
Sepasang suami istri baru itu terhanyut oleh ciuman yang semakin lama semakin menuntut. Malik sudah terbawa suasana dan akhirnya membalas serangan Rihanna di bibirnya. Mereka saling menyes*p, melu*mat, serta memainkan lidahnya masing-masing.
Rihanna masih asyik dengan tangan kiri yang melingkar di pinggang Malik, sedangan tangan kanannya memainkan benda pusaka yang masih tegak menantang di bawah sana. Mereka benar-benar lupa akan surat perjanjian yang telah mereka sepakati untuk tidak ada kontak fisik di antara mereka.
Beberapa saat kemudian Malik mengerjap saat kesadarannya sedikit pulih. Laki-laki itu mendorong pelan tubuh istrinya yang juga sudah sama-sama basah. Hanya saja yang membedakan Rihanna masih mengenakan pakaian lengkap. Sedang dirinya sudah polos tanpa sehelai kain pun.
"Ke-napa?" tanya Rihanna heran.
Kedua netranya sudah berkabut gair*h yang membara. Rihanna benar-benar sudah tidak peduli dengan kertas perjanjian itu. Baginya saat ini yang terpenting adalah bagaimana caranya terlepas dari hawa panas yang saat ini menyiksanya.
"Kita tidak boleh melakukan ini, Kayla." Malik menjauh dan segera mengambil handuknya.
Di luar dugaan, Rihanna justru merebut paksa handuk yang hendak di pakai oleh Malik. Wanita itu membuang jauh-jauh kain tersebut agar tidak terjangkau oleh tangan sang suami.
"Kayla. Sadarlah!" bentak Malik tetap berusaha mengendalikan diri.
Dia tidak ingin ada penyesalan yang dirasakan oleh Rihanna jika dia melakukan hal tersebut. Jelas di sini yang akan merasa dirugikan adalah istrinya. Sejak awal mereka sudah sepakat untuk tidak melakukan apapun selain berpura-pura menjadi pasangan yang harmonis di depan orang tua Malik.
"Ayolah, Malik! Aku sudah tidak tahan."
"Kamu kenapa? Jangan-jangan kamu juga minum ramuan buatan mami," tebak Malik yang tiba-tiba terpikir kenapa mereka bisa menjadi seperti ini.
"Aku tidak peduli, Malik. Sekarang … aku. Sentuh aku, Malik!" perintah Rihanna kembali menerjang sang suami.
"Kamu yakin? Tidak akan menyesal?" tanya Malik memastikan.
Rihanna mengangguk cepat. Dia sudah benar-benar tidak tahan dengan gejolak yang semakin membara. Malik tersenyum ketika mendapat persetujuan dari sang istri. Laki-laki itu membantu sang istri untuk melepaskan semua pakaiannya. Mereka melakukan kegiatan panas untuk pertama kalinya di bawah guyuran air dingin.
*****
__ADS_1
Sementara itu, di mobil seorang wanita paruh baya sedang tertawa senang. Sang suami yang duduk di sampingnya sampai merasa heran dengan tingkah aneh istrinya. Beberapa kali pria itu menggeleng saat melihat sang istri menyeringai penuh kepuasan.
"Kamu kenapa, sih, Mi?" tanya Ibrahim kepada Riani, istrinya.
"Tidak apa-apa, Pi. Mami cuma sedang membayangkan kita akan segera memiliki cucu," jawabnya masih dengan raut wajah berbinar.
"Aku curiga, kamu melakukan sesuatu pada mereka, yah!" tuduh sang suami dengan tatapan menyelidik.
"Tidak, Pi," bantah Riani enggan mengakui.
"Kalau kamu tidak mau mengaku, papi akan putar balik dan kembali ke apartment mereka." Ibrahim mengancam sang istri agar wanita itu mau mengaku.
"Jangan, Pi. Biarkan mereka menikmati momen indah malam pertama. Jangan kacaukan rencana mami!" serunya melarang dan tanpa sadar keceplosan.
"Nah, kan! Kamu mengerjai mereka, ya!"
"Kamu ini, Mi. Kasihan mereka pasti kualahan karena ramuan itu."
"Itu ramuan yang sama seperti ketika kita baru menikah, Pi. Sampai kita mendapatkan Malik tanpa menunggu waktu yang lama. Kata ibuku, itu mujarab." Riani tersenyum nakal.
