Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Syarat Dari Rocky


__ADS_3

Rocky sedang duduk di sebuah kursi yang menghadap ke arah jendela. Pria itu menatap kosong ke depan. Pikirannya sedang berkelana ke beberapa puluh tahun silam. 


Seorang pria gagah dan rupawan baru saja keluar dari sebuah restoran ternama di kotanya. Langkahnya terhenti di ambang pintu saat netranya tidak sengaja melihat seorang perempuan yang baru saja turun dari motor. 


Pria itu terpaku dengan kecantikan si perempuan yang berpenampilan sederhana. Perempuan itu mengenakan dress selutut dengan motif bunga berwarna merah muda. 


Darahnya berdesir hebat saat perempuan itu berjalan menuju ke arahnya. Dia mengangkat tangan kanannya saat melihat si perempuan seperti sedang melambaikan tangan kepadanya. 


"Gadis itu manis sekali," gumamnya memuji aura yang terpancar dari si perempuan. 


Kedua sudut bibirnya terangkat membentuk senyum mempesona saat mengira perempuan itu hendak menghampirinya. Sungguh inilah pertama kalinya dia tersenyum kepada orang asing. Pria itu berniat melangkah maju agar lebih cepat berhadapan dengan perempuan yang berhasil mencuri hatinya meski baru pertama kali melihat. 


Sayang, ternyata harapannya sama sekali tidak terjadi. Si perempuan melewatinya tanpa membalas senyuman atau sekedar menyapanya. Dengan kekecewaan pria itu menurunkan tangannya yang sejak tadi melambai di udara. 


Dia membalik tubuhnya untuk melihat siapakah orang yang ditemui oleh perempuan itu. Senyum lega terbit di bibirnya yang kaku saat melihat perempuan itu bertemu dengan seorang perempuan yang kelihatannya sebaya. 


"Aku pikir dia menemui kekasihnya. Baguslah kalau hanya sesama perempuan," gumamnya lega. 


Pria itu berniat ingin menghampiri kedua perempuan yang sedang bercengkrama di salah satu sudut ruangan restoran. Namun, seseorang tiba-tiba memanggilnya dari belakang. 


"Tuan, semua sudah siap. Lebih baik kita berangkat sekarang," ujar seseorang itu yang akhirnya membuat si pria mengurungkan niatnya. 


Pria itu pergi dengan membawa rasa penasaran tentang perempuan yang berhasil merebut hatinya meski tanpa bertegur sapa. Dia terpaksa meninggalkan negaranya untuk mengurus sesuatu yang darurat. 


Keluarganya menjadi korban konspirasi dari para bahawan orang tuanya yang ternyata berkhianat. Dia memang hidup di kota yang berbeda dengan keluarga sejak kecil. Pria itu diasuh oleh neneknya dengan alasan untuk menemani wanita tua itu yang hidup sendirian. 


Beberapa bulan kemudian saat dia berhasil membalas dendam atas kem*tian keluarganya, pria itu kembali ke negara tempatnya hidup sejak kecil. Dia berniat untuk mencari tahu tentang perempuan yang hingga saat ini masih bertahta di hati. 


"Kau sudah berhasil menemukan alamat gadis itu?" tanya pria itu kepada sekretarisnya. 


"Sudah, Tuan. Apakah anda ingin mengunjungi gadis itu secepatnya?" 


"Iya, aku sudah tidak sabar ingin menjadikannya sebagai pendampingku. Kau sudah menyiapkan lamaran untuknya, 'kan?" tanyanya dengan mata berbinar. 


"Seperti perintah anda, Tuan." 

__ADS_1


Mereka akhirnya mengunjungi rumah dari perempuan itu. Saat mobil berhenti di pekarangan, pria itu menatap sekelilingnya. Rumah itu terlihat sederhana dan asri. Pria itu keluar saat sang sekretaris sudah membuka pintu mobil untuknya. 


"Udaranya sejuk, Ril. Pantas saja gadis itu terlihat sangat menarik, ternyata dia hidup dengan sederhana seperti ini," ujar si pria seraya menarik napas sedalam-dalamnya. Menikmati udara segar yang begitu menenangkan. 


"Lingkungan ini bukan tempat tinggalnya, Tuan. Mereka hanya tinggal untuk sementara di tempat ini," jelas sang sekretaris. 


Pria itu menautkan kedua alisnya saat mendengar penjelasan dari sang sekretaris. "Memangnya kenapa mereka harus tinggal di tempat ini untuk sementara waktu?" tanyanya heran. 


