Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 63


__ADS_3

Seorang pelayan mengantarkan Nada ke kamar yang di tunjuk Radit tadi.


"Ini, Nona muda," ucap pelayan itu. Nada berterimakasih dan segera masuk. Nada melangkahkan kakinya di kamar mewah yang luasnya berkali-kali dari kamar apartemen miliknya. Nada menyandarkan tubuhnya di pintu. Memegang dadanya yang merasakan sesak.


Berapa uang yang kau dapat untuk menjadi istri dari putraku? Benarkan, kau itu wanita rendahan. Menolak pemberianku waktu itu, setelah mengetahui aku, kau menggait dan menggoda putraku? Sangat mencengangkan


Sepertinya kau sudah banyak menerima uang dan berfoya-foya dengan uang anakku. Dasar wanita rendahan, aku pastikan kau tidak akan lama berada di samping marvel


ucapan Mira bagai sembilu yang menancap sepurna di hatinya. Ditengah perjuangan dirinya untuk melupakan Raga dan meraih cinta Radit ternyata ada juga halangannya.Bahkan sangat sulit.


Nada meraih ponselnya dan mengambil nomer rekening yang pernah di berikan oleh Dani waktu itu. Seketika Nada mengirim uang sebanyak jumlah yang diberikan Radit pada manusia jahat yang pernah menawarnya di bar. Hutang tetap hutang. Lagi pula uang tabungannya cukup untuk membayarnya meskipun harus terkuras habis. Ada modal dari Vino untuk usahanya kedepan.


Nada menghela napas panjang dan melirik jam yang masih menyisakan waktu magrib. Dengan langkah tenang Nada mengambil air wudhhu. Dilihatnya sudah tersedia mekena yang berada di atas meja. Nada mengambilnya dan melaksanakan ibadah sholat magrib tiga rokaat.


Setelah melaksanakan shalat dan mengagungkan nama Allah SWT dan berdoa. Nada memejamkan matanya kembali. Rasa sakit benar-benar menyiksa dirinya. Bayangan Rafa dan Radit berputar cepat di otaknya. Kenapa cinta tak pernah berpihak padanya?


Radit yang berada di sudut ruangan dengan baju yang sudah berganti tampak mengepalkan tangannya sejak diterima sejumlah uang di no rekeningnya. Melihat Nada yang melepaskan mekena, segera Radit meraih tangan Nada sehingga Nada terkejut dan berdiri. Sejak kapan lelaki ini disini?


Nada yang tadi memang melepaskan kerudungnya kini berdiri tanpa kerudung, Radit menatap wajah sembab istrinya itu. Ada rasa sesak mendera melihat pemandangan ini. Tak rela, wanita ini menangis. Radit mengusap air mata Nada dan menatap wajah cantik yang beberapa hari ini menghantui otaknya. Radit menyentuh kedua pipi Nada. Bahkan bersama dengan Nada membuat dirinya melupakan sosok Amara.


__ADS_1


"Apa maksudmu mengirimkan sejumlah uang kepadaku?" tanya Radit dengan suara yang berat karna menahan emosi. Nada menatap Radit dan tersenyum getir.


"Itu hutangku padamu," ucap Nada.


"Aku sudah pernah mengatakan jika tidak harus kau mengembalikannya!" ucap Radit.


"Tapi aku ingin mengembalikannya," ucap Nada lagi sambil mendorong Radit dari hadapannya. Tapi percuma, Radit tak bergeser sedikitpun. Malah kini Radit berjalan maju dan membuat Nada berjalan mundur.


Baru saja dia melihat Nada dengan segala senyumannya menggoda dirinya dan sukses membuat hatinya berbunga. Kali ini dia harus melihat Nada menangis dan berhasil membuat sesak di dadanya.


"Apa karna kau merasa kaya sebagai owner Seyna bontique yang saat ini bekerja sama dengan Pradikta grup?" bentak Radit. Bayangan kedekatan Nada dan Vino masih saja menghantui pikirannya.


"Lalu kenapa? Kau bisa menggunakan untuk keperluan mu, kau istriku Nona Nada!" ucap Radit dengan tegas. Nada tersenyum getir? Istri? Istri sampai batas waktu yang dia mau? Egois sekali lelaki yang ada di depannya ini.


"Hanya Istri statuskan?"


Deg,


Jantung Radit bagaikan terhantam batu besar. Kenapa rasanya sakit sekali mendengar semua ini? Itu kenyataannya, dia yang berulang kali mengatakan. Lalu, kenapa saat Nada mengatakan malah membuatnya seakan terluka?


"Aku tidak pernah meminta pernikahan ini, aku juga tidak pernah berharap kemewahan darimu. Seharusnya kau tau, pernikahan bukan permainan, karna pada kenyataannya aku tetap masuk dalam kehidupan nyatamu. Kau tau, di katakan rendahan, dikatakan sebagai perempuan penggoda adalah hal yang sangat menyakitkan. Jika aku mau, aku bisa pergi untuk menghancurkan segala impian bisnismu. Salahnya aku termakan dengan jebakan yang tak masuk akal ini," ucap Nada disela isak tangisnya.

__ADS_1


Deg, ditinggalkan Nada? Aish kenapa kedengarannya menyakitkan sekali?


"Aku tidak pernah bersalah, aku adalah korban dari kelicikan orang kaya sepertimu, Tuan Radit. Orang kaya yang mengukur segala sesuatu dengan uang. Orang kaya yang bertindak seenak jidatnya sendiri. Tidak pernahkah kau berpikir untuk melihatku sedikit saja?" ucap Nada. Kini Nada sudah membentur dinding, tak ada lagi celah untuk menghindar. Tadi malah menguncinya dan mendongakkan dagu Nada.


"Jadi kau ingin aku melihat keberadaanmu?" tanya Radit. Hembusan napas Radit menampar pipi Nada, membuat Nada memejamkan matanya.


"Boleh aku berkata jujur?" tanya Nada.


"Apa?"


"Jangan kira aku menggodamu karna jatuh cinta atau suka padamu," ucap Nada. Radit memejamkan matanya dan membuka kembali. Radit merasakan sesak yang begitu menusuk hatinya.


"Aku menggodamu hanya mencoba menghibur diriku dan mengalihkan perhatianku. Kau tau aku mencintai orang lain, bahkan sampai detik inipun perasaanku masih sama,"


Deg, Radit lagi-lagi merasakan sakit yang bertubi. Seperti dipermainkan oleh Nada. Istrinya mencintai orang lain? Pantaskah dia marah? Bahkan dirinya juga mencintai orang lain.


Entah mengapa Radit tak terima, Radit menyambar bibir mungil Nada penuh emosi. Bermain dengan Rakus disana, Nada yang hanya sekali melakukan dengan Radit kala itu masih tampak kaku. Tapi, Nada tak menolak ataupun mencoba menghindar. Meski bagaimanapun, Radit adalah pasangan halal yang bebas melakukannya.


😍🤣🤣🤣🤣🙏


Like komen yak.. 150 aku up lagi. wkwkwkwk

__ADS_1


__ADS_2