Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC2. Bagaimana perasaanmu?


__ADS_3

Micel menyandarkan tubuhnya di dinding, menekan dadanya untuk tidak merasakan sesak. Apa yang harus dia lakukan untuk mengalihkan kesedihanya? Perutnya terasa lapar, memang dia juga belum makan, malam ini.


Micela menghapus air matanya dan membenahi ikat rambutnya kemudian menuju ke arah dapur. Micel membuka lemari pendingin. Tak ada banyak bahan makanan di sana.


Micela memejamkan mata indahnya. Harus makan apa? Micel melangkahkan kaki keluar dari dapur. Micel berpapasan dengan Vino yang membawa beberapa kantong plastik. Keduanya saling berpandangan. Vino tampak biasa, seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. Kebiasaan para lelaki yang selalu seperti ini.


"Kau lapar? Aku membeli bahan ini tadi, masaklah. Kebetulan aku juga sangat lapar. Sejak siang belum makan." ucap Vino sambil meletakkan beberapa kantong plastik di atas meja. Sejak siang belum makan?


Micel memejamkan mata indahnya, mengingat satu set rantang makanan yang tadi di masaknya. Micel menghela napas dalam-dalam, sudahlah. Yang penting tidak mubadzir karna sudah dimakan Nicho dan keluarganya.


"tunggu apa lagi?" tanya Vino sambil mengeluarkan beberapa sayuran, wortel, makaroni, sosis dan Mie pipih. Micela segera mendekat, meraih wortel dan mengupas.


Sedangkan Vino mengambil wajan dan spatula dan diletakkan di atas kompor. Micel melirik Vino yang tampak cekatan sekali.


"Aduh," keluh Micel.

__ADS_1


Netranya yang melirik Vino, membuat pisau yang dia pegang meleset dan mengenai ujung jarinya. Darah segar menetes dengan deras.


Vino menghentikan aktifitasnya, meraih tangan Micel dan mencucinya. Micel meringis kesakitan. Segera Vino menyecap jemari Micel karna darah tak kunjung berhenti. Micel tampak meringis, merasakan perih yang menjalar.


Vino mengambil kursi, dia duduk kemudian menarik Micel diatas pangkuannya. Tangan kirinya meraih kotak P3k yang berada di dinding, meletakkan di di meja. Tangannya melingkar di pinggang Micel dengan sempurna sambil mengobati luka iris di jari tengah tangan kiri Micela.


Micel merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat. Melirik Vino yang terlihat sangat tampan. Vino telah selesai mengobati luka Micel. Meletakkan kembali kotak P3k di tempatnya. Vino meletakkan dagunya di pundak Micela, tangannya melingkar sempurna di pinggang wanita cantik yang kini duduk di pangkuannya.


Keduanya larut dalam perasaan entah bagaimana, Vino menggenggam erat tangan Micela.


"Duduklah, aku akan memasak untukmu," Vino mengangkat tubuh Micel dalam gendongannya dan mendudukan Micela ke kursi yang dekat dengannya beraktivitas memasak nanti.


Micel berdiri dan mengambil beberapa bawang dan mengupasnya. Vino tersenyum dan memandang istrinya.


"Istirahatlah, aku akan membuat untukmu," ucapnya. Micel manatap Vino dan tersenyum.

__ADS_1


"Yang sakit jemariku saja, aku bisa memasak. Jangan meremehkanku, Tuan Rezhidan Alvino pradikta," ucap Micel kemudian menumis beberapa bumbu. Vino tersenyum dan menatap Micel dengan bangga.


"Aku tau, kau wanita hebat. Nona Micela Adelia Dika," ucap Vino sambil menyelipkan anak rambut Micela di telinganya.


"Mungkin aku memang bukan lelaki sempurna, tapi harapanku menikah sekali dalam seumur hidupku," ucap Vino dengan tenang di telinga Micela.


Micel memejamkan matanya, merasakan desiran rasa hangat yang bergelayut di hatinya. Mungkin memang itu adalah impian dari setiap orang Lalu apa dia adalah harapan Vino?


"Kau boleh menikah sekali lagi dengan orang yang tepat," jawab Micel dengan tenang. Vino menghela napas panjang.


"Tidakkah kau mau bertanya bagaimana perasaanku?" tanya Vino sambil menatap wajah cantik orang yang kini berada dalam rengkuhan tangannya.


Micel menatap lembut ke arah suaminya, bahkan dia memang ingin tau, bagaimana perasaan suaminya. Micel memasukkan wortel sayuran dan Mie ke dalam wajan dan mengaduknya dengan spatula. Tak lama dari itu, Micel menghidangkan makanan di atas meja.


Micel memutar langkahnya kemudian menatap Vino dengan tenang.

__ADS_1


"Memang bagaimana perasaanmu padaku?" tanya Micela yang saat ini menatap lekat ke arah suaminya yang saat ini seimut kucing anggora.


😍😍😍😍😍


__ADS_2