
Mira menghela napas panjang dan menatap ke arah papanya.
"Pa, belikan lagi untuk ibu. Ibu lagi sakit dan aku tidak mau dia tambah sakit lagi," ucap Mira. Kakek Rey tampak terdiam.
"Marvel dimana? Apa dia bersama dengan istrinya?" tanya Nenek Amy yang memang sudah tau tentang syarat pernikahan yang diajukan MR Tan.
"Pastinya," sahut kakek.
"Istri bayaran," sahut Mira tampak tak suka dengan perbincangan kedua orang tuanya.
"Jangan menyimpulkan sendiri," ucap kakek sambil meletakkan sendoknya.
"Lalu apalagi Pa? Marvel tidak pernah serius dengan wanita, lalu apa papa yakin pernikahan itu benar adanya?" tanya Mira. Micel hanya terdiam.
"Kak Marvel menikah? Lalu, bagaimana dengan wanita yang telah dinikahi? Kakaknya orang yang sangat dingin, mampukah wanita itu menghadapi kakaknya?" batin Micel.
"Mira, jangan ikut campur tentang pernikahan Marvel, kau tidak berhak. Asal kamu tau, makanan yang papa bawa kemarin malam adalah masakan cucu menantu papa, dia wanita yang spesial untuk Marvel," Ucap Kakek Rey.
Mira mengepalkan tangannya kemudian melenggang pergi. Makanan itu dari cucu menantu? Sedekat apa Marvel dengan wanita itu sehingga memgizinkan memberi makanan untuk ibunya? Nenek Amy menatap ke arah suaminya.
"Makanan itu masakan cucu menantu kita?" tanya Nenek Amy. Kakek Rey tersenyum dan mengangguk.
"Nakal sekali cucumu itu, menikah diam-diam dan sekarang tak pulang lagi. Sebaiknya kau bilang padanya untuk membawa istrinya kesini. Katakan aku ingin masakan dari cucu menantuku," ucap Nenek Amy.
__ADS_1
Kakek Rey tersenyum dan mengangguk pelan.
"Nanti aku sampaikan, aku berangkat dulu," ucapnya kemudian melangkah pergi.
😍😍😍😍
Sheyna Bountique milik Nada hari ini mengadakan acara ulang tahun yang ke empat, karna butik yang dikelola oleh Amara sudah terlebih dulu mengadakan perayaan. Banyak pelanggan yang berdatangan karna di hari yang spesial itu, Nada sebagai owner sheyna boutique memberikan diskon besar-besaran untuk setiap item pembelian.
Kini Nada mondar-mandir menyambut beberapa tamu penting yang menjadi best pelanggan. Memberikan pelayanan yang spesial dan seramah mungkin.
Salah satu pengunjung SheyNa Bontique kali ini adalah beberapa mahasiswi universitas ternama di pulau itu. Beberapa diantara mahasiswi itu tengah melihat beberapa baju dan mencoba beberapa design yang kekinian.
"Micel, ayolah di pilih," ucap Nana sambil mengamati beberapa gaun cantik lengan panjang. Namun, sepertinya gadis cantik itu enggan untuk memilih.
Micel melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja langkahnya terhenti karna netranya mengamati sebuah tiang penyangga baju yang hampir roboh.
"Awas," Micel mendorong wanita cantik yang tadi tepat berada di bawah tiang itu. Seketika Nada menoleh ke arah gadis cantik yang kini berdiri di sampingnya.
Pyar...
Sebuah tiang penyangga runtuh, untung saja tak ada pengunjung yang menjadi korban di insiden itu.
"Micel, kamu tidak apa-apa kan?" tanya teman Micel yang kini mengamati wajah cantik dari gadis berusia 18 tahun itu.
__ADS_1
"Aku tak papa Na," ucap Micel.
"Kamu beneran tidak apa-apa?" tanya Nada tampak khawatir. Kini Nada berada di depan gadis cantik itu dan menatap tubuh gadis cantik itu, mencari jejak luka yang mungkin disebabkan oleh tiang penyangga.
"Aku tidak papa kak," ucapnya sambil tersenyum.
"Maaf Bu Nada, ada apa?" dua orang mekanik tergopoh mendekat ke arah Nada.
"Bereskan kekacauan ini," titah Nada dan diangguki dua orang itu.
"Sebaiknya kita duduk dulu," Nada menatap Micel dan Nana secara bergantian. Ya gadis cantik itu adalah Micel yang memang berlangganan juga di butik itu.
"Kakak karyawan disini? Bagaimana jika bos kakak marah? Aku tidak papa, sebaiknya kakak kembali bekerja," ucap Micel.
"Tidak papa, jadwal kakak berada di ruangan ini," ucap Nada tanpa menjelaskan status dirinya di butik itu. Dia tidak mau merasa sombong dengan memberi tahukan setatusnya.
"Ah, aku tidak mau menyita waktu kakak, aku harus pulang sekarang Kak," ucap Micel sambil tersenyum.
"Boleh kakak meminta nomor ponsel? Lain waktu kita bisa makan bersama, sepertinya kakak harus berterimakasih denganmu," Nada tersenyum. Micel, gadis cantik itu tersenyum dan memberikan kartu nama padanya.
"Kakak bisa menghubungiku, selamat bekerja kakak cantik," ucap gadis cantik itu kemudian melangkah pergi.
😍😍😍😍😍
__ADS_1
Ritualnya yuk yuk yuk... wkwkwkkw