
Nada sontak menatap ke arah Radit dan segera mengalihkan pandangannya saat melihat Radit memasang wajah garangnya.
Nada mencoba tersenyum dan menatap ke arah wanita yang mengusulkan agar dia mengisi acara itu.
"Maaf Nyonya cantik, tapi hiburan sudah tersedia. Jadi biarkan mereka yang mengisi acara," bantahnya.
"Tidak papa Nona cantik, kami ingin mendengar suara merdu Nona cantik," sahut orang di ujung sana.
"Setuju, saya juga,"
"Setuju, Nona cantik istri saya lagi hamil. Bernyanyilah, dia ingin mendengar suara anda," sahut orang yang berada di pojokan.
Nada memejamkan matanya, astaga kenapa jadi ribet seperti ini?
"Apa salahnya menyumbang satu, dua lagu, Nona," ucap yang ditengah.
"Benar," ucap yang di depan.
Suara gaduh tercipta, hingga pada akhirnya pembawa acara menengahi.
"Sepertinya Nona cantik memang harus bernyanyi, bukankah Nona yang waktu itu mengisi acara di ulang tahun Pradikta grup juga?" tanya pembawa acara.
Nada hanya bisa tersenyum. Hatinya seakan bimbang. Bagaimana dengan Radit? Pasti dia semakin marah padanya saat ini.
Radit tampak memejamkan matanya, mengepalkan tangannya semakin kuat.
Vino menyadari ekspresi Radit yang tampak cemburu itu. Dia semakin yakin jika memang Nada dan Radit adalah pasangan, entah pasangan kekasih atau pasangan suami istri. Lalu, apa dia juga masih harus memastikan nanti? Harus, dia harus menyelesaikan urusan hatinya. Meski entah bagaimana nantinya hubungan dirinya dengan Radit.
Delon tersenyum geli melihat ke arah Radit, sedang Nico hanya menatap wajah cantik Nada dan Sifa yang sangat cantik itu.
"Tapi saya...."
"Apa kau takut Nona cantik? Maukah berduet denganku?"
Suara berat dan sangat familiar di telinganya itu kini membuat Nada mendongak. Astaga, Radit? Benar- benar Radit? Duet dengannya? Nada menghela napas dalam-dalam. Apa yang akan terjadi jika dia menerimanya?
Vino, Delon dan Nico tampak menatap ke arah Radit dengan tatapan tak percaya. Radit? Bernyanyi? Astaga, setan apa yang merasukinya?
Vino menghela napas panjangnya, tidak diragukan lagi memang kedua orang itu terlibat hubungan yang entah bagaimana. Delon hanya tertawa kecil di dekat telinga Radit.
"Kau serius sekali, sepertinya kau memang sangat posesif pada istrimu, segera akui dia. Kau tau, dia sangat mempesona, bahkan jika kau berniat melepasnya aku siap meminangnya," goda Delon. Ada getaran rasa panas yang membakar jiwannya.
"Bukan hanya satu kucing, tapi semua kucing kelaparan pasti akan berebut untuk mendapatkan ayam segar di atas meja," goda Delon lagi.
"Bagaimana Nona cantik?" tanya Radit lagi. Nada memejamkan matanya.
Mendengar seorang Marvel Raditia Dika menawarkan diri berduet dengan wanita itu membuat semua orang tercengang. Bahkan kini Radit berjalan ke arah Nada dan mengulurkan tangannya.
Nada memejamkan matanya, takut, gerogi, semua bercampur. Jika dia menerima uluran tangan itu, lalu apa persepsi orang-orang tentang dirinya? Berjilbab dan dengan religi tapi mudah disentuh. Jikalau orang itu tau mereka pasangan mungkin Nada sangat bahagia. Tapi pilihan ini begitu sulit baginya sekarang ini.
Nada berdiri, mendongak menatap Radit dan tersenyum.
"Wao, amazing Tuan Marvel Nona cantik. Kalian pasangan yang sangat serasi sekali, segera naik ke panggung," teriak orang di belakang sana kemudian di sambut gelak tepuk tangan meriah.
__ADS_1
"Menakjubkan seorang Tuan Marvel akan bernyanyi, mari kita sambut pasangan venomenal kita sore hari ini dengan meriah," ucap Pembawa acara dan disambut kembali dengan tepuk tangan yang meriah.
