Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC. Ekstra part.


__ADS_3

"Apa yang disentuh?" Micel menatap Vino sambil membelalakan matanya. Bohong jika dia tak tau. Yang jelas saat ini jantungnya bergetar tak karuan.


Vino mulai mendekat, mengangkat dagu Micel dan memandang wajah cantik yang tiga bulan ini dia rindukan. Wajah cantik istri yang dulu dia abaikan sejak Asila kembali muncul. Asila? Wanita itu kini telah mendekam di penjara, kejahatan yang dia lakukan diketahui polisi membuat wanita itu harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


"Kak, apa kamu akan menunjukan peluru sekarang?" tanya Micel.


Bagai angin segar, suara lembut Micel seakan menjadi secercah harapan. Dalam kondisi yang seperti ini, cinta semakin dia rasakan. Indah sekali.


Tanpa menunggu lama, Vino mengangkat kepalanya, dicondongkannya wajah tampannya menatap ke arah Micel dengan gaerah, seketika Vino menyerang Micel dengan ciuman yang rakus. Menikmati ciuman yang manis dari bibir Micel yang dirasanya seperti madu dan membuatnya ingin kembali mengulang. Tangannya bermain di belakang, merem*s sesuatu yang kemudian membuat Micel merasakan panas dingin tak karuan.


"Ahh," desis Micel di tengah panas dingin yang menyerang tubuhnya. Mendengar suara Micel itu membuat Vino semakin bersemangat.


Micel mencoba memberontak karna ini masih teelalu sore, Akan tetapi Vino tak melepaskannya. Micel tampak panik, kenapa saat ini suaminya tak bisa mengontrol diri? Bahkan, Vino kembali menciumnya. Tangannya terus beegerak mengusap punggungnya membuat Micel semakin panas dingin tak karuan.


"Kak, ditunda dulu,"


Saat ini, Micel benar benar dalam kepanikan.


Micel masih mencoba memberontak, akan tetapi Vino sudah tak bisa dicegah. Kekuatanya seakan semakin bertambah saat Micel mencoba untuk melawan.

__ADS_1


Vino melepaskan ciumannya, mengangkat tubuh Micel dan meletakan dengan halus di atas ranjang, Vino segera naik diatas ranjang. Menindih tubuh Micel agar tak bisa bergerak, Vino membuka semua yang menempel di tubuhnya dan Micel dengan jelas bisa melihat aktifitas suaminya itu. Micel menatap waspada.


"Kak," ucap Micel.


"Tidak ada kata tunda, aku sudah menunggunya terlalu lama. Aku harap tak ada lagi waktu untuk menunggu," ucap Vino di telinga Micel.


Micel memejamkan mata indahnya, jika boleh jujur dia juga sangat menginginkan ini. Sudah seharusnya memang ini di dapatkan dari sebuah peenikahan. Micel terdiam dan pada akhirnya menganggukan kepalanya.


"Aku ingin memilikimu seutuhnya, Sayang," lirih Vino.


"Baik Kak. Kali ini aku tidak akan menolakmu," bisik Micel. Vino tersenyum, wajahnya yang telah memerah kini mulai melancarkan aksinya.


Vino perlahan membuang pakaian yang membungkus tubuh istrinya, memandang wajah Micel, keduanya bertatapan seakan menyampaikan hasrat yang tengah membuncah yang memenuhi jiwa mereka.


Tidak menunggu lama, dengan halus Vino melakukan aksi liarnya menyentuh tubuh istrinya tanpa terlewat satu incipun, seakan menunjukkan betapa rindu dirinya kepada Micel dan mengungkapkan betapa dirinya mencintai wanita itu.


Hasrat dalam diri Micel pun bangkit, iapun membalas perlakuan lembut Vino hingga kenikmatan itu semakin terasa dan mereka saling menyadari bahwa keduanya sama saling membutuhkan dan saling menginginkan.


Setelah lama melakukan pemanasan, Vino mencoba melakukan penyatuan. Mencoba menerobos gawang yang begitu sulit untuk dijebol.

__ADS_1


"Aduhh Kak, sakit," Keluh Micel. Vino menghela napas panjang, bahkan dia sedang berusaha untuk tidak menyakiti istrinya itu. Vino tersenyum.


"Sabar sebentar, aku berusaha untuk tidak menyakitimu Baby," ucapnya.


Vino mencoba menenangkan Micel dengan memberikan ciuman mesra, iapun tak menyerah. Mencoba lagi dan lagi, Vino berusaha menerobos gawang yang kini masih saja tertutup rapat. Dengan segala perasaan cintanya Vino mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa menerobos gawang itu.


Micel mengerang hebat, saat Vino berhasil menerobos gawang miliknya. Vino menyeringai tipis. Dan cengkraman yang begitu dahsyat dirasakannya bersamaan dengan ******* Micel yang terdengar merdu ditelinganya, Karena pistol ampuh miliknya berhasil mengeluarkan peluru unggulnya. Membuatnya melayang, membawa kenikmatan yang membawanya seakan terbang keangkasa.


"Akhhh... pelan pelan Kak."


Berontak Micel yang merasakan nikmat yang luar biasa akibat gerakan buas Vino yang begitu memabukkannya. Vino tersenyum tipis, mendengar panggilan dari istrinya itu.


Kini Vino mulai tenang, keduanya merasakan dan menikmati setiap kenikmatan yang tercipta dengan segala jiwa ragannya. Setelah lama menyatu, mereka merasakan melayang kelangit ke tuju.


Vino mengakiri permainannya. Micel terkulai lemas, Vino menutup tubuh polos keduanya dengan selimut. Netranya mendapati tetesan darah yang begitu jelas tampak di spraynya. Vino mengusap pelan puncak kepala istrinya yang telah memejamkan mata.


Vino tersenyum, hari ini dia telah memiliki Micel sepenuhnya. Vino menempatkan tubuhnya di samping Micel. melingkarkan tanganya di pinggang ramping istrinya.


"Terimakasih, telah menjaga kehormatanmu untukku, Sayang." ucap Vino keduanya pun terlelap dalam samudra mimpi yang indah.

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2