
Pagi hari di kamar Nada dan Radit, Setelah melaksanakan ibadah Shalat Subuh, Nada tengah membereskan semua perlengkapan yang akan dibawa ke rumah orang tuanya. Sedangkan Radit, Radit tampak sedang berkomunikasi dengan orang di seberang.
"Jadi bagaimana De? Kau sudah mencari informasi tentang Selena? Aku rasa Selena tengah mendapatkan tekanan," ucap Radit dengan tenang.
"Sepertinya memang seperti itu Marvel, tapi aku masih belum bisa membuka mulut wanita itu, sepertinya dia kekeh dengan semua yang dia mau," ucap Delon.
Delon yang akan mengurus segala tentang Selena selama Radit berasa di pulau J.
"Hanya saja aku masih mencium bau bau kebusukan dari Keluarga Sinatria." Delon berucap.
"Mereka telah kehilangan semuanya, lalu apa yang bisa mereka lakukan? Bahkan Butik Zifana juga telah habis terjual. Selena wanita bayaran, jika mereka membayar Selena mana mungkin bisa?" ucap Radit.
Delon menghela napas panjang, Zifana? Wanita itu tergila-gila dengan Marvel dan sampai melakukan hal yang sangat memalukan. Sekarang dimana dia? Dimana wanita sombong itu? Entahlah. Kenapa jadi memikirkan orang itu?
"Jika tidak membayar, aku rasa mereka mengancam. Mungkin Selena mendapatkan ancaman, entah dari mereka atau dari pihak lain yang mendapatkan keuntungan dari kehancuranmu. Kau tenang Saja Sobat, nanti aku akan mengurusnya lagi, aku ada janji dengan Bunda pagi ini." ucap Delon malas.
"Apa yang akan dilakukan Bunda ?Mengenalkanmu dengan wanita?" tanya Radit sambil terkekeh dia tau, Bunda Delon berbanding terbalik dengan sikap Delon. Delon menghela napas panjang.
"Entahlah Radit, akupun tak tau," jawabnya kemudian mengusap kasar wajahnya.
"Ya sudah, segera temui bunda. Aku akan segera terbang ke pulau J." Radit berpamitan.
"Oke, hati hati Tuan Marvel Raditia Dika," ucap Delon kemudian menutup Ponselnya.
Radit memutar langkahnya dan mendapati Nada tengah berdiri di depan pintu.
"Apa ada perkembangan?" tanya Nada. Radit menggeleng pelan.
"Ingat, jika tidak bisa membuktikan semuanya maka kamu harus menikah juga dengan Selena," ucap Nada dengan raut wajah sedihnya.
"Kamu dipanggil di ruangan Kakek, segeralah ke sana," ucap Nada lagi sambil melangkah ke dalam kamar. Sepertinya Nada memang butuh waktu, Radit memejamkan matanya sejenak kemudian segera menuju ke ruang kerja kakeknya.
Radit melangkah masuk ke dalam ruangan kerja kakek yang di desain apik itu. Radit menarik hendel pintu sehingga pintu terbuka. Tampak dua orang yang sangat dia sayangi. Kakek Rey dan Nenek Amy sedang menunggu kedatangannya.
__ADS_1
"Kakek, Nenek," Radit mencium kening Nenek Amy dan menciun tangan Kakek Rey kemudian duduk di kursi yang terletak di depan kedua orang yang dia sayangi.
"Ada apa Kakek dan Nenek memaggil Marvel?" tanya Radit sambil menatap tenang ke arah dua orang itu.
"Kau bisa jelaskan ini?" Kakek Rey melemparkan koran yang memberitakan pertemuan Radit dengan Selena di belakang Nada.
Berita itu juga menjelaskan berita tidak benar tentang hubungan gelap Radit dengan Selena sehingga Selena Hamil, juga tentang masa lalu Radit bersama dengan SSelena
Radit memejamkan matanya. Dia tidak ingin melibatkan keluarga, dan ingin menyelesaikan sendiri. Akan tetapi kenapa berita ini bisa tersebar? Sepertinya benar, dia dan Selena tengah di manfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab demi uang. Di ancam? Pasti, dan dia tau sekali ulah siapa semua ini. Dipastikan Nada membaca berita ini dan membuatnya tampak sedih pagi ini.
"Aku bisa jelaskan Kek," ucap Radit.
"Apa karna ini juga Nada pulang ke rumah?" tanya Nenek Amy menyela.
Radit menghela napas dalam dalam, dan menatap kedua orang tersayang dengan hawatir.
"Sebenarnya Nada hanya ingin menenangkan diri, Nada sudah tau semuanya. Percaya pada Marvel, Marvel akan segera menyelesaikannya," ucap Radit pada kakek dan neneknya.
"Kakek ingin melihat kebenarannya, jika hanya menghilangkan berita bisa kakek lakukan. Akan tetapi, kakek ingin melihat kesungguhan mu Marvel, Nada juga butuh itu." tegas Kakek Rey. Marvel hanya mengangguk dan memang ini kesalahannya.
