Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 2. Antara kita


__ADS_3

Entah dorongan dari mana, Micel segera turun dari mobil. Tangannya mengepal kuat, hatinya seakan mendorongnya untuk terus maju dan menyerang. Padahal dia sendiri tak yakin dia bisa untuk bela diri.


Akan tetapi, langkahnya terhenti saat beberapa gerombolan orang di sebrang jalan turun dari mobil dan mendekat ke arah Vino. Sedangkan tangannya tertahan oleh sentuhan hangat dari orang yang berdiri di sampingnya.


Gerombolan orang yang datang itu membantu Vino yang kualahan menghajar beberapa orang bertubuh besar. Perlahan Vino tampak bisa bernapas sedikit lega dan terus melakukan gerakan dengan lincah.


Micel menoleh ke arah orang di sampingnya, lelaki tinggi tegap dengan wajah tampan yang memandang ke arahnya. Keduanya saling berpandangan, Micel memejamkan matanya sejenak, menahan desakan hebat yang seakan menghantam otaknya. Seketika Micel terhuyung ke belakang.


Lelaki itu meraih pinggang Micel sehingga keduanya sangat dekat dan merapat. Micel membuka matanya, netranya beradu dengan tatapan teduh lelaki itu. Lelaki yang ditemuinya beberapa hari yang lalu yang memperkenalkan namanya Nico itu kini terlihat tenang. Siapa dia? Kenapa Micel merasa ada sesuatu diantara dia dan Nico?‹


Micel berdiri dan melepaskan tangan orang itu, Vino yang melihat sekilas kemesraan mereka tampak menghela napas panjang, sorot mata tajamnya melirik kesana-kesini mengamati beberapa orang yang menolongnya. Merasa aman, Vino pun segera berlari ke arah Micel dan Nico berada.


"Kau Tidak apa-apa, Micel?" tanya Vino yang baru datang. Netranya melirik ke arah Nico yang masih memegang tangan Micel. Merasa di pandang, segera Nico melepaskan pegangan tangannya.


"Aku tidak apa-apa Kak," jawab Micel.


Vino mengalihkan pandangannya pada Nico. Padahal dia tak menghubungi sahabatnya ini. Lalu bagaimana bisa Nicho datang pada saat yang tepat? Apa kebetulan saja ini terjadi? Tanya Vino dalam benaknya.

__ADS_1


"Nico, terimakasih atas bantuanmu." ucap Vino. Nicho tersenyum ramah.


"Kau buru-buru?" tanya Nico.


"Ya, karna sepertinya aku dan Micel harus segera pergi," ucap Vino sambil menarik tangan Micel. Micel menepis tangan Vino, Vino terkejut dan menatap ke arah Micel penuh tanya.


"Ada apa?" tanyanya pada Micel yang memandangnya dengan bingung. Tanpa menjawab pertanyaan Vino, Micel melangkah ke arah Nico, mengamati wajah Nico yang familiar akan tetapi otaknya tak mampu mengingat apapun.


Apa yang harus ditanyakan? Bahkan dia tak tau sedikit pun tentang Nico. Micel menghela napas panjang. Tangannya menyentuh kepalanyanya yang terasa pusing.


Bukan berhasil, malah mereka seakan berebut dan membuat Micel menepis kedua tangan dua sosok tampan yang berdiri di samping kanan dan kirinya.


"Aku bisa sendiri," ucapnya kemudian melangkah pergi. Vino dan Nico saling berpandangan.


"Ikutlah denganku Nico, jadilah saksi di pernikahanku dan Micela malam ini," ucap Vino kemudian melenggang pergi.


Nico memejamkan matanya, mengenal Micel Adelia adalah hal yang membahagiakan sejak dua tahun lalu. Hatinya selalu berdesir ketika harus berhadapan dengan gadis dua puluh tahun itu. Lalu, gadis itu akan menikah? Dengan sahabatnya? Lalu, sejak kapan mereka dekat? Bertanya pada Micel? Bahkan gadis itu hilang ingatan, lalu bagaimana bisa dia akan menikah dengan Vino?

__ADS_1


Vino melangkah mengikuti langkah Micel, dirinya berdiri di depan Micel, mencoba menghentikan lengkah gadis cantik itu.


"Gadis, kau masih marah padaku? Apa salahku?" tanya Vino dengan tenang. Micel terdiam, apa salahnya? Sangat bodohkah dirinya yang tak tau kesalahannya? Micel menatap Vino dan menghela napas panjang.


"Jangan lagi membahas pernikahan, aku belum bisa menyetujuinya," ucap Micel.


"Aku tidak butuh persetujuanmu, harus ada pernikahan di antara kita, hari ini juga," ucap Vino sambil menatap tajam ke arah Micel.


"Mereka hanya menunggu kita, bahkan di rumahmu sudah aku persiapkan dengan matang untuk itu," ucap Vino sambil menatap Micel dengan tenang.


Micel memejamkan matanya dan menatap Vino dengan panik.


"Apa maksudmu?" tanya Micel.


"Keluargamu, keluargaku bahkan pak penghulu sudah berada dirumahmu. Mereka ingin menyaksikan pernikahan kita," ucap Vino. Micel membelalakan matanya.


😍😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2