Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 2. Nada VS Selena


__ADS_3

Nada yang baru saja sampai di Sheyna bontique segera turun dari mobilnya. Nada mengambil dua peper bag yang berisi barang belanjanya bersama dengan Micel sebelum melangkah ke atas.


Di liriknya dua daster panjang yang sangat cantik di dalam paper bag itu. Nada tersenyum tipis, dia menenteng belanjanya ke dalam. Akan tetapi, Nada berhenti melangkah. Netranya terfokus pada seorang wanita yang berdiri di samping pintu masuk butik.


Wanita itu tampak menatap ke arah Nada dengan sorot mata yang sangat menyedihkan.


Nada merasakan deguban jantung yang tak beraturan saat melihat dengan jelas wanita itu. Nada mengingat bertul, wanita itu adalah salah satu wanita yang pernah bertemu dengannya dulu. Saat itu, di sebuah restauran Nada menumpahkan jus di baju wanita itu. Tak salah lagi, wanita itu adalah salah satu wanita bayaran Radit. Untuk apa wanita itu menghampirinya?


Mencari suaminya? Bahkan, Berulang-ulang Nada menghubungi Radit akan tetapi tidak diangkat dan tak mendapat balasan. Lantas, apa yang dimau wanita di depannya?


"Selamat Sore Nona," sapa Nada dengan senyuman. Nada mencoba mempositifkan pikirannya bahwa wanita itu hanya Ingin belanja di butiknya.


"Sore," jawab Selena sambil memandang Nada dengan tenang.


"Terimakasih atas kunjungan Anda, semoga menjadi langganan," ucap Nada lagi. Lagi lagi seulas senyuman menghiasi wajah cantik Nada Aira Azzahwa.


"Aku kesini untuk meminta waktu denganmu. Aku sudah mengatakan pada asisten pribadimu," ucap Selena. Nada memejamkan mata sejenak, pasti ada sesuatu yang terjadi. Ada apa? Nada mengangguk pelan.


"Silahkan duduk," ucap Nada sambil me mengarahkan telunjuknya di kursi depannya.


"Shyfa, tolong ambilkan minum," ucap Nada Pada Shifa yang baru saja berdiri di depan pintu.


"Baik Nona," ucap Shyfa. Nada menatap ke arah Selena sambil menyandarkan tubuhnya di kursi yang panjang itu.


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Nada sambil menatap ke arah Selena yang tampak bersedih. Bahkan luka bekas tamparan terlihat jelas di pipinya.

__ADS_1


"Hem, aku ingin meminta bantuanmu," ucap Selana sambil mengusap air matanya. Di dalam tas Selena ada peledak yang bisa kapan saja meledak jika Selena tak mau menuruti kemauan Gino.


"Bantuan apa?" tanya Nada.


"Maaf sebelumnya Nada, jika pada akhirnya aku mengatakan ini. Aku tidak ada pilihan lain, Nada." ucap Selena sambil memahan air mata.


"Apa yang terjadi?" tanya Nada. Nada menghela napas panjang dan menatap lekat wajah Selena.


"Nada aku hamil," ucap Selena. Air mata Selena mengalir.


Deg


Nada merasakan sesak di dadanya, apa ini? Apa maksud dari semua ini? Nada memejamkan mata indahnya.


"Lalu apa hubungannya denganku?" Nada mencoba menahan rasa sesak di dadanya dan menahan pula buliran air mata. Dia tau arah pembicaraan Selena, akan tetapi dia mencoba tidak meyakini itu.


Deg


Hati Nada terasa diremuk saat mendengar ucapan Selana. Apa maksud dari ucapan ini? Bayi Raditkah? Nada mengusap perutnya. Mencoba menekan hati dan jiwanya untuk tetap tetap tenang. Apa wanita di depannya mati rasa? Bagaimana bisa meminta suami orang menikah lagi dengan orang lain?


"Ingin menikah? Lantas suamiku atau bukan yang melakukannya?" tanya Nada dan dijawab Selena dengan tawa disertai tangis. Dia tau perasaan Nada, sakit? Pasti.


Nada memukul pelan dadanya, rasanya sangat sesak. Bahkan, dia tak mampu menahannya.


"Tolong aku Nada, kau tau. Tadi pagi Radit bertemu denganku dan menolak. Aku tidak tau lagi harus bagaimana," ucap Selena.

__ADS_1


Deg


jantung Nada kembali berdegup kencang. Jadi semalam pergi hanya untuk bertemu dengan Selena? Lantas kenapa suaminya tidak jujur saja? Kenapa memilih Nada mendengar dari mulut orang lain? Mengabaikan segala panggilan telepon darinya? Nada menggelengkan kepalanya. Air mata mengalir deras dari Matanya.


Nada terus saja terdiam dan membiarkan air matanya mengalir di pipi. Pikirannya melayang menyesali sebuah pernikahan. Akan tetapi, dia mencoba untuk tetap tenang.


"Kenapa harus begini? Kenapa harus suamiku? " lirih Nada .


"Aku hanya butuh di nikahi Nada, tidak lebih dari itu," ucap Selena. Nada memejamkan mata indahnya. Haruskah? Apa memang Radit? Apa dosa masa lalu masih memberikan akibat di hidupnya?


"Kau jangan mimpi. Aku tidak mau di madu," lirih Nada sepontan. Naluri seorang wanita, tak mau jika harus di duakan. Selana menghela napas panjang panjang.


"Pergilah Nona, aku mau sendiri," ucap Nada sambil menekan dadanya yang terasa sesak. Selena tampak terdiam.


"Nad, bantu aku." pinta Selena dengan isakan air mata.


"Pergi aku bilang!" ucap Nada agak membentak. Selena menghela napas dalam dalam. Keduanya tampak merasakan sesak dan hancur.


Selena mengangguk pelan, melangkah pergi disertai deraian air mata. Nada? Hatinya hancur dan sangat hancur. Apa yang sebenarnya terjadi? Bahkan belum mengetahui itu Nada merasakan sedih yang sangat menggoncang hatinya.


"Aku dan dia hamil?" lirih Nada sambil mengusap air matanya.


"Yang, setega inikah kamu padaku?" lirih Nada sambil memukul dadanya, mencoba menghilangkan rasa sesak di dadanya.


Nada berdiri, hampir saja melangkah namun lengan kekar menarik dirinya seakan meminta untuk tetap berdiri di tempat.

__ADS_1


😇😇😇😇


😇😇😇😇😇


__ADS_2