Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 160


__ADS_3

Radit mengambil gambar surat undangan itu kemudian mengirimkan gambar undangan pada kontak seseorang yang sepuluh tahun belakangan ini tak pernah dia hubungi.


"Ibu kesayangan"


Ya, dia mengirimkan foto itu pada kontak yang memperlihatkan fotonya dengan Micel. Foto dimana entah, dia tidak pernah merasa foto bersama Micel mungkin ibunya mengambil diam diam.


Foto yang sejak dulu tidak pernah berubah, dulu dirinya sangat membenci foto itu karna menganggap Micel adik sialnya. Akan tetapi saat ini tidak lagi, karna ternyata dia adalah saudara sedarahnya.


Mengingat itu, Radit lagi-lagi bersyukur mempunyai Nada. Nada yang membawa kesejukan di dalam rumahnya yang semula seperti neraka.


Radit mengirimkan itu pada Mira karna dia tau, ibunya dan neneknya juga Micel sangat menyukai butik itu. Pasti mereka antusias datang.


Yang dia inginkan nanti adalah keluarganya tau kebenaran tentang Nada adalah pemilik butik yang mereka sukai. Bahkan, Radit ingin menunjukan pada keluarganya bahwa Nada adalah wanita hebat, bahkan dulu saat Mira begitu membencinya. Tak pernah sekalipun menampar Mira dengan menyombongkan apa yang dimilikinya.


Mira yang saat ini bersama dengan nenek dan Micel di kamar Micel tercengang ketika membuka pesan WA yang datang dari kontak yang begitu lama tak berbalas pesan dengannya.


"My Son"

__ADS_1


Setelah lama sekali tak berbalas pesan saat ini dia menerima pesan. Kontak yang memperlihatkan profil kedua tangan menyatu dan saling menggenggam yang dipastikan milik putranya dan menantunya itu sanggup membuat Mira tersenyum ceria.


Nenek yang sedang memperkenalkan benda dan foto pada micel untuk membantu ingatan Micel kini menatap putrinya. Begitu juga dengan Micel. Gadis cantik itu menatap ke arah mamanya.


"Ada apa Mir?" tanya NeneK Amy dengan antusias. Mira menoleh dan menatap ke arah Micel dan ibunya kemudian memperlihatkan undangan yang dikirimkan Radit dengan senyuman.


"Sheyna bontique mengadakan Fashion mode, pastinya harganya tidak semahal di pelelangan. Bagaimana kalau kita kesana?" tanya Mira dengan antusias.


Micel memutar bola matanya, mencoba berpikir. Sheyna bontique? Sepertinya dia pernah mendengar.


"Kamu baru saja membeli seharga 700 juta, boleh saja kita kesana. Tapi ibu yang kali ini belanja. Kau simpan uangmu," tegas ibunya. Mira tampak prustasi.


Nenek Amy hanya diam kemudian menatap ke arah Micel.


"Kamu mau juga? Nenek akan membelikanya nanti," ucapnya.


"Aku mau ikut, ada yang membuat aku penasaran," jawab Micel. Nenek Amy terkejut. Bahkan cucunya baru saja pulang dari rumah sakit, apa tidak kelelahan?

__ADS_1


"Apa kamu merasa akan baik-baik saja?" tanya Nenek nya dan diangguki oleh Micel.


"Okey, kita bersiap sekarang," ucanya lagi. Micel mengangguk, Mama Mira dan Nenek Amy segera meninggalkan kamar Micel dan bersiap.


🎀🎀🎀🎀


Mobil berwarna merah berhenti di depan sebuah bangunan yang menjulang tinggi setinggi lima lantai. Supir yang mengendarai segera turun dan membuka pintu mobil dengan tergesa untuk penumpangnya.


Tak lama dari itu, tampak seseorang wanita cantik keluar dari mobil itu dengan elegan. Dia berdiri sempurna dan menampakan kecantikan yang memukau, gaun cantik bernuansa islami melekat pada tubuhnya. Netranya memandang ke arah bangunan tinggi yang bertuliskan Sheyna Bontique.


"Mari, silahkan masuk Nona Muda," Sifa dan beberapa orang menyambut Nada ke depan.


Nada memutar bola mata indah yang begitu menyilaukan mata orang yang memandangnya, sejanak dia menatap Sifa. Tidak mau jika sahabatnya itu terlalu formal kepadanya.


"Mari Nona," ucap karyawan lainnya. Nada melangkah, berjalan ke arah butik miliknya yang disulap begitu indah dan memukau. Kursi berjajajar rapi di depan panggung. Nada berjalan di atas karpet merah menuju ke ruangan utamanya.


"Sifa, ikut aku. Kamu bersamaku, biarkan orang lain yang menghendel di depan," ucap Nada dengan sopan tapi terdengar sangat jelas dan mudah di dengar.

__ADS_1


Sifa mengangguk kemudian mengikuti langkah Nada. Para tamu mulai berdatangan, sedang Sifa dan Nada kini berada di dalam ruangan Nada. Pastinya mereka keluar nanti, saat waktu dan tempat di persiapkan pembawa acara kepadanya.😍😍😍


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2