Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 158


__ADS_3

Nada mengulurkan tangannya dan menggeser tombol hijau disana.


"Asalamualaikum Sifa, ada apa?" tanya wanita cantik itimu sambil memperbaiki anak rambut yang keluar di dahinya.


"Waalaikumsalam Nada, aku hanya mau mengatakan kalau acara Fashion mode di Sheyna bontique sudah terjadwal dengan rapi. Persiapan untuk besok juga sudah tertata dengan rapi juga, tinggal ada sedikit berkas yang harus kamu tanda tangani," ucap Sifa panjang lebar.


Ya, Sheyna bontique mengadakan pengenalan busana muslimah rancangan terbaru yang dibuat oleh Nada atas permintaan custemer. Acara tersebut diadakan oleh personality dari Sheyna Bontique sendiri tanpa campur tangan orang lain. Bertujuan untuk memperluas pasar Sheyna bontique pada khalayak.


"Wah aku seneng mendengarnya, terimakasih atas kerja kerasmu Sifa. Pagi-pagi sekali kamu bisa kesini, besok. Aku akan menanda tanganinya." Nada berucap sambil tersenyum memandang ke arah Radit.


"Oh iya Nad, ada satu lagi yang mau aku katakan padamu." Sifa berucap.


"Ada apa?" tanya Nada antusias.


"Aku baru saja mendapatkan kiriman proposal pengajuan kerjasama dari Zif Bontique," ucap Sifa pada Nada.


Nada tersenyum, suatu kebanggaan dirinya diajak bekerja sama oleh sesama bontique. Selama ini dirinya belum berani karena merasa belum pantas bersanding dengan butik orang lain. Akan tetapi saat ini banyak yang meminta bekerjasama, fashion mode yang diadakan Emely begitu memberikan kemajuan yang pesat padanya. Emely? Apa kabar dia? Batin Nada.


"Dari mana?" tanya Nada.


"Zif Bontique," jawab Sifa. Nada menautkan alisnya. Zif? Kenapa sepertinya tidak asing? Ah, entahlah. Dia ingin maju bersama dan tidak mau tinggi hati sendiri.


"Okey, setujui dan dan jadwalkan bertemu besok juga. Undang mereka untuk datang di Sheyna bontique juga," ucap Nada panjang lebar.


"Siap Bos," ucap Sifa.


"Lalu, bukankah kamu yang akan mengisi sambutan?" tanya Sifa.


"Pasti," jawab Nada dengan antusias.

__ADS_1


"Aku juga sudah mengundang beberapa teman wartawan seperti kemauanmu Nad," Sifa terdengar menghela napas panjang.


"Kamu sangat tau yang ku mau, terimakasih Sifa," ucap Nada.


"Sama sama Nad, kalau begitu aku harus menyelesaikan beberapa undangan online. Selamat malam Nada, Asalamualaikum," Sifa menutup ponselnya. Nada juga melakukan hal yang sama.


Radit memandang Nada dengan antusias dan menatap istrinya dengan berbagai pertanyaam yang bersarang di otaknya.


"Kenapa memandangku seperti itu?" tanya Nada sambil melingkarkan tangannya di leher Radit.


"Kenapa ada wartawan? Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Radit sambil menarik erat pinggang Nada ke dalam rengkuhan tangannya.


"Aku ingin membersihkan namaku dari beberapa berita miring yang beredar, aku akan memperkenalkan Sheyna Bontique pada khalayak dan aku akan mengakuinya sebagai owner. Biar pemikiran mereka berubah tentang aku," ucap Nada.


Radit menatap Nada dengan teduh, bahkan istri cantikya tak meminta pengakuan darinya. Istri cerdasnya memilih memperlihatkan prestasinya untuk menggeser segala berita miring tentangnya.


"Kenapa harus memperkenalkan Sheyna bontique? Kau ingin sombong?" tanya Radit sambil mendekatkan wajanya ke wajah Nada. Melepas kerudung Nada dan membuang ke sembarang arah. Nada terkekeh.


