
Seorang pria paruh baya baru saja bangun dari tidurnya. Pria itu semalaman menyesali segala perbuatan buruknya terhadap sang istri. Dia baru tertidur ketika ayam sudah berkokok dan matahari sudah menampakkan sinar mentari yang begitu menyilaukan. Pria itu tertidur dengan memeluk sebuah buku diary yang ternyata berisi tulisan tangan sang istri. Segala keluh kesah istrinya yang ternyata selama ini merasa hidup sendirian.
Kedua mata pria itu bahkan sampai bengkak karena terlalu lama menangis dan lelah akibat meratapi segala kebodohannya di masa lalu. Saat kedua mata itu terbuka, dia juga kembali membuka lembar demi lembar kertas bertinta emas yang semalam belum selesai dia baca.
_ Malam ini, aku kembali mendapatkan tindak asus*la dari seorang laki-laki. Dia yang baru saja menjadi suamiku tanpa belas kasih memp*rkosa aku yang masih trauma atas kejadian dulu yang menimpa. Meski dia melakukan ketika kami sudah sah menjadi pasangan suami istri, akan tetapi tindakannya yang kasar dan tanpa sedikitpun kelembutan membuat traumaku kembali merusak mentalku yang sudah susah payah aku perbaiki sendiri._
Rasa sesak kembali menghimpit sanubari pria itu. Air mata kembali berlinang di kedua mata yang sedikit keriput tersebut. Dia meraba kertas yang basah akibat setetes air mata yang jatuh ke sana.
"Maaf, Maafkan aku, Bila. Aku melakukan itu sebab mengira kamu tidak mau melayaniku karena kamu mencintai pria lain, pria yang sudah membuat kamu mengandung dan tidak mau bertanggung jawab itu." Rocky berucap seolang sedang berbincang dengan sang istri. Padahal, di tempat itu sama sekali tidak ada satupun orang.
Rocky kembali membuka lembar berikutnya. Sesak itu semakin membuat Rocky kesulitan untuk menarik napas. Pria yang sudah tidak muda lagi itu sedikit terisak.
_ Maafkan aku, Tuan Rocky. Tapi aku belum siap melanjutkan kehidupan dengan mental yang sudah hancur ini. Aku masih belum bisa melupakan Kemat*an anakku yang belum sempat aku lihat. Sejak saat itu aku merasa menjadi ibu yang buruk untuknya. Bagaimana bisa aku melanjutkan kehidupan dengan normal saat rasa sesalku karena kehilangannya masih membekas di hati_
"Maaf, Sayang. Aku yang sudah menyebabkan luka itu. Tapi, kamu tenang saja. Mulai saat ini, aku akan menjaganya untuk kamu. Walau jika kamu sudah tidak ada lagi sekalipun. Aku juga akan mencari pria bren*sek yang pertama kali menorehkan luka padamu!"
Rocky mengepalkan kedua tangannya saat membayangkan segala kesakitan yang di derita oleh istrinya selama ini. Dia sebagai suami bukan menjaga justru memberikan rasa sakit yang lebih besar lagi.
Rocky kembali membaca lembar lain yang kini sudah berganti dengan tinta merah. Entah kenapa tulisan itu sangat menarik perhatiannya.
_ Hari ini, setelah berpuluh-puluh tahun lamanya. Aku mendapatkan sebuah kabar yang mengejutkan dari Daddy, ayah kandungku itu tiba-tiba mengakui segala kesalahannya. Dia mengatakan bahwa anakku masih hidup dan dia memintaku mencarinya. Entah harus dari mana aku mencari anakku yang dulu masih bayi, hanya dengan berbekal sebuah petunjuk tempat dimana Daddy membuang anakku._
__ADS_1
Rocky membuka lagi lembar demi lembar. Meski dia tidak membaca semuanya, tetapi dia membaca segala yang menurutnya penting untuk mencari tahu tentang masa lalu istrinya itu.
_Beruntung sekali aku memiliki sahabat seperti Silvia. Dia dan keluarganya dengan senang hati membantuku mencari dimana keberadaan anakku sekarang. Dengan bantuan mereka, akhirnya aku menemukan dimana anak yang dibuang oleh Daddy 35 tahun silam. Dia, anakku, ternyata wanita yang dikenalkan sebagai menantu sahabatku sendiri. Saat aku mengulik lebih dalam tentang kehidupannya, betapa terkejutnya aku saat tahu bahwa anakku selama ini tinggal bersama ayah kandung serta ibu tirinya._
"Ayah kandung Adeline, berarti pria yang memp*rkosa Nabila adalah pria yang mengasuh anak itu selama ini?"