*****
Kembali pada sepasang pengantin baru yang kini sudah berpindah tempat. Merasa kamar mandi terlalu sempit untuk mereka bergerak. Mereka akhirnya pindah ke ranjang empuk. Malik mulai kualahan menghadapi sang istri yang sedang asik berada di atasnya.
Wanita cantik yang sudah polos tanpa sehelai kain itu mend*sah tidak karuan saat merasakan kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan. Dia masih menggerakkan pinggulnya dengan irama yang semakin cepat. Malik mengerang saat merasakan ada sesuatu yang menyembur di bawah sana. Rihanna juga tiba-tiba menghentikan kegiatannya tadi.
Setelah mendapat klim*ks tubuh Rihanna terasa lemas. Wanita cantik yang telah menjadi istri seutuhnya itu menjatuhkan diri di atas tubuh kekar suaminya. Membiarkan kepalanya bersandar di dada sixpack itu. Napas mereka masih memburu.
Karena kelelahan keduanya tertidur masih dengan posisi semula. Mereka saling memeluk satu sama lain. Hanya selembar selimut tebal yang menutupi tubuh polos mereka.
__ADS_1
Matahari sudah mulai menyapa, menunjuk kegagahannya menghangatkan bumi yang sempat turun hujan saat dini hari tadi. Seorang pria merasakan ada sesuatu yang menindihnya. Tubuh atletis itu terasa sangat sulit digerakkan. Laki-laki itu pun memaksa membuka kedua matanya yang masih sangat mengantuk.
Mata elang itu membulat sempurna saat melihat ada rambut panjang yang menutupi penglihatannya. Malik berusaha menyingkirkan rambut itu dengan perlahan. Terkejut, itulah yang dirasakan oleh Malik. Bagaimana tidak, dia bangun dengan keadaan ada seorang wanita tertidur di atas tubuhnya.
"Kayla. Kenapa dia ada di sini?" tanya Malik bergumam.
Malik ingin segera bangkit dari posisinya. Namun, itu tidak mungkin. Jika dia melakukan itu, tidur Rihanna tentunya akan terganggu dan wanita itu pasti akan mengamuk jika mengetahui tentang hal itu.
"Enggak. Kayla tidak boleh tahu tentang ini!"
Malik benar-benar kebingungan. Dia mengira apa yang terjadi semalam hanyalah mimpi. Namun, ternyata hal itu benar-benar terjadi. Lalu harus bagaimana dia menjelaskan kepada Rihanna tentang kejadian semalam.
"Eugh," lenguhan lirih terdengar dari bibir wanita yang berada di atas tubuh Malik.
Lenguhan itu tentu saja membuat Malik semakin panik. Laki-laki itu tanpa sadar menggerakkan tubuhnya. Pada akhirnya, apa yang di khawatirkan oleh Malik terjadi. Rihanna terbangun dari tidurnya.
Tidak mau disalahkan, Malik kembali menutup matanya. Laki-laki itu masih belum siap jika harus mendengar amukan sang istri yang pasti tidak terima dengan apa yang sudah terjadi.
Ketika membuka mata, Rihanna pun tidak kalah terkejut. Wanita itu buru-buru turun dari tubuh Malik. Tanpa membuang waktu, Rihanna berlari ke kamar mandi saat melihat tubuh yang polos.
"Dia tidak mengamuk?"
Malik membuka mata untuk memeriksa sang istri yang tadi langsung berlari ke kamar mandi. Suara pintu yang terbuka membuat Malik kembali memejamkan matanya. Meski sebenarnya dia masih dapat melihat melalui celah kecil matanya yang tidak terpejam sempurna.
Rihanna terlihat menggunakan handuk, berjalan berjinjit menuju pintu kamar. Di tangannya juga memegang setelan pakaian yang semalam dikenakan. Malik sedikit heran karena istrinya itu tidak mengamuk saat tahu mereka sudah melakukan penyatuan.
Setelah kepergian Rihanna dari kamarnya, Malik kembali membuka mata. Laki-laki itu bangkit lalu berjalan menuju cermin yang berada di samping lemari pakaiannya.
"Astaga. Kayla begitu ganas sampai meninggalkan noda merah di seluruh tubuhku!" pekik Malik dengan kedua mata membola.
__ADS_1