"Kau sangat cantik jika bersikap rendah hati dan jauh dari kesombongan, aku mendukungmu Nyonya Marvel," ucap Radit kemudian berjongkok dan mencium perut datar Nada. Nada memejamkan matanya, Merasakan desiran rasa yang merayap di hatinya karna sentuhan Radit.


"Terimakasih Dear, kau selalu menjadi wanita sempurna dengan caramu," Radit berdiri dan menatap Nada dengan teduh.


"Aku tidak sesempurna itu yang, bahkan tanpamu aku bukan apa-apa," jawab Nada dan sanggup menerbitkan senyum indah di wajah Radit.


Radit menganngkat tubuh Nada tanpa sengaja tangan Nada menyentuh luka tembak Radit dan mampu membuatnya mengaduh.


"Aduh," kelunya. Seketika Nada menatap Radit dengan hawatir.


"Yang, kenapa? Turunkan aku, jika kamu kesakitan, jangan memyakiti dirimu Yang," Nada menatap Radit dengan panik. Akan tetapi Radit terus mengangkat tubuh Nada dan membaringkan di ranjang.

__ADS_1


"Aku menghawatirkan buah hatiku, jika kau tak mau aku angkat, anggap saja aku sedang mengangkat putraku," ucapnya dengan tenang Nada terkekeh, bangun dan berhambur ke pelukan Radit.


"Aku menghawatirkanmu, dan aku tidak mau kamu sakit," Nada berucap sambil menyusupkan wajahnya di dada bidang Radit.


"Bahkan aku rela sakit untuk melindungimu dan Baby kita, kau tak perlu menghawatirkan aku Dear," jawab Radit. Nada menghela napas dalam, bahkan berada di posisi ini sangat nyaman sekali.


"Dear, I never planned it, but you are the best thing that has ever happened to me." ucap Radit sambil mengusap pelan puncak kepala Nada.


Nada memejamkan matanya, merasakan kelembutan cinta dan kasih sayang Radit dengan Nyata. Apa tadi? Sayang, aku tidak pernah merencanakannya, tetapi kamu adalah hal terbaik yang pernah terjadi padaku.


Nada meneteskan air matanya. Bahkan tak pernah ter bayangkan sebelumnya Radit begitu mencintainya dan sangat menyayanginya. Pernikahan mereka karna sebuah ketidak sengajaan dan ternyata berakhir bahagia.


"I love you more than any word can say. I love you more than every action I take. I’ll be right here loving you till the end." lirih Nada. Radit terkekeh geli.


"Yang, Aku mencintaimu lebih dari sebatas kata yang bisa diucapkan. Aku mencintaimu lebih dari setiap tindakan yang aku lakukan. Aku akan ada di sini mencintaimu sampai akhir. Ucapan Nada benar benar merasuk dalam hatinya.


Radit melepas pelukan dari Nada dan menatap Nada kemudian mengusap pelan pipi Nada.


"Kamu adalah pelabuhan cintaku, setelah sekian lama aku berlayar menjelajahi lautan cinta. Tak ada yang lebih indah darimu, kamu adalah teman hidupku, bahagiaku, pemilik hatiku sampai akhir," ucap Radit dengan penuh cinta.


Nada tersenyum dan kembali memeluk suaminya dengan sayang.


"Terimakasih Yang, terimakasih Sayangku. Marvel Raditia Dika," ucap Nada lagi.


Radit tersenyum dan memandang Nada.


"Besok aku akan datang di acaramu, mengumumkan ikatan pernikahan kita pada khalayak juga. Tunggu kejutan dariku Nyonya Marvel," batin Radit.


Radit meraih Nada dalam dekap hangatnya. Keduanya saling memeluk, saling mencinta, saling memiliki. Hingga sebuah gelora panas membara hadir dalam relug jiwa keduanya. Mereka menyatu dalam indah cinta malam ini, mengarungi samudra kenikmatan yang kata Radit adalah sebuah hukuman yang manis.

__ADS_1


😆😆😆😆😆😍😍😍


__ADS_2