
Nada memejamkan matanya, bahkan satu ungkapan Radit menjawab sudah segala pertanyaan yang merasuk dalam benaknya.
Nada mendongak dan menatap ke arah Radit dengan tenang, netranya berbinar dan menyiratkan perasaan yang bahagia.
"Musuh yang bagaimana yang kamu maksud?" tanya Nada dan dijawab dengan kekehan Radit yang menggemaskan.
"Dear, MRD group bukan perusahaan yang biasa. Banyak sekali yang menginginkan bekerja sama, bahkan menginginkan kehancuran. Ada juga yang ingin menjalin lebih dekat dengan cara yang kotor, salah satunya dengan mengalihkan perhatianku. Atau menyakiti orang yang berada di sekitarku, maka dari itu aku ingin kamu menjaga diri. Jangan menampakkan dirimu, aku sangat mengkhawatirkanmu," ucap Radit sambil mengusap wajah Nada dengan penuh sayang.
Nada memejamkan matanya. Hatinya terasa disiram bongkahan es yang kemudian membuatnya menjadi dingin dan tak lagi merasakan emosi.
"Jadi aku harus selalu bercadar?" tanya Nada sambil menatap wajah Radit yang tampan dan sangat mempesona itu.
"No, hanya saat tertentu saat kau bersamaku. Ada kalanya kau adalah Nada pemilik Sheyna bontique," ucap Radit. Nada memejamkan matanya lagi, merasakan deguban jantung yang tak beraturan. Dia sangat bahagia.
"Mereka tadi salah satu musuh?" tanya Nada mencoba memperjelas sesuatu yang masih menyisakan tanda tanya dalam benaknya.
Hidupnya yang dulu selalu berada dalam jangkauan bayangan Amara belum bisa memahami hal ini secara mendetail. Hanya saja Amara selalu mengatakan harus berhati-hati, dan sebaiknya tidak menampakan diri. Nada memejamkan matanya, nyatanya menjadi orang kaya tak setenang yang dia pikirkan. Banyak ancaman yang datang.
"Hem, aku rasa mereka penasaran denganmu, mereka ingin tau siapa dirimu," ucap Radit sambil meraih kembali Nada untuk mendekat ke arahnya. Nada sedikit mencelos, apa artinya keamanannya terancam? Pikirnya.
__ADS_1
"Jadi apa ini juga yang membuatmu menyembunyikan status pernikahan kita?" tanya Nada lagi.
Radit mengangkat tubuh ramping Nada, Nada mengalungkan tangannya di leher Radit. Aish, entahlah. Walau nyawanya terancam sekalipun, atau tak diumumkan statusnya sekalipun di publik. Asal Radit selalu seperti ini sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. Mau publik tau atau tidak, yang jelas dirinya sudah sah menurut hukum agama dan negara menjadi seorang istri dari Marvel Raditia Dika.
Radit membawa Nada mendekat ke arah ombak, menikmati keindahan pantai yang sangat menyilaukan mata.
"Apa perlu aku menjawab? Kamu itu akan besar kepala saat aku mengatakan iya," ucap Radit kemudian melangkahkan kaki.
Nada tersenyum dan menikmati pemandangan kemana Radit membawa dirinya menyusuri pantai. Keduanya tampak romantis dan bahagia.
"Apa aku boleh terbang? Kamu tau, kamu sangat misterius, bahkan ternyata semua yang kamu lakukan adalah upaya untuk melindungiku." Nada mengusap wajah tampan suaminya.
"Jangan, aku tidak punya banyak waktu untuk mencarimu jika kamu terbang dan lupa arah jalan pulang," ucap Radit, Nada terkekeh pelan.
"Yang," Nada menatap Radit dengan penuh cinta.
"Hem,"
"Terimakasih telah memberikan cinta yang indah untukku, terimakasih telah memberikan warna yang membuat hidupku bagaikan di surga," ucap Nada.
__ADS_1
Radit memejamkan matanya, pantaskah dia mendapat ucapan terimakasih itu? Bahkan Radit yang seharusnya berterimakasih karna Nada mau menerima segala kekurangan yang dimilikinya. Bersabar dan selalu memberikan pengertian tentang segala hal baik.
Radit berubah melow, di tariknya Nada dalam dekapan hangatnya. Lama dirinya tak pernah mendapat pelukan hangat dari seorang ibu. Bertemu Nada membuat energi tersendiri sehingga dirinya mampu berdiri tegak hingga sampai saat ini.
"Aku yang seharusnya berterimakasih, kau wanita terindah untukku. Mengganti segala keburukan yang telah aku lalui. Kamu harus berjanji untuk selalu berada di sampingku sampai kapanpun," ucap Radit pelan. Nada memejamkan matanya, sesak dan haru bercampur dalam benaknya.
"Dear,"
"Hem,"
"Bulan depan adalah usiaku ke 28, bolehkan aku meminta hadiah darimu?" tanya Radit.
"Semua untukmu, apa yang kamu mau?" tanya Nada sambil melepaskan pelukan Radit. Nada memandang ke arah Radit dan tersenyum.
"Aku mau kamu memberikan kabar bahagia, memberi tau aku bahwa ada kehidupan di sini," ucap Radit sambil mengusap pelan perut datar Nada.
Deg
Jantung Nada mendadak berdetak tak beraturan, Nada memejamkan matanya. Dia harus bagaimana? Bukankah semua kehendak Tuhan?
__ADS_1
"Hasil akhir biar Tuhan yang memberikan, yang penting kita usaha setiap hari,"😝😝 ucap Radit dan mampu membuat Nada tersenyum geli.
❤❤❤❤