Gairah Perawan Tua

Gairah Perawan Tua
Terlihat lebih tua dari usiamu


__ADS_3

Jika Rihanna sudah aman bersama Malik berbeda dengan ketiga pengawal yang sudah gagal dalam menjaga perempuan muda itu. Kini mereka sedang menundukkan kepalanya di hadapan seorang pria paruh baya yang masih terlihat gagah dan berwibawa. 


Mereka gemetar ketakutan saat melihat tatapan mata elang dari si pria yang merupakan pimpinan mereka. Sesekali mereka memberanikan diri untuk sedikit melihat ekspresi Rocky yang sempat membentak mereka. 


"Aku mempercayakan putriku pada kalian karena aku merasa kalian adalah anak buah terbaikku. Tidak aku sangka, kalian terlalu ceroboh sampai kehilangan dia di jalan. Seburuk inikah kemampuan kalian sebagai anggota terbaik RAP Group?" tanya Rocky dengan nada menekan. 


"Ma-af, Tuan. Kami akan mencari keberadaan Nona Rihanna sampai ketemu," jawab laki-laki yang pada saat kejadian duduk berdampingan dengan perempuan itu. 


"Memang harusnya seperti itu. Saya tidak mau terima alasan apapun. Secepatnya kalian harus menemukan keberadaan Rihanna!" seru Rocky dengan tegas. 


Pria paruh baya dengan pakaian rapi khas orang-orang yang memiliki jabatan tinggi itu bangkit dan berlalu pergi dari tempat itu. Meninggalkan ketiga orang yang masih belum bisa bernapas lega. Sebelum keberadaan Nona Muda mereka diketahui maka keselamatan mereka masih belum terjamin. 


Tuan Besar Rocky bisa kapan saja melakukan apapun untuk menghukum mereka, bahkan nyawa mereka pun bisa melayang kapanpun dan di manapun sesuka hati pria penguasa tersebut. 


"Kita harus mencari keberadaan Nona di mana?" tanya salah satu dari ketiga pengawal itu. 


"Kita telusuri dari tempat dimana Nona melarikan diri," usul salah satunya yang pada saat itu mengemudikan mobil. 


"Atau kita rentas CCTV di sekitar persimpangan jalan itu dulu. Kalau kita hanya menelusuri secara langsung, itu pasti akan sulit." 


Ketiga orang itu pun bekerja sama untuk mencari tahu keberadaan Rihanna. Semua cara mereka coba demi mendapat petunjuk atau titik terang tentang ke mana perginya sang nona. 


Laki-laki rupawan yang pada saat itu berada tepat di samping Rihanna yang paling merasa bersalah atas kelalaian mereka pada saat itu yang mengakibatkan perempuan yang seharusnya mereka jaga justru hilang tanpa jejak. 


Dia masih fokus pada beberapa Vidio hasil rentasan CCTV di sekitar tempat kaburnya Rihanna. Hingga salah satu Vidio menarik perhatiannya. Dia semakin menajamkan penglihatannya untuk memastikan bahwa perempuan yang ada di Vidio itu benar-benar sang nona muda. 


Di dalam Vidio tersebut terlihat seorang perempuan berlari dengan tergesa-gesa. Perempuan itu sempat menengok ke segala arah hingga tiba-tiba masuk ke dalam sebuah mobil mewah. 


"Nona masuk ke dalam mobil itu. Apakah Nona memang mengenal pemiliknya, atau hanya sekedar berusaha bersembunyi demi menghindari kita?" tanya Vernand yang merupakan pengemudi mobil pada saat kejadian. 

__ADS_1


"Aku tidak tahu. Tapi dari gerak-geriknya sepertinya Nona hanya berusaha bersembunyi, terbukti Nona sempat memastikan keadaan sekitar sebelum masuk ke dalam mobil tersebut," timpal Lano yang merentas CCTV di sekitar tempat kejadian perkara. 


"Lihat Plat mobilnya. Kita cari tahu dari sana!" 


Dengan keahlian mereka dan alat-alat canggih yang mendukung pekerjaan mereka akhirnya mereka pun menemukan keberadaan mobil yang sudah membawa nona muda mereka. 


"Mobil itu berada di sebuah pusat perbelanjaan kota. Kita harus gerak cepat!" 


