
Area parkir Syeina Bontique sudah seperti lautan mobil. Parkiran panjang itu berhiaskan berjejer-jejer mobil mewah, mereka berbondong masuk untuk mengikuti beberapa acara yang diadakan oleh Sheyna bontique. Selain ingin membeli baju, mereka juga penasaran dengan ouner Sheyna bontique yang digadang akan muncul di acara ini.
Sheyna bontique adalah butik ternama yang empat tahun ini berkembang pesat dan di tahun ini baru saja mulai bekerja sama dengan butik lain, sehingga mereka tampak penasaran dengan ounernya.
Vino datang dengan elegan, sulung dari keluarga Pradikta itu sangat mempesona. Dengan gagahnya dia berjalan menuju ke arena Bontique, dia datang yang pasti karna undangan Nada.
Para wartawan yang diundang Sifa menatap Vino dengan menerka-nerka hal yang masih sulit untuk dijelaskan waktu itu.
Delon, Delon datang ke acara itu karna permintaan Radit. Dia datang tak lama dari Vino yang masuk. Dengan wajah mempesona lelaki berumur 28 tahun itu segera memasuki arena.
Tak lama dari itu, Nico yang suka dengan fashion datang karna berita yang di dapat dari Vino. Nico baru saja keluar dari pintu mobil, tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis cantik yang kini berada di depan pintu mobil juga. Arena parkir yang sudah sempit membuat mereka saling bersenggolan.
Nico menoleh dan ditatapnya gadis cantik yang di dahinya terdapat perban dan tampaknya juga masih baru.
"Maaf Nona," sapa Nico dengan terkejut.
"Baik tuan, saya maafkan." ucapnya kemudian melenggang pergi.
__ADS_1
Nenek Amy dan Mira yang mengetahui interaksi Micel dengan lelaki itu segera mendekat. Dia mengenal Nico, Nico juga salah satu sahabat dari Radit.
"Maafkan putri saya, Nak Nico." ucapnya sambil menghampiri Nico yang masih menatap punggung gadis cantik tadi.
"Putri Tante?" tanya Nico antusias.
"Ya, adik Marvel. Micela namamya," ucapnya. Nico tersenyum tipis kemudian kembali menatap ke arah Micel yang menjauh darinya. Nicho berlari dan mensejajari langkah Micel yang menatap Sheyna bontique dengan tenang.
"Hay gadis, boleh kenalan?" tanyanya sambil menatap ke arah Micel dengan senyum cerianya.
"Aku Micela," ucapnya santai. Nico tersenyum girang, entah melihat Micel membuat detak jantungnya tak beraturan.
Keduanya melangkah bersamaan hingga disambut dengan orang yang berseragam cantik dengan Sebuah tanda pengenal yang menunjukan bahwa mereka adalah panitia dari acara yang diadakan oleh Sheyna bontique.
"Selamat Siang, Tuan dan Nona yang cantik, selamat datang dan menikmati acara," ucapnya dengan senyuman yang indah.
Nicho dan Micel mengangguk pelan kemudian berjalan ke arah dimana seharusnya mereka harus duduk.
__ADS_1
Kehadiran mereka menyita banyak perhatian, sehingga membuat mata yang memandangnya silau dan tampak menatap ke arah mereka.
Tak terkecuali pandangan mata wartawan dan juga pandangan dari sosok lelaki yang kini berada di barisan paling depan. Lelaki itu merasakan getaran tak suka ketika melihat Micel berjalan beriringan dengan orang yang notabenenya adalah sahabat karibnya sendiri.
Nicho dan Micel segera mengambil tempat yang tak jauh dari tempat duduk Vino. Vino mencoba menahan sesak dada yang menekan batinya. Mama Mira dan Nenek Amy duduk di sebelah Micel dan menatap ke arah depan. Menikmati lantunan musik yang diperdengarkan oleh anggota grup musik dengan indah.
Semua mata menikmati momen indah ini, sampai pada akhirnya seorang wanita cantik kembali menyita perhatian penghuni Sheyna bontique.
Wanita cantik yang memakai gaun putih, sangat cantik. Tetapi wajah jutek dan sombongnya selalu melekat dan menjadi ciri utamanya.
Zifana Aurora Manda Sinatria, kedatangan pemilik Zif bontique itu menyita banyak perhatian. Dengan tenang dia duduk di barisan kursi paling depan. Tak sadar saja, dia duduk di sebelah orang yang menatapnya dengan sorot mata benci yang menominasi.
"Selamat Siang Nona Angkuh," sapanya.
Deg, jantung Zifana berdetak kencang. Apa dia yang diajak bicara? Wajah sombongnya seakan hilang entah kemana, ingin rasanya menoleh tapi dirinya tampak ragu. 😍😍
__ADS_1