"Perusahaan beberapa hari ini banyak sekali penanam saham yang masuk, mungkin berita tentang itu membawa namamu banyak dicari. Sepertinya orang yang menargetkan kemerosotan perusahaan karna berita ini akan gigit jari. Entah kenapa justru diluar dugaan, jadi kau tidak perlu memikirkan hal itu, yang perlu kau lakukan adalah memberantas habis orang orang berhati iblis itu dan hukum mereka dengan hal yang semestinya," ucap Kakek Rey dengan tegas. Radit bernapas lega jika memang itu yang terjadi di perusahaan. Kini dia hanya harus memikirkan urusan dengan Selena.
"Jika mau berangkat pagi ini berangkatlah setelah kita sarapan, biarkan Nada menenangkan dirinya," ucap Kakek lagi dan diangguki oleh Radit.
"Jangan sakiti cucu menantu nenek, dan jangan membuat sedih calon cicit nenek. Kau akan mendapatkan hukuman jika itu terjadi," ucap Nenek Amy.
"Radit akan menyelesaikannya Kek, Nek," ucap Radit sambil mengusap kasar wajahnya.
"Kau boleh meninggalkan ruangan kakek," ucap Kake Rey lagi. Radit mengangguk kemudian melangkah keluar dari ruangan kerja Kakeknya.
🌹🌹🌹🌹
Pagi-pagi sekali sudah terdengan suara alarm yang berbunyi dari ponsel Micel yang membuat Vino bergerak, Vino membuka matanya, dia sedikit terhenyak saat melihat tangannya memeluk tubuh Micel dengan erat. Segera Vino melepaskan pelukan itu.
__ADS_1
Suara nafas teratur Micel masih terdengar, tanda Micel masih menyelami alam mimpi. Vino tetap berbaring di samping Micel, ia menghadap ke arah Micel yang memunggunginya. Entah kenapa jantung Vino berdetak tak beraturan.
"Perasaan apa ini," ucap Vino, mengingat ucapan Micel malam tadi dan membuat dirinya merasakan sesak.
"Jangan harap kau bisa selingkuh Nona Micel," lirihnya.
Micel bergerak, saat ini dia berbalik menghadap ke arah Vino. Tangan Micel melingkar sempurna di pinggang Vino, jantung Vino berdetak cepat. Bahkan ketika dengan Asyla dulu, jantung nya tidak berdetak secepat ini.
Wajah mereka benar-benar dekat, Vino mengamamati setiap inci Wajah istrinya. Wajah itu benar-benar cantik dan menggemaskan ketika tidur. Vino membelai wajah di depan nya, kemudian mencium keningnya.
Micel mengerjabkan matanya, segera Vino berpura pura tidur kembali. Micela merasakan nyaman ketika tidur tadi malam ternyata Ini yang membuatnya senyaman ini. Dia memeluk erat suaminya? Astaga, Micel tersenyum tipis, mengamati wajah tampan di depannya, merasa ada yang mengamatinya Vino pun sadar, namun ia enggan membuka matanya. Micel membelai pipi suaminya.
"Terimakasih telah menjadi sahabat untukku Tuan Vino. Aku berharap nantinya kau mengangap aku sebagai istrimu, memperlakukan aku dengan istimewa. Seperti Kak Marvel memperlakukan Kak Nada," ucap Micel lirih.
Micel mengangkat tangannya pelan, kemudian dia bangkit dan menuju kamar mandi. Vino yang sudah bangun sejak tadi hanya menghela nafas kasar.
"Ya Tuhan, apa aku keterlaluan?" lirihnya saat Micel sudah tak ada di sampingnya.
Lima bekas menit berlalu, Micela keluar dari kamar mandi, wajahnya terlihat segar dan cantik. Dia tersenyum saat melihat Vino duduk di pinggiran ranjang,
"Selamat pagi Kak, apa kakak sudah mau berangkat?" tanyanya sambil berjalan ke arah cermin.
"Iya, sekalian kau ikut aku berangkat, arah kantor dan dan mansion Pradikta satu arah, daripada bolak-balik," Micel mengangguk kemudian mengambil mekena dan melaksanakan sholat subuh.
Vino segera membersihkan dirinya, setelah selesai ia mendapati Micel yang sudah selesai sholat. Micel juga sudah rapi. Vino mendekati Micel dan menatap wajah cantik yang kini mengucir kuda rambutnya. Vino mengusap wajah cantik Micel. Micel terkejut, namun ia tersenyum bahagia.
"Kenapa Kak?" tanya Micel di sela jantungnya yang tak beraturan.
"Aku harap kau tidak mengucir rambutmu seperti ini," Vino menarik ikat rambut micel sehingga rambut Micel terurai dengan indah.
"Satu lagi, kau jangan mencoba untuk membangkang lagi. Jika kau bosan di mansion, aku akan memberikan kegiatan baru untukmu. Kau harus bisa memasak dan mengirimkan bekal makanan setiap siang ke kantor," ucap Vino kemudian melangkah pergi ke luar kamar. Salah satu asisten sudah memberi tau pada mereka untuk segera berkumpul dan sarapan bersama.
Micel membelalakan mata indahnya, apa tadi? Memasak? 😄😄
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