Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 2. Menikahlah denganku


__ADS_3

Disaat yang bersamaan, matanya terasa ditutup seseorang dari belakang. Micel merasakan debaran jantung yang tak beraturan? Siapa dia? Micel memejamkan mata indahnya. Tangannya terulur memegang tangan yang kini ada di matanya.


"Siapa?" tanyanya. Tak ada sahutan, bahkan tempat ini begitu sepi. Mama Mira dan nenek Amy telah kembali ke dalam. Siapa dia? Micel merasakan nyawanya terancam, dengan Reflek Micel menekan siku ke belakang sehingga membuat pukulan yang keras dan membuat orang di belakangnya reflek melepaskan tangannya.


Micel memutar langkahnya, menghadap ke arah manusia yang kini sedikit merasa kesakitan itu. Micel terkejut dan menutup mulutnya. Tidak disangka, Vino menatapnya dengan sorot mata tajam sambil memegang dadanya yang mungkin terasa nyeri.


Keduanya saling berpandangan, Micel menatap Vino dengan panik.


"Kakak," ucapnya sambil melepaskan tanganya dari mulutnya. Netranya menatap ke arah Vino yang membawa buket bunga yang indah di tangan kirinya.


Micel memejamkan matanya, bingung dia harus apa, pasalnya tak ada pikiran jika yang menutup matanya adalah Vino. Micel tersenyum dan menatap Vino dengan canggung.


"Maafkan aku Kak, aku tidak tau kalau kakak yang mencoba memberiku kejutan," ucapnya sambil nyengir. Vino tampak sedikit sewot, netranya menatap Micel dengan heran, bagaimana bisa Micel melakukan pukulan sekuat itu? Tenaga Micel tak bisa di remehkan. Apa dia menguasai ilmu bela diri?

__ADS_1


Vino menatap Micel dari unjung kepala sampai ujung kaki, rasanya tidak percaya jika gadis feminim itu bisa melakukannya. Sepertinya Micel hanya kebetulan melakukan itu


"Kau pikir aku penjahat? Mana ada penjahat yang mau menculik gadis jelek sepertimu," ucap Vino ketus. Micel membelalakan matanya dan menatap Vino dengan geram. Apa-apaan ini, setelah dirindukan dan muncul di dedepannya, kenapa dia malah dibuat geram?


Gadis jelek? Helow bemarkah begitu? Micel menatap ke arah Vino dengan sorot mata tidak terima. Rasa dongkol menguasai otaknya, dia bilang mau melamar, lalu sejelek itukah diri Micel di benaknya? Micel menggeleng pelan dan menatap ke arah Vino dengan jengkel.


Micel mendorong tubuh Vino dan hampir saja melangkah pergi. Akan tetapi, Vino menarik lengan Micel untuk tetap berada di tempat itu. Untuk mencapai ke tempat ini sangat sulit untuk dia lakukan, di luaran sana banyak sekali mata mata yang mengikutinya. Sepertinya dia harus segera bisa menikah dengan gadis di depannya ini. Cinta? Oh, tidak sedalam itu, Vino hanya bermaksud untuk menjaga keamanannya.


"Tetap berdiri di tempatmu dan jangan melangkah sesikitpun," ketus Vino.


Deg, suara Vino terdengar sangat dingin dan menakutkan. Baru kali ini Micele mendengar suara yang seperti ini keluar dari mulut Vino. Secara reflek Micel berhenti melangkah dan memutar langkahnya ke belakang. Netranya menatap ke arah Vino dengan sorot mata tajamnya.


"Aku punya hak untuk pergi, bukankah Kakak tidak butuh gadis jelek sepertiku?" tanya Micel dengan tegas. Vino menghela napas panjang, sepertinya dia salah bicara. Vino yang merasa gadis itu sedang emosi tampak memejamkan matanya. Hais, harus berurusan dengan gadis kecil membuatnya repot.

__ADS_1


"Lalu apa kau merasa cantik?" tanya Vino sambil menyerahkan buket bunga, dia mencoba mencairkan suasana.


Micel menatap ke arah bunga cantik itu dan menatap Micel bergantian. Micel hanya terdiam, entah kenapa berada di depan Vino membuatnya tak mampu untuk menjawab apapun.


Vino melangkah maju dan menatap Micel dengan tenang, tujuanya ingin melindungi gadis di depannya. Gadis menyebalkan yang selalu menganggunya. Akan tetapi, entah kenapa, beberapa kali melihat sorot mata indah Micel membuat dirinya terbuai.


"Micel, biarkan aku ikut ke rumahmu, aku ingin bertemu dengan keluargamu saat ini juga," ucap Vino.


Micel menautkan kedua alisnya, ke rumah sekarang? Apa benar?


"Aku ingin melamarmu, menikahlah denganku dan hidup bersamaku," ucap Vino lagi. Ucapan Vino membuat Micel tercengang kembali, bahkan untuk menelan salivanya saja terasa susah.


🎀🎀🎀🎀

__ADS_1


__ADS_2