"Selama anda pergi dari kota ini, ternyata sesuatu yang buruk terjadi pada gadis itu, Tuan. Ayahnya sengaja menyembunyikan dia di tempat ini karena malu," jawab si sekretaris menjelaskan. 


"Apa yang terjadi padanya?" tanya pria itu dengan cepat. 


"Gadis itu hamil di luar pernikahan, Tuan." Meski takut untuk menjelaskan tentang hal itu, si sekretaris tetap menyampaikan. 


Si pria yang terkejut atas penjelasan sang sekretaris hanya terdiam mematung. Kedua mata tajam itu berkaca-kaca karena tidak menyangka bahwa perempuan yang dia incar mengalami kemalangan. 


Cukup lama pria itu terdiam dengan rasa terkejutnya hingga dia mengusap kasar wajahnya. "Dia hamil karena kekasihnya?" tanyanya memastikan. 


"Itu belum bisa dipastikan, Tuan. Dari info yang saya dapatkan, gadis itu tidak mau mengakui siapa ayah dari bayi tersebut." 


"Ya sudah, kita pulang sekarang!" perintahnya yang lalu membuka kasar pintu mobilnya. 


"Rocky," panggil seseorang dari kejauhan. 


Rocky yang memang belum sempat masuk ke mobilnya seketika menoleh. Betapa terkejutnya dia saat melihat kakak kelasnya saat menimba ilmu di sekolah dasar berdiri tidak jauh dari rumah perempuan yang sudah menoreh luka sebelum dia sempat mengutarakan cinta. 


"Kak Arnold," gumamnya lalu kembali menutup pintu mobil. 


Arnold berlari menghampiri Rocky yang masih berdiri di samping mobilnya. Tanpa basa-basi laki-laki yang usianya lebih tua itu memeluk Rocky dan menepuk-nepuk punggung tamu tidak di undang itu. 


"Kau benar-benar Rocky, 'kan?" tanya Arnold memastikan.


"Kamu Kak Arnold?" tanya balik Rocky yang takut jika dia salah menebak orang. 


"Ah, kau benar-benar Rocky," ujarnya terus menepuk punggung Rocky. 

__ADS_1


"Kau sedang apa di sini, Kak?" tanya Rocky seraya mengedarkan pandangan setelah terbebas dari pelukan erat Arnold. 


"Aku mengunjungi putriku. Kau sendiri sedang apa? Kenapa berhenti di gubugku ini?" tanyanya heran. 


"Ini rumahmu, Kak?" tanya Rocky terkejut. 


"Tuan ini adalah orang tua dari gadis itu, Tuan," timpal si sekretaris dengan cepat. 


Wajah Arnold tiba-tiba terlihat gugup saat seorang pria yang datang bersama Rocky itu membahas tentang seorang gadis. 


"Gadis? Siapa yang kalian maksud?" tanya Arnold gugup. 


"Putri anda, Tuan. Nona Nabila Almira," jawab si sekretaris. 


"Nama gadis itu Nabila?" tanya Rocky yang memang belum mengetahui siapa nama perempuan pujaannya. 


"Untuk apa kalian mencari Nabila?" tanya Arnold sedikit meninggikan suara. 


Sikap Arnold tiba-tiba berubah setelah mengetahui bahwa adik kelasnya saat di sekolah dasar itu mencari sang putri yang sengaja dia sembunyikan. 


"Aku ingin menikahinya," jawab Rocky tanpa ragu. 


"Tuan, Anda serius ingin melanjutkan niat awal anda?" tanya si sekretaris yang tentu saja tidak percaya. 


"Aku mencintainya dan aku bersedia menerima apapun masa lalunya!" seru Rocky dengan yakin. 


"Kau mencintai putriku, Rocky? Tapi dia …." 


"Aku tidak peduli, Kak. Asal kau bersedia menyingkirkan anak h*ram itu. Aku akan tetap menikahinya. Aku juga akan memberikan imbalan padamu jika kau bisa membuat Nabila melupakan anak yang dikandungnya itu." 


"Kau serius, Rocky? Aku akan mendapatkan imbalan darimu?" tanyanya memastikan dengan binar bahagia. 


"Tentu saja, asalkan tidak ada satu orangpun yang tahu tentang masa lalu Nabila. Dia akan menjadi istriku, Nyonya Rocky Ariansyah."


__ADS_1


__ADS_2