
Nada dan Sifa saling berpandangan di belakang panggung, Nada bisa melihat dengan jelas mertuanya ada disana. Apa yang harus dia lakukan?
Nada sengaja duduk di belakang yang jauh dari keramaian, dia tidak mau dekat-dekat dengan wanita yang tadi bertabrakan dengannya. Dia takut akan memancing keributan di acara yang bergengsi ini.
"Nad, segera naik!" ucap Sifa.
Nada menghela napas panjang dan mengangguk pelan. Dia bertekat akan naik kesana. Apa tadi? Dia mendengar mertuanya ingin berbincang dengan Owner Sheyna bontique. Nada ingin melihat bagaimana reaksi mertuanya itu jika mendapatkan kejutan dari Nada. Nada tersenyum cantik.
Tiba-tiba saja ponsel Sifa berbunyi, Sifa segera membelakangi Nada dan berbincang di telepon.
Nada melangkahkan kaki ke atas anak tangga yang menghubungkan panggung catwalk dengan tempatnya berdiri, namun sebuah tangan kekar mengangkat dirinya sambil membungkam mulut Nada dengan ciuman dadakan yang membuat Nada tak sanggup berteriak.
Nada terkejut, tangannya memukul dada bidang yang kini mel*mat bibirnya dengan lembut sehingga membuat dirinya terbuai.
Nada memejamkan matanya, rasanya marah sekali. Siapa orang ini? Kenapa mencuri ciumannya? Nada merasakan sesak di dadanya. Istri macam apa dia? Kenapa tak becus menjaga diri?
Orang itu membawa Nada ke ruangan dimana dirinya tadi me make up model dengan desain baju yang dia bawakan. Nada menatap ke arah orang yang berdiri di depannya dengan tegap dengan topi yang menutupi wajahnya. Nada tampak berkaca-kaca, rasanya ingin menusuk orang di depannya dengan benda tajam.
__ADS_1
Orang itu membuka topinya dan menatap Nada dengan tenang.
😍😍😍😍
Sedang di luar sana, para hadirin merasa penasaran dengan owner sheyna bontique yang tak kunjung keluar. Siapa sebenarnya wanita misterius yang mempunyai karir gemilang itu?
"Silahkan, Sheyna bontique segera naik ke atas catwalk untuk mempersingkat waktu," ucap moderator dengan lantang di dalam microfon.
Sifa terkejut dan menoleh ke belakang, Nada tidak ada. Kalau tidak di atas lalu kemana?
"Silahkan, Sheyna bontique segera naik ke atas catwalk untuk mempersingkat waktu," ucap moderator lagi.
Vino dan emyli saling memandang, kenapa Sifa? Bukan Nada? pertanyaan di benak mereka. Mereka tampak kecewa.
Zifana? Wanita itu tampak mengepalkan tangannya, mengamati wanita yang berdiri di atas catwalk. Apa bagusnya dia? Sinisnya.
"Selamat malam, selamat atas penghargaan yang telah di raih sheyna bontique," sapa moderator sambil memberikan piala bergengsi di malam ini dan di terima sifa dengan senyuman indahnya.
__ADS_1
"Silahkan memberi sambutan, Nona," ucap Moderator mempersilahka.
Sifa tersenyum dan menatap ke depan dengan tenang, senyum indahnya terpancar dari wajah cantik yang tak kalah cantik dari Nada.
"Assalamualaikum, selamat siang menjelang sore para hadirin yang berbahagia. Saya disini bukan sebagai owner, tetapi saya mewakili beliau yang berhalangan naik ke atas sini karena ada keperluan yang tidak bisa untuk di tinggalkan. Mewakili beliau, saya mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan partisipasi hadirin semua yang memberikan apresiasi atas karya beliau. Semoga sheyna bontique selalu sukses dan dapat memberikan kepuasan produk untuk hadirin semua, terimakasih dan selamat sore, assalamualaikum wrwb,"
ucap Sifa panjang lebar dan disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.
Zifana tampak berdiri dan melenggang pergi. Siapa wanita misterius itu?
Mira? Wanita itu tampak kecewa saat dirinya mendengar owner sheyna bontique pemilik beberapa butik terkenal dan beberapa aset yang gemilang dan begitu misterius itu tak ada di acara bergensi ini.
"Tante, apa tante masih berniat disini?" Zifana tampak menyapa mira dan memaksa tersenyum.
"Kita pulang sekarang, biar orangku yang mengurus pembayaran. Maaf Zifa, tante tergiur dengan desain yang dibuat sheyna bontique dan mengabaikan milikmu," ucap Mira. Zifana hanya tersenyum tipis.
😍😍😍😍
__ADS_1
Hyoo like, komen banyakin.... wkwkwkw