
Nada memandang ke arah pelayan itu dengan tersenyum ramah.
"Tidak akan kamu di pecat, aku yang akan bertanggung jawab," ucap Nada lagi. Pelayan itu tampak mematung. Bingung dengan keadaan yang diterimanya.
Nada melangkahkankan kaki jenjangnya ke arah parkiran. Dengan tenang dirinya menancap gas mobilnya menuju ke rumahsakit dimana Micel dirawat.
Nada dengan tenang mengulurkan tangannya menyalakan radio, dia sangat suka dengan memdengarkan lagu. Salah satu cenel membuat dirinya merasakan sesuatu karna berita yang disuguhkan.
"Ya, jadi mbak nya mau lagu apa?" tanya pemandu acara itu.
"Seluruh cinta, jadi saya sangat suka dengan lagu yang sempat dibawakan oleh wanita yang saat ini menjadi perbincangan publik itu. Dia berhijab, suaranya bagus dan sangat menawan. Saya rasa gosib yang beredar hanya sebuah fitnah saja," ucap penelfon itu.
Telinga Nada tampak merespon sempurna, mata Nada terpejam sejenak. Gosip? Gosip apa? Nada menghela napas dalam-dalam. Apa terjadi sesuatu? Kenapa Radit mengambil ponselnya dan melarangnya untuk keluar? Nada kembali mendengar perbincangan di radio itu.
"Jadi mbak salah satu orang yang berpikir bijak dari banyak orang yang menghujat ya, cerintanya," ucap pembawa acara itu sambil terkekeh.
"Iya, saya termasuk orang yang tidak percaya dengan gosib itu, bisa saja para pengusaha itu yang mendekatinya." jawab orang itu.
Nada semakin yakin, mereka membahas tentangnya.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan trasferan 1 M itu menurut anda?" tanya pembawa acara lagi.
"Itu bukti trasfer bukan ke nomer rekening wanita cantik itu, mungkin saja itu juga bukan transaksi untuknya. Mungkin saat ini ada pihak yang tidak suka dengan kedekatannya pada salah satu orang itu, sehingga mengacaukan jalannya agar menyerah," jawab wanita itu.
"Okey, terimakasih atas partisipasinya mbak," ucap pembawa acara.
"Nah, dari beberapa penelpon, ada juga yang setuju, ada juga yang tak percaya. Namanya juga berita yang belum terklarifikasi, semoga nona cantik itu bisa segera ditemui dan menjelaskan semuanya, Amin. Okey pendengar yang berbahagia, Seluruh cinta untuk kalian semua,"
Nada memejamkan matanya, dia tau arah pembicaraan itu. Foto? Nada memegang pelipisnya dan berhenti sejenak. Nada mengambil masker yang ada di tasnya dan memakainya.
Kemunculannya di publik membuat kehebohan yang tidak dia pikirkan sebelumnya. Radit, suaminya itu pasti menghawatirkan dirinya. Radit yang memilih menyembunyikannya, mungkin ini alasannya. Tapi, kecemburuan Radit padanya membuat dia nekat menemaninya di panggung saat itu. Lalu foto mana lagi? Nada mengambil ponsel dan memanggil Radit, namun belum juga mendapat balasan.
"Halo, asalamualaikum, dengan siapa?" tanya suara yang sangat dia rindukan.
"Amara, aku Nada." ucap Nada sambil memejamkan matanya.
"Nada, kamu tak kenapa-napa kan? Bagaimana bisa kamu muncul di publik dengan pengusaha-pengusaha itu?" tanya Amara sangat khawatir.
"Lalu di bar? Kenapa kamu di bar? Apa karna aku saat itu? Kau tau, aku sangat mengkhawatirkanmu, dan kamu mematikan ponselmu. Aku hampir mati, Kak Rafa, Kak Arfan juga sangat mengkhawatirkanmu," ucap Amara panjang lebar.
__ADS_1
"Maaf Ra, ponsel aku di bawa suami aku," ucap Nada dan membuat Amara terkejut. Bahkan sahabatnya itu tak pernah tau sebelumnya dengan berita ini. Selalu bertukar kabar walau jauh, tetapi Nada tak pernah membahas ini sebelumnya.
"Suami?" tanyanya.
"Hem, di bar saat aku menjemputmu saat itu adalah kejadian dimana aku bertemu dengan dua lelaki jahat sekaligus. Dari situ aku bersuami, ceritanya panjang Amara. Aku akan mengatakan lain waktu," ucap Nada.
"Okey, jadi kamu dimana sekarang?" tanya Amara.
"Aku di jalan Ra, aku boleh minta bantuanmu? Hentikan semua berita itu, bukankah Kak Rafa banyak teman," ucap Nada. Amara menghela napas panjang.
"Kak Rafa sudah mau melakukannya, tapi berita itu sudah ada yang mengunci. Sepertinya suamimu," ucap Amara.
Nada menghela napas panjang mendengar ucapan Amara. Amar mengenal Radit dan bahkan Radit pernah suka padannya. Radit pergi karna tak mau menyakiti Micho. Dan Amara harus tau ini.
"Ra, kau mengenal dia," ucapnya Nada.
"Siapa dia?" tanya Amara.
"Marvel Raditia Dika," jawab Nada. Hening, hening sekali.
__ADS_1
🎀🎀🎀🎀🎀🎀