
"Apa apaan ini?" lirih Micel. Bahkan dirinya saat itu berdebat dengan Vino di rumah sakit sebelum Vino ikut mencari Nada. Micel menatap ke arah wartawan dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan.
Sedangkan Vino memejamkan matanya, saat itu dirinya membuat statemen seperti itu supaya bisa membantu Nada agar tidak larut dalam berita miring. Lalu bagaimana ini dia harus menjawab?
Radit dan Nada hanya tersenyum, Radit melepas rangkulan tangannya pada Micel kemudian mengangkat tubuh Nada, Nada terkejut dan melingkarkan tangannya di leher Radit. Keduanya berpandangan mesra.
Para wartawan sontak mengambil gambar manusia itu dengan puas. Akan tetapi salah satu wartawan masih penasaran dengan jawaban dari pertanyaan yang di lontarkan.
"Bagaimana Tuan Marvel?" tanyanya lagi. Radit melirik Vino dan Micel bergantian.
"Kalian tanya saja pada yang bersangkutan, aku tidak ada waktu untuk itu saat ini. Micel sudah dewasa dan sahabatku Vino sudah tua, mereka seharusnya bisa memikirkan yang terbaik untuk kehidupan mereka," ucap Radit.
"Oh iya, sampai lupa. Acara Resepsi pernikahanku dengan Nona Nada akan digelar minggu depan, kalian bisa menyebarkan berita ini, undangan Resepsi akan di bagi ketika keluar dari butik ini," ucap Radit lagi kemudian melelenggang pergi. Nada memejamkan matanya, setelah diakui juga akan diadakan resepsi?
"Ya Allah, sungguh indah jalan cerita ini bagiku." lirih Nada sambil menatap Radit yang membawanya melangkah meninggalkan panggung.
__ADS_1
Micel membelalakan matanya, dan ikut turun mengikuti Radit. Ingin rasaya dia protes dengan jawaban kakaknya tentang pernikahannya itu.
Vino? Dikatakan tua oleh Radit, padahal mereka seumuran membuatnya dongkol. Vino berdiri dan melangkahkan kaki menuju dimana Radit berada.
Pembawa acara menutup acara, sedang para ibu dan bapak yang menginginkan belanja dipersilahkan untuk memilih.
"Kak, bantu aku. Aku tidak tau apapun," ucap Micel yang menghadang langkah Radit. Radit sontak berhenti dan menatap ke arah adiknya. Nada menatap Micel dengan senyumannya.
"Kau memang lupa, kakak juga tak tau isi hatimu. Coba tanyakan pada hatimu," ucap Radit ketus.
"Sepertinya kau harus meminta peetanggung jawaban padanya, dia yang sudah mengatakan pada publik tentang berita itu," ucap Radit sambil melirik Micel dan Vino bergantian.
Micel menatap ke arah Vino, menatap lelaki tampan yang kurang lebih selisih 9 tahun darinya itu.
"Mungkin aku memang harus bertanggung jawab, tapi kau tidak bisa mengataiku seenak jidatmu Tuan Marvel." protes Vino.
__ADS_1
"Apa yang ku katakan benar adanya, kau sangat tua dibandingkan adikku," ulangnya kemudian melangkah pergi. Micel hampir saja melangkah, tetapi langkahnya terhenti saat Vino menarik lengannya, membuat Micel dan Vino berhapan dengan sempurna.
Tangan kanan Vino memegang lengan kiri Micel, sedang tangan kirinya merengkuh pinggang langsing Micel. Micel terkejut dan mendongak, menatap wajah tampan Vino. Wajah tampan lelaki 29 tahun itu, akan tetapi seperti seumuran dengannya.
Keduanya saling menatap, Vino memejamkan matanya. Untuk benar benar menyembuhkan luka hatinya karna kehilangan Asyla tunangannya dulu dan juga patah hati karna Nada yang ternyata sudah bersuami, sepertinya dia harus menikah, berharap cinta datang padanya seusai pernikahan seperti kisah Nada dan Radit.
"Will you marry me, baby?" tanya Vino sambil menatap Micel dengan teduh. Micel memejamkan matanya, otaknya serasa ditekan sangat kuat. Vino ada dalam banyangannya, hatinya bahagia mendengar ini, tapi dia masih ragu untuk itu. Menikah? semudah itukah?
Belum juga menjawab, lima orang wartawan mengagetkan keduanya sehingga mereka terkejut dan Vino melepaskan rengkuhannya, keduanya menatap ke arah wartawan dengan sorot mata malu. Haish, kenapa mereka mengganggu saja? Sudah seperti artis saja mereka beberapa hari ini gara-gara berita heboh yang di sebar oleh Gino Sinatria.
"Jadi apa kalian akan benar-benar menikah? Tuan, Nona?" tanyanya.
🎀🎀🎀🎀🎀
__ADS_1