_ Awalnya aku merasa senang, meski Adeline tidak mendapatkan kasih sayang dari ibu kandung, tetapi setidaknya dia mendapat kasih sayang dan rasa cinta dari ayah kandungnya. Namun, ternyata aku salah. Pria itu, pria yang telah menorehkan luka mental padaku itu tidak memperlakukan putriku dengan baik._
"Tenanglah, Sayang. Aku akan membalaskan segala luka yang diderita kamu dan anakmu selama ini karena laki-laki samp*h itu. Aku janji, ini akan menjadi penebus atas dosaku kepada kamu dan ayahmu." Rocky menutup buku diary istrinya dan kembali menaruh di tempat semula dia menemukan benda tersebut.
Rocky turun dari ranjang tempatnya beristirahat. Pria paruh baya itu masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri dengan cepat. Setelah wajah sembabnya terasa sedikit segar, Rocky keluar dan segera memakai pakaiannya.
Pria itu keluar dari kamarnya dan kebetulan bertemu dengan Rihanna ketika mereka sama-sama akan turun ke lantai dasar.
"Kau mau kemana dengan dandanan seperti itu?" tanya Rocky tanpa menjawab sapaan sang putri.
Rihanna menatap penampilannya yang memang berbeda dari biasanya. Kali ini dia menggunakan celana jeans robek di bagian paha yang di padukan dengan kaos polos berwarna hitam serta jaket jeans berwarna senada dengan celananya.
"Aku, tentu saja memperjuangkan cinta," jawabnya tanpa menutupi apapun.
"Mamamu di rumah sakit, kenapa kau justru sibuk sendiri dengan urusan tidak penting itu, Rihanna? Tidak adakah rasa sedih di hatimu?" tanya Rocky dengan gelengan kecil.
__ADS_1
"Apa papa bilang? Tidak penting? Kak Nendra itu sangat penting di hatiku, Pa. Dia separuh jiwaku!" seru Rihanna tidak terima.
"Setidaknya urus dulu mamamu, Rihanna! Dia sendirian di rumah sakit."
"Kenapa harus aku? Suami mama itu papa! Aku memiliki urusan lain yang lebih penting."
Sebuah tamparan keras di layangkan Rocky yang tepat landing di pipi merah merona Rihanna. Pria itu sangat tidak suka dengan kekurang ajaran sang putri.
"Kau lahir dari rahimnya, Rihanna! Setidaknya jika kau tidak menyayanginya, perdulikan dia!" seru Rocky dengan suara lantang.
Pipi merah merona Rihanna yang awalnya hanya mengenakan blush on kini semakin merah akibat tamparan Rocky. Rihanna bahkan sampai memegang pipinya yang masih terasa kebas.
"Papa tega menamparku hanya karena mama? Papa berucap seolah-olah papa adalah suami yang baik! Padahal selama ini papa juga selalu menjadi contoh yang buruk untuk Rihanna, 'kan?"
Rocky terdiam saat mendengar ucapan sang putri. Dia juga sadar selama ini bukanlah suami dan ayah yang baik. Tetapi dia tidak menyangka bahwa putrinya akan menuruni sifat kejam dan psikopatnya itu.
"Rihanna, maafkan papa jika papa hanya menjadi contoh buruk untuk kamu. Tapi mulai saat ini, tolong buang segala sifat buruk kamu yang turun dari papa. Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari, Nak!"
Rocky sama sekali tidak ingin jika Rihanna melakukan apa yang dia lakukan dulu. Dia sadar bahwa selama ini hanya terobsesi pada Nabila, rasa yang dia miliki bukanlah cinta. Dia tahu, cinta tidak mungkin sekejam itu. Terbukti Nabila selalu ketakutan saat berhadapan dengannya selama ini.
"Rihanna tidak akan pernah menyesal, Pa! Rihanna akan tetap mendapatkan Kak Nendra, meski harus meleny*pkan kakak sia*an itu!" teriak Rihanna dengan congkaknya.
__ADS_1
"Kalau begitu, kamu akan berhadapan dengan papa kamu sendiri, Rihanna. Papa tidak akan membiarkan kamu kembali menyakiti mama kamu!" bentak Rocky memberikan peringatan.