Tanpa membuang waktu mereka bergegas berangkat menuju tempat dimana mobil itu berada. Vernand mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai. Hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit mereka akhirnya sampai. Ketiganya turun dari mobil yang kebetulan berada di satu basemen yang sama dengan mobil yang membawa Rihanna. 


Dari pada berputar-putar di pusat perbelanjaan yang tentunya sangat luas mereka pun memutuskan untuk menunggu di sekitar mobil itu. Mereka tidak mau kehilangan jejak lagi. Keselamatan mereka sedang berada di ujung tanduk jika tidak berhasil menemukan putri sang pemimpin. 


Hampir satu jam mereka menunggu, akan tetapi sang pemilik mobil tidak kunjung tiba. Mereka bertiga bahkan sampai frustasi karena takut gagal lagi untuk membawa pulang Rihanna. 


"Gimana nih, atau kita coba cari di mall saja?" saran dari salah satunya. 


"Kau pikir mall ini kecil? Jika kita mencari di atas dan ternyata Nona tidak ada, kita akan membuang waktu dan tenaga kita." 


"Sudahlah! Jangan berdebat. Aku pusing melihat kalian ribut terus." 


Saat ketiga orang itu sudah benar-benar frustasi sepertinya keberuntungan sedang memihak pada mereka. Sang Nona Muda berjalan dengan seorang pria di sampingnya. Perempuan itu seperti tidak sadar bahwa ketiga orang yang sedang mencarinya berada di tempat yang sama. 


"Itu Nona," ujarnya sambil menunjuk satu arah. 


"Kita langsung hampiri atau bagaimana?" tanya salah satu anggota. 


"Kita masuk mobil saja dulu. Tidak mungkin kita memaksa nona pulang bersama kita di tempat keramaian seperti ini." 


Mereka bertiga akhirnya kembali masuk ke dalam mobil. Ketiganya mengamati sang nona yang terlihat seperti sudah akrab dengan pria di sampingnya. 

__ADS_1


"Apakah itu pacar Nona?" tanya Vernand sambil menoleh pada kedua rekannya. 


"Kau coba rekam lalu kirimkan pada Tuan Besar!" perintah Lano yang langsung disetujui oleh keduanya. 


 Vernand mengabadikan momen sang nona yang sedang bersama dengan pria lain. Begitu selesai Vernand mengirimkan hasil rekaman itu kepada Rocky. 


Tidak lama kemudian ponsel Vernand berdering. Panggilan masuk dari Rocky membuat laki-laki itu sedikit ketakutan. Apakah mereka akan kembali terkena semburan api amarah dari sang bos. 


"Tuan Besar telepon," ucap Vernand memberitahu kedua rekannya. 


"Angkat saja!" perintah Lano yang masih fokus memperhatikan nona mudanya masuk ke dalam mobil. 


"Hallo, Tuan." 


" …. "


"Baik, Tuan. Saya akan melakukan sesuai dengan perintah anda," jawab Vernand sedikit takut-takut. 


"Ada apa?" tanya Lano setelah panggilan itu berakhir. 


"Tuan besar menyuruh kita mengikuti mereka tanpa menampakkan diri. Nona muda tidak boleh tahu jika kita mengikutinya," jawab Vernand seraya memasukkan ponsel ke dalam saku. 


Mobil yang ditumpangi oleh Rihanna lebih dulu melaju keluar dari area parkir pusat perbelanjaan tersebut. Mereka segera mengikuti dari jarak yang cukup aman. Seperti perintah dari Rocky bahwa Rihanna tidak boleh sampai tahu ataupun curiga bahwa mereka mengikutinya. 


Di dalam mobil yang berbeda Rihanna dan Malik sedang bergurau. Mereka sudah tidak lagi merasakan canggung satu sama lain setelah menyantap makan malam mereka. Sikap Malik yang menyebalkan di awal pertemuan mereka benar-benar hilang tanpa jejak. Laki-laki itu justru terlihat sangat perhatian dan penuh candaan. 


"Malik, terima kasih ya udah belanjain aku baju sebanyak itu," ujar Rihanna seraya menoleh ke jok belakang. Tempat dimana Malik meletakkan beberapa kantong besar berisi pakaian wanita. 


"It's okey, Kay. Aku enggak akan miskin hanya dengan membelikan kamu pakaian sederhana itu. Tapi aku heran, deh! Awal kita bertemu kenapa kamu terlihat lebih tua dari usiamu ya?" 

__ADS_1



__ADS_2