaminya. Rutinitas wajib yang biasa mereka lakukan setelah memadu kasih.  


"Malik, ngajakin kita bulan madu," jawab Danendra seraya kembali menaruh ponselnya ke atas nakas.  


"Ha, bulan madu? Kita udah punya anak, Ndra." Adeline langsung bangun setelah mendengar jawaban sang suami. 


"Memang apa salahnya? Kita bisa bawa Devan juga," timpalnya dengan santai. 


Adeline mengdengus kesal, "Bilang aja liburan. Kenapa harus bilang bulan madu?" Adeline kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.  


"Terserah apalah namanya, yang jelas Malik ngajakin kita." Tangan Danendra membelai lembut puncak kepala sang istri. 


"Mau ke mana?" tanya Adeline sambil memainkan jarinya diperut Danendra. 


"Bali, Indonesia." 


"Ngapain jauh-jauh ke sana, sih?" Terkejut, Adeline kembali bangun dari dada sixpack Danendra. 


"Selain bulan madu, Malik juga mau kunjungin keluarga maminya disana. Kamu kenapa kaget pas denger kata Indonesia? Inget sama mantan kamu yang gila itu?" 


"Enggak! Aku cuma khawatir kalau bawa Devan pergi jauh," elak Adeline, sebenarnya alasannya memang karena dia tidak ingin mengingat memori kebersamaannya dengan Richard. 

__ADS_1


"Enggak apa-apa, putraku itu anak yang kuat." Danendra menarik pelan pinggang Adeline agar merapat ke tubuh kekarnya. 


"Dia masih bayi, Nendra!" sungut Adeline kesal, wanita dewasa itu bahkan sampai melepas paksa tangan sang suami yang sedang melingkar di pinggangnya. 


"Kalau begitu, tinggalkan saja dia di mansion," ucapnya enteng. 


Adeline membulatkan matanya tidak percaya, "Kamu saja yang pergi sendiri sana!" 


"Ogah! Nanti disana aku nontonin Malik sama Rihanna mesra-mesraan, gitu?" 


"Malik bukan kamu, Ndra. Dia enggak mungkin mesra-mesraan di depan umum." 


Adeline kini turun dari ranjang dengan memakai selimut untuk menutupi tubuh polosnya. Sedangkan Danendra, jangan tanyakan itu, berondong jagung milik Adeline itu masih santai meskipun tubuh polosnya terekspos. 


"Biarin aja!" 


"Mau ya, Sayang?" 


Danendra tidak begitu saja mengalah. Dia masih berusaha merayu Adeline agar mau diajak liburan ke Indonesia. 


"Tidak mau. Kalau mau merayuku, minta izin dulu sana sama mama dan papa!" 


*****

__ADS_1


Di mansion Ibrahim semua anggota keluarga sedang berkumpul. Malik sengaja ingin meminta izin dari orang tuanya bahwa mereka akan mengunjungi kerabat jauh di Indonesia. 


"Mi, Malik mau bicara." Malik bicara sambil mendaratkan bokongnya di sofa ruang keluarga. 


"Ada apa, Malik?" tanya Riani penasaran, tidak biasa Malik bicara dengan wajah serius. 


"Malik mau ajak Kayla pergi babymoon," jawabnya tanpa bertele-tele. 


"Babymoon, kapan? Mau ke mana?"


"Minggu ini, Mi. Rencananya Malik mau ajak Kayla ke Indonesia, mau kenalin dia ke –"


"Enggak boleh! Mami enggak setuju." Riani langsung menyampaikan keberatan atas niat sang putra. 


"Kenapa, Mi?" tanya Malik dengan alis bertaut. 


"Rihanna sedang hamil, Malik. Dia itu tidak boleh terlalu lelah. Kamu malah mau ajak dia terbang dari New York ke Indonesia. Pokoknya mami enggak setuju," jelas Riani tegas. 


"Jadi tidak boleh, Mam? Padahal aku udah bilang sama Kayla." 


"Kalau mau ajak dia babymoon tidak perlu jauh-jauh. Kamu bisa ajak dia pergi ke villa kita," saran Rihanna tetap tidak mau jika menantunya dibawa pergi jauh. 


"Kalau dia kecewa terus marah, gimana?" 

__ADS_1


"Pokoknya mami tetap enggak setuju!" 


__ADS_2