Fik, tak ada pilihan lain. Nada tersenyum dan mengatupkan tangannya kemudian berjalan ke arah panggung dan mengabaikan uluran tangan Radit.
Radit tersenyum tipis, entah dia sangat bahagia saat Nada menerima tawarannya untuk bernyanyi.
Tepuk tangan Riuh menyambut mereka berdua hingga pada akhirnya pasangan Venomenal itu berdiri di atas panggung. Nada mengambil Microfon, begitu juga dengan Radit.
Pembawa acara tersenyum dan mendekat ke arah pasangan itu.
"Selamat sore Tuan Marvel dan Nona...." Pembawa acara tampak menghentikan ucapannya dan menatap ke arah Nada.
"Nada, nama saya Nada Ai...."
"Nada Aira Raditia Dika," celetuk Radit dengan tegas sambil terkekeh.
"Wao, Sepertinya ceo muda kita terpesona dengan anda Nona Nada. Sangan cocok sekali, Nada Aira Raditia Dika. Mungkin di belakang panggung bisa dilanjut untuk seterusnya," kekeh pembawa acara dan disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Vino memejamkan matanya, bahkan memang Nada dan Radit sangat serasi dan memukau. Vino pasrah.
"Aku titipkan dia Marvel," lirih Vino sambil menghela napas dalam.
Delon tersenyum dan mengarahkan jari jempol pada Radit dan hanya Radit yang tau.
"Kalau begitu silahkan Nona Nada dan Tuan Marvel, waktu dan tempat kami persilahkan," ucap pembawa acara.
Nada maju dan tersenyum ke arah hadirin, mengucapkan salam dan kata sambutan.
"Asalamualaikum, selamat sore para hadirin. Wah, suatu kehormatan bagi saya bisa naik di sini. Rasanya nano nano berdiri di sini untuk bernyanyi. Apa lagi harus bersanding dengan orang tampan yang ada di samping saya, sepertinya saya harus siap-siap banyak fans sekaligus disfans yah nantinya, karna berada di dekat manusia tampan yang pastinya juga banyak penggemarnya," ucap Nada sambil tersenyum dan terkekeh dan juga disambut kekehan hangat para hadirin.
"Sepertinya memang begitu Nona," jawabnya sambil terkekeh juga.
"Kalian serasi lo," sahut yang di ujung sana. Nada melambaikan tangan dan tersenyum. begitu juga dengan Radit.
"Terimakasih, atas waktunya. Mempeesingkat waktu, Ku pilih hatimu untuk kalian semua," ucap Nada kemudian tersenyum ke arah hadirin. Mengatupkan tangan dan memberikan salam pada Tuan pradikta beserta jajaran direksi dan juga para petinggi.
Ku pilih hatimu tak ada ku ragu
Mencintamu adalah hal yang terindah
Dalam hidupku oh sayang
Kau detak jantung hatiku
Setiap nafasku hembuskan namamu
Sumpah mati hati ingin memilihmu
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku
Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
__ADS_1
Sampai nanti di saat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir
Setiap nafasku (setiap nafasku)
Hembuskan namamu (hembuskan namamu)
Sumpah mati (sumpah mati)
Hati ingin memilihmu (ku milikmu)
Dalam hidupku oh sayang
Kau segalanya untukku ooh
Janganlah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti di saat ragaku
Sudah tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir
Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
Sampai nanti di saat nafasku
Sudah tidak berhembus lagi
Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
Tolonglah jangan kau sakiti cinta ini
Sampai nanti aku tidak bernyawa lagi
Dan menutup mata ini untuk yang terakhir
Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini
Sampai nanti di saat nafasku
Sudah tidak berhembus lagi
Karena sungguh cinta ini cinta sampai mati
Cinta sampai mati
Suara Indah Nada dan Radit yang merdu mengalun mengisi keheningan di dalam gedung itu. Sangat mempesona dan sangat membius.
Tapi sayang sekali, justru keindahan di atas panggung membuat pasangan kakak beradik kini saling menatap dan saling terkejut. Mereka sama-sama syok ketika melihat pemandangan indah dimata para hadirin itu.
__ADS_1
🎀🎀🎀🎀😆😆😆