Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 147


__ADS_3

"Di hukum?" tanya Nada sambil menatap suaminya dengan mesra. Radit hanya memandang wajah cantik itu dengan tenang diiringi senyuman indah yang menawan.


"Hem, dihukum dengan hukuman yang amat sangat tidak bisa dilupakan," ucap Radit sambil mengusap pelan puncak kepala Nada.


"Apa?" tanya Nada sambil tersenyum-senyum jahil.


"Nanti dulu, sekarang ini aku mau bertemu dengan dokter kandungan. Aku ingin mendengar penuturannya kalau buah cinta kita berdua baik-baik di sini," ucap Radit sambil mengusap pelan perut datar Nada. Nada menggenggam tangan Radit yang ada di perutnya.


"Hem, bahkan aku juga ingin mendengarnya Yang." Nada berkata.


"Okey, kau diamlah. Aku akan memanggil dokternya kesini," ucap Radit. Radit memencet sebuah tombol, tak berselang lama, Dokter Erika masuk dengan tersenyum ke arah Nada dan juga Radit.


"Selamat sore Nona Nada dan Tuan Marvel," sapa dokter itu dengan senyuman yang merekah di bibirnya.


"Sore Dok," jawab Nada dengan senyuman yang mengembang di bibirnya juga.


"Alhamdulilah Nona Nada sudah sadar, sebaiknya jangan terlalu kecapean dan terlalu banyak pikiran," ucap Dokter Erika sambil mendudukan bokongnya di kursi kemudian meletakan peralatan di atas meja.


"Apa ada yang serius sehingga istri saya sampai pingsan Dok?" tanya Radit antusias.


"Tidak juga, itu karna Nona Nada kelelahan saja. Banyak istirahat dan jangan beraktifitas yang berat dulu," ucap Dokter Erika panjang lebar dan diangguki Radit dan Nada.


Radit memejamkam matanya, tentu saja Nada kecapean. Bahkan dia mengurusi segala sesuatu untuk adiknya.


"Berbaringlah Nona, saya akan memeriksa keadaan anda," ucap Dokter Erika. Nada segera berbaring dan menatap ke arah Dokter Erika.


Dokter Erika segera melakukan pengecekan pada Nada.


"Jadi usia kandungan Nona Nada memasuki tiga minggu. Itu artinya sudah masuk kepada trimester pertama. Pada trimester ini, kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness alias mual berulang. Jadi Nona Nada bisa mengatasinya dengan minum teh hangat, atau bahkan istirahat yang cukup," ucap Dokter Erika.


Nada mengangguk, memang akhir-akhir ini dia merasakan apa yang disebutkan Dokter Erika.


"Memasuki masa kehamilan, Bumil disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat, menjaga badan agar tetap kuat," ucapnya.


"Alhamdulilah juga, kondisi janin begitu baik. Jika Nona Nada mengalami gejala mual dan sebagainya di trimester pertama ini. Maka di trimester kedua akan berkurang dan Nona Nada akan merasa lebih sehat," ucap Dokter Erika sambil memberikan beberapa vitamin pada Nada.

__ADS_1


"Konsumsi vitamin ini," ucap Bu


"Ada yang ditanyakan?" tanya Dokter Erika sambil tersenyum.


Nada menggeleng, dia pikir akan menanyakan nanti jika ada masalah. Berbeda dengan Nada, Radit tampak menyimpan sejuta pertanyaan di benaknya.


"Maaf Dok, dari pada saya penasaran saya mau bertanya," Radit tersenyum kaku sambil mengusap pelan rambutnya yang tidak gatal. Radit melirik Nada ragu kemudian memandang Dokter Erika lagi.


"Iya, apa yang ditanyakan Tuan?" tanya Dokter Erika dengan tenang


"Apa masih boleh kami berhubungan di trimester pertama ini?" tanya Radit tampak malu, Nada tampak mengernyitkan dahinya. Astaga kenapa pertanyaanya seperti ini?


"Berhubungan?" tanya Dokter Erika. Radit menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Iya, masak begitu saja tidak paham," ucap Radit sambil nyengir kuda.


