
"Keluargamu, keluargaku bahkan pak penghulu sudah berada dirumahmu. Mereka akan menyaksikan pernikahan kita," ucap Vino.
Micel membelalakan matanya. Bukankah ini yang sempat membuatnya kecewa pada Vino. Bahkan saat ini Vino menepati janji, bahkan dengan pernikahan kenapa dia juga masih meragukannya?
"Kakak pikir aku setuju? Bahkan aku tidak percaya lagi dengan ucapanmu, sebenarnya apa yang membuatmu terburu? Aku rasa tidak ada tatapan cinta padaku dari matamu Kak!" sentak Micel.
Vino memejamkan matanya, memang benar apa yang dikatakan oleh Micel, dia tidak mencintai wanita itu. Bahkan dia berharap akan ada cinta diantara dia dan Micel nanti. Benarkah seperti itu? Kehilangan Alexa Asyla adalah hal yang menyakitkan. Menerima kenyataan bahwa Nada telah menikah juga memberikan sedikit kecewa. Lalu sebenarnya apa alasanya menikahi Micel secepat ini? Menjaga, kecewa, atau pelarian?
"Aku akan mencobanya setelah kita menikah," ucap Vino.
Micel meneteskan air mata, mencoba? Jadi apa hanya dia yang mengagumi sosok tampan ini? Bahkan memang hanya Vino yang mampu dia ingat, meski tidak banyak memori. Apa kenyataanya seperti ini?
"Tidak, jangan gila Kak! Kakak pikir aku apa? Kakak pikir aku bahan percobaan, akan menikah dengan orang yang jelas-jelas tidak memiliki cinta untukku? Bahkan, tak ada alasan yang layak untuk aku menerima pernikahan denganmu," sentak Micel sambil mengusap air matanya.
Vino memejamkan matanya, entah perasaan yang bagaimana yang menghujam hatinya saat ini. Yang jelas Vino merasakan sesak mendera hatinya.
Jika Micel menolak, lalu bagaimana cara dia menjaga wanita ini? Bagaimana cara dia melindungi Micel yang terlanjur masuk dalam dunia masa lalunya? Mengatakan pada Radit dan keluarganya jika dia mantan Mafia agar Micel dijaga mereka? Bukankan akan menyakitkan lagi nantinya? Bukankah dia malah melibatkan banyak orang? Lagi pula, sudah pernah mencoba jujur pada Asila waktu itu, tapi bukanya dimengerti dan diterima. Asila malah dilarang oleh keluarganya untuk berhubungan dengannya, dan entah dimana wanita itu setelah insiden kecelakaan yang menimpanya. Meninggal dunia atau berada dimana. Sepertinya Vino enggan melakukan kesalahan yang sama.
"Sudah aku bilang, aku tidak membutuhkan persetujuan darimu, Nona Micela Adelia," ucap Vino sedikit meninggikan suaranya.
Micel terdiam dan menatap ke arah Vino, netranya juga melirik Nicho yang berdiri di dekat mobil. Entah, kedua orang ini sama sama mempunyai tarikan daya yang membuat kepalanya berdenyut sakit. Tapi kenapa mereka seakan tak mau menceritakan padanya memori apa yang ada pada mereka? Micel memejamkan matanya hingga sebuah panggilan, masuk pada ponselnya.
__ADS_1
Micel mengambil ponselnya dan menatap layar yang menampilkan nama kontak kakaknya. Segera Micel mengangkatnya dan mendengarkan suara di sebrang.
"Halo Kak, Asalamuaalaikum," sahut Micel.
"Waalaikumsalam, Micel. Kamu dan Vino kemana? Kami harus menunggu berapa lama lagi? Bahkan para wartawan sudah berada di depan sana. Sebenarnya kalian jadi menikah atau tidak?" ucap Radit sambil merangkulkan tanganya pada Nada yang berada di sampingnya.
Micel memejamkan matanya, jadi yang dikatakan Vino benar? Lalu, apa dia harus melanjutkan acara itu, atau mengganggalkan acara yang disambut bahagia oleh kedua keluarga?
"Aku..." belum sempat Micel menjawab Vino mengambil alih ponsel Micel.
"Kami akan segera datang, Kakak Ipar," sahutnya dengan elegan kemudian menutup ponsel dan menyerahkan pada Micel.
"Tak ada banyak waktu nona. Masuklah ! Jangan memperlambat," ucap Vino. Tanpa menjawab, Micel segera masuk.
ππ
Radit menatap ponselnya yang sudah tidak tersambung, kemudian dia menatap Nada dengan tersenyum.
"Vino sepertinya bisa diandalkan, jika aku tidak bisa membahagiakan Micel di masa lalu, aku harap Vino bisa membahagiakannya di masa depan," ucap Radit sambil mengusap perut Nada.
"Amin, kita doakan yang terbaik untuk mereka Yang," ucap Nada.
__ADS_1
Nada dan Radit di minta Vino untuk mempersiapkan segala sesuatu yang menyangkut pernikahan. Hingga saat ini peenikahan mereka sudah di depan mata. Nada merasa lega, pada akhirnya hubungan suaminya dan Vino sudah kembali seperti sedia kala.
"Dear," Radit menatap Nada dan memegang kedua bahu orang yang sangat dicintainya itu. Nada mendongak dan menatap suami tampannya. Dia berharap akan baik baik saja ke depan, meski jejak masalalu suaminya adalah seorang casanova.
"Hem," sahut Nada sambil mengusap wajah Radit yang halus tampa bulu bulu ituπ.
"Boleh aku minta sesuatu?" tanya Radit dengan tenang.
"Apa? Cinta? Sudah dipastikan cintaku hanya untukmu," ucap Nada dengan bahagia.
"Aku tau itu, dan kali ini aku tidak meminta cinta." ucap Radit.
"Lantas?" tanya Nada.
"Dear, aku kepengen makan seblak. Seblak pedas yang di masak sama kamu," rengek Radit .
Nada menautkan alisnya, disaat banyak makanan di bawah suaminya minta seblak? Astaga, kenapa tidak tepat waktu sekali? Di bawah ada acara apa iya dia harus membuatkannya? Kenapa dia yang hamil malah Radit yang Ribet?
ππππ
Walau kisah cintanya milik Vino Micel, Nada Radit tetap ada ya, dengan segala ke uwuan ππππ
__ADS_1