
"Hasil akhir biar Tuhan yang memberikan, yang penting kita usaha setiap hari,"😝😝 ucap Radit dan mampu membuat Nada tersenyum geli.
"Kamu benar, kita harus banyak berikhtiar, mau berapa kali?" tanya Nada seakan menantang dan membuat Radit seakan tak mau kalah.
"Tanpa henti, semalam suntuk," jawabnya ambigu.
"Yakin tidak kecapean?" tanya Nada menyakinkan.
"Aku akan membuatmu kelelahan," ucapnya. Nada terkekeh.
"Aku juga akan membuatmu tak sanggup lagi," jawab Nada.
"Menurutlah setiap gerak yang aku lakukan," ucap Radit.
"Pasti, pasti aku akan menjadi makmum yang baik dalam ikhtiar nanti malam, semalam suntuk jangan berhenti. Kita shalat berjamaah," ucap Nada kemudian melangkah pergi.
Radit membelalakkan matanya, tak terima dengan jawaban Nada. Dia mengejar langkah Nada yang mulai menjauh darinya.
"Dear, bukan itu," protesnya.
__ADS_1
Nada seakan tak mau tau dan berlari menjauh dari Radit. Radit mengejarnya, setelah dekat dengan Nada. Radit menyambar tubuh Nada dan memanggul tubuh Nada di pundaknya. Nada tertawa renyah dan terdengar nyaring di lautan yang sangat sepi. Memang Dani sengaja memboking agar tidak ada satu orang pun yang masuk.
"Kenapa aku rasa Tuan Radit yang sombong dulu telah hilang, tergantikan dengan manusia menyebalkan yang begitu posesif dan sangat pintar menggombal," celetuk Nada sehingga membuat kekehan kecil di mulut Radit.
"Itu karna manusia sombong itu menemukan penawar dari kesombongannya," jawabnya.
Radit terus berjalan membawa Nada ke pinggir, ia menurunkan Nada dan mendudukkan Nada di batu yang besar. Radit berdiri di depan Nada, tetapi tinggi mereka sejajar. Nada menatap suaminya dengan penuh cinta. Mereka tampak bahagia.
"Hal benar yang ku lakukan dalam hidup adalah saat aku memberikan hatiku kepadamu, orang spesial untukku," ucap Radit sambil menempelkan dahinya di dahi Nada.
Nada memejamkan matanya, meresapi setiap kata dari mantan Casanova yang selalu membuatnya terbuai.
😀😀😀🙈
Di sebrang sana Dani dan Micel tampak menelan ludah kasar, keduanya hanya bisa saling berpandangan melihat keromantisan pasangan halal yang tampak mesra di sebrang sana.
"Kak, coba lihat deh, Kak Marvel benar-benar berubah. Aku tidak tau lagi bagaimana cara untuk berterimakasih dengan Kak Nada, dia benar-benar wanita istimewa," ucap Micel.
"Kau benar sekali, dia sangat istimewa," jawab Dani. Mereka tampak terbengong, hingga Tangan Dani menggenggam erat tangan Micel dan mengusap-usapnya.
__ADS_1
Micel tampak yang geram dan menoleh ke arah Dani yang kini masih saja menggenggamnya.
"Kak, sebaiknya kakak segera mencari pendamping yang sama baiknya seperti Kak Nada, jangan tangan aku juga kan yang dibelai-belai, jijik banget sih!" sentak Micel sambil menepis tangan Dani dari genggamannya. Dani terkejut dan menatap Micel dengan tajam.
"Kau pikir aku napsu denganmu gitu?" balas Dani. Micel berdecak dan berkacak pinggang di depan Dani.
"Kak, aku juga tidak napsu padamu!" sentak Micel.
Nada dan Radit menoleh ke sumber suara orang yang bertengkar itu. Nada tampak bengong, sedang Radit tertawa. Micel dan Dani memang selalu bertengkar, dan pertengkaran mereka selalu membuat Radit emosi jiwa. Tapi, saat ini kenapa pertengkaran mereka tampak lucu?
Radit memejamkan matanya, tawa bahagia itu berubah menjadi melow saat air mata menetes tanpa di minta. Dia begitu menginginkan adik perempuan. Tuhan memberikan dan dia abaikan? Lalu dia begitu dekat dengan Dani. Biasanya dirinya tak peduli dengan kebersamaan mereka yang sering cekcok. Tapi ternyata percekcokan mereka adalah sebuah kasih sayang yang terlihat tampak lucu sekali.
"Yang, apa yang terjadi?" tanya Nada khawatir.
"Aku hanya bahagia melihay Micel tersenyum," lirihnya. Nada tersentuh. Dia memejamkan matanya dan berhambur ke pelukan Radit.
"Peluklah Micel sebentar saja," ucap Nada.
😊😊😊😊
__ADS_1