Nada membelabakkan matanya, merasa malu di depan Doter Erika karena mendengar ucapan Radit. Dokter Erika tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Boleh saja melakukan hubungan suami istri, asalkan dengan batas wajar. Kehamilan bukan sebuah penghalang bagi ibu hamil untuk berhubungan intim dengan pasangan. Hubungan  intim aman dilakukan selama kondisi kandungan baik-baik saja," ucap Dokter Erika sambil memberikan buku KIA pada Nada. Radit mengangguk. Nada melirik suaminya.


"Kira-kira berapa hari yang boleh dalam seminggu ya Dok?" tanya Radit. Nada memejamkan matanya, mungkin saat ini wajahnya merah merona.


"Pada kehamilan yang normal, tidak ada alasan untuk menghentikan aktivitas seksual, selama Anda nyaman melakukannya silahkan saja itu tergantung dari ibu Nada. Jika Nona Nada dalam keadaan baik ya sah sah saja," celetuk Dokter Erika sambil memandang Radit. Radit menganggukkan kepalanya.


"Kalo begitu kami pamit dulu Dok, terimakasih atas pelayanan nya," ucap Mada sambil tersenyum.


"Sama-sama, Nona, Tuan. Semoga lancar selalu sampai melahirkan," doanya pada Nada dam diamini Nada.


"Amin," sahutnya. Nada dan Marvel beranjak dari duduknya kemudian berjalan beriringan menuju ke luar ruangan.


Radit tampak tersenyum-senyum memandang Nada kemudian membuka pintu ruangan untuk istrinya.


"Kenapa tersenyum?" tanya Nada.


"Hanya bahagia. Apa tidak boleh?" tanya Radit. Nada terdiam, kemudian keduanya berjalan ke kamar Micel.

__ADS_1


"Kenapa bertanya seperti tadi? " Nada mencoba mengintrogasi.


"Aku hanya ingin tau saja, tadinya aku pikir aku tidak boleh melakukannya. Tapi sekarang aku sudah faham," jawab Radit sambil tersenyum.


"Jangan lupa, kamu harus dihukum sekaligus menerima hadiah nanti," ucap Radit sambil menatap ke arah Nada. Nada menatap Radit sambil menggelengkan kepalanya.


"Jangan bebarengan," rengek Nada.


"Kenapa begitu?" tanya Radit tak mau kalah.


"Mana sanggup kalau langsung Yang, aku capek Nanti," sanggah Nada manja. Radit terkekeh pelan dan menatap ke arah istrinya. Menatap Nada penuh cinta. Sungguh, Radit sangat mencintai Nada.


"Hadiahnya apa Yang?" tanya Nada.


"Nanti kamu akan tau, sebaiknya kita pulang sekarang. Tetapi kita pamit dulu pada nenek dan kakek juga mama di kamar Micel." ucap Radit. Nada mengangguk pelan.


"Tapi aku kebelet ke toilet, mau antar dulu?" tanya Nada sambil tersenyum.


"Ayo aku antar," ucap Radit.


"Aku bercanda Yang, aku bisa sendiri," ucap Nada.


"Tapi aku mau menemanimu," ucap Radit.


"Oke kalau begitu, sepertinya kamu takut sekali aku tersessat," canda Nada.


"Memang, kamu terlalu berharga Nona," ucap Radit sambil mengusap pelan pipi mulus Nada.


Mereka berdua berjalan ke toilet. Nada segera masuk, sedangkan Radit mengangkat ponselnya yang tiba-tiba mendapat panggilan. Radit sedikit menjauh dari kerumunan.


Tak berapa lama kemudian, Nada yang sudah selesai dari toilet mencari keberadaan Radit di luar. Akan tetapi, Nada tak menemukan keberadaan Radit. Nada berjalan menyusuri lorong, hingga sebuah tangan menutup matanya dan membawanya minggir.


"Yang, ini kamu? kamu mau memberi kejutan apa sih?" tanya Nada penasaran. Tak ada jawaban. Akan tetapi tangan itu masih menutup matanya, membawanya entah kemana.


"Yang, ini mau kemana?" tanya Nada lagi dan lagi lagi tidak ada sahutan.

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2