Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 87


__ADS_3

"Maafkan aku," lirih Nada yang merasa bersalah tetapi juga merasa selamat karna dirinya juga butuh mempersiapkan diri.


Radit memejamkan matanya, dia bangkit dan berjalan menuju ke kamar Mandi. Radit menyalakan Shower dengan suhu air yang sangat dingin.


Aais, dirinya harus tersiksa dan bersolo karir di bawah guyuran dinginnya air malam ini? Bagaimana bisa seorang Marvel Raditia bertekuk lutut di hadapan Nada Aira? Radit menggeleng pelan. Betapa istimewa wanita itu. Nada, wanita itu bagaikan Narkoba yang memberikan candu kepadanya.


Radit melirik jam yang menunjukkan pukul 00.01 seperti hatinya yang kini kosong dan hanya terisi satu nama wanita yang bergitu sangat istimewa.


"Nada Aira Azzahwa, kau milikku, sekarang, besok dan selamanya," lirihnya sambil memejamkan matanya. Merasakan guyuran dari shower.


Tak berapa lama kemudian, Radit segera keluar dari kamar Mandi. Dilihatnya Nada telah memejamkan matanya, Radit mendekat ke arah Nada. Memperhatikan wajah cantik yang selama dua minggu ini dia siakan.


Radit mengusap pelan pipi mulus itu, melepas kerudung yang menghias di kepala Nada. Radit mengusap puncak kepala Nada dan memberikan kecupan hangat di sana. Radit tersenyum tipis. Beginikah bahagianya menjalani rumah tangga?


Radit, menatap perut datar Nada, yang kini memiringkan tubuhnya.


"Tidak kurang dari sebulan, aku pastikan sudah ada mahkluk hidup di sana," ucapnya pelan sambil tersenyum-senyum.


Radit meraih selimut dan menyelimuti tubuh mungil Nada. Dia membaringkan tubuhnya di samping Nada, memeluk dengan posesif makhluk cantik yang kini telah menguasai hatinya. Radit memejamkan matanya dan mengarungi samudra mimpi yang indah.


😍😍😍😍😍


Pagi hari yang indah, waktu menunjukkan pukul 05.00 suara jam beker berdering membangunkan makhluk cantik yang kini sedang di peluk erat oleh manusia tampan di depannya.


Nada menatap wajah itu dengan senyuman yang indah, Radit? Benarkah dia ini suaminya? Nada mengamati wajah itu dengan tenang.

__ADS_1


"Apa aku terlalu tampan? Kenapa menatapku seperti itu?" tanyanya sambil mengeratkan pelukannya sehingga Nada merapat di pelukannya.


Nada memejamkan matanya dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Radit. Dipastikan wajahnya merah merona saat ini.


Radit yang semula memiringkan tubuhnya kini berbalik, sehingga dia membawa Nada ke atas tubuhnya. Nada memejamkan matanya saat dirinya berada dibatas tubuh Radit. Aish, jantung Nada berdetak tak beraturan, dia menatap Radit muka bantal itu.


"Turunkan," pinta Nada.


"Tidak mau," tolak Radit.


"Aku turun sendiri," jelas Nada.


"Aku ikut ke kamar mandi," ucap Radit.


"Mau apa?" tanya Nada sambil membelalakkan matanya.


"Wudu dulu sana, dua rakaat salam," ucap Nada sambil menatap Radit yang kini Duduk dan membawa Nada duduk di pangkuannya.


"Aku akan shalat jika kamu menjadi makmumku," ucap Radit. Nada terkekeh geli.


"Apa tidak bergurau?" tanya Nada.


"Apa yang kau ragukan? Al falaq, Annas, Annasr, Alzilzalah, Al Qadr, mau surat yang mana yang aku lantunkan?" tanya Radit. Nada membelalakkan matanya. Memejamkan mata indahnya. Benarkah ini?


"Kamu serius Yang?" tanya Nada. Radit mengangkat tubuh Nada ke kamar mandi.

__ADS_1


"Jangan menilai orang dari satu sisi jeleknya, apa kau tau, saat seseorang berbuat jelek disiang hari dan dia meminta ampun di malam harinya?" tanya Radit. Nada tersenyum, menggelengkan kepalanya dan menatap ke arah Radit dengan tatapan indahnya.


Radit menurunkan Nada dan menyalakan shower.


"Kenali aku, maka kamu akan jatuh cinta lebih dalam lagi," ucap Radit dan sanggup membuat Nada melayang ke udara. Nada tersenyum, menahan bahagia yang rasanya seperti terbang ke angkasa.


Radit mengarahkan shower pada Nada.


"Yang, aku masih merah," ucap Nada.


"Lalu?" tanya Radit.


"Aku mandi sendiri, pergilah!" pinta Nada dengan malu.


"Okey, aku pergi dulu. Tapi ada syaratnya." ucap Radit.


"Apa?" tanya Nada.


"Beri aku ciuman," ucapnya sambil memyeringai tipis.


"Dimana?" tanya Nada.


Radit yang tak bisa lagi menahan kini menyerang Nada dengan mendadak. Radit memberikan gigitan kecil sehingga Nada membuka mulut, memberikan akses pada Radit menjelajah ke dalam mulutnya.


Nada memejamkan matanya, menikmati ciuman pagi yang membuat perasaannya begitu bahagia.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


__ADS_2