
Sifa juga melakukan hal yang tak jauh berbeda dari Nada. Mereka berdua berdiri di sisi kanan dan kiri mobil kemudian saling berpandangan.
Sifa berjalan mendekat ke arah Nada yang tampak terpukau dengan proyek besar yang dikerjakan pradikta group. Bahkan dia adalah salah satu investor, suatu hal yang membahagiakan saat dirinya berada diantara mereka yang sangat berbakat dengan bisnis.
Radit mengempalkan tangannya, rasanya ingin sekali menyapa dan datang di samping Nada. Menggandeng tangan wanita yang beberapa hari ini tampak sangat cantik di matanya. Pake racun apa? Kenapa wajah istrinya seakan bersinar? Semakin hari semakin cantik, semakin menggemaskan. Astaga, bikin sport jantung.
Kalo Vino manusia tampan itu saja tertarik dengan Nada, lalu bagaimana dengan pembisnis lain yang wajahnya pas pasan dan hanya menang uang? Tuhan, kenapa malah kayak gini pikirannya? 🤣🤣
Radit kembali melirik ke arah Vino yang menatap Nada dengan tersenyum. Bahkan senyumanya plus plus dengan 100 sendok gula yang membuat Vino semakin tampan dan manis. Hem, kenapa? Kenapa dirinya takut bersaing dengan Vino. Bahkan sebenarnya dirinya jauh lebih tampan. Wkwkwk.
Radit menghela napas dalam-dalam, dia harus siap dengan segala konsekwensi membiarkan Nada berkeliaran. Haist, bukankah Nada sudah izin dan dia memperbolehkan? Kenapa sekarang jadi nggerundel? Rasanya ingin mengatakan pada dunia jika Nada adalah istrinya, kemudian memeluknya dengan posesif di depan banyak orang.
"Dasar nakal, aku akan menghukummu nanti Nona Nada," lirihnya sambil mengepalkan tangannya. Radit terus saja masih menatap ke arah Nada sehingga Vino mengetahui tatapan itu. Semakin yakin saja jika memang mereka ada apa-apa.
"Hai Bro, selamat siang sahabat baik, kalian melihat apa? Melihat bidadari cantik?" tanya Delon yang baru saja datang bersamaan dengan Nico sambil menatap ke arah Radit dan Vino yang fokus pada satu tempat.
Radit dan Vino menatap ke arah dua sahabat baik yang baru saja Datang itu. Mereka bergantian berjabat tangan dan berangkulan sejenak.
"Wah, melihat bidadari sampai lupa menyambut kedatanganku," ucap Delon, sengaja dia ingin menggoda Radit dengan segala ucapan yang menyebalkan.
__ADS_1
Radit mengepalkan tanganya, ingin sekali menyumpal mulut Delon, manusia laknat yang sudah tau hubungannya dengan Nada itu. Nico tertawa, bahkan dirinya sekarang juga mengedarkan pandangannya dan menatap ke arah mobil yang berada di samping tetapi berjarak beberapa meter itu.
"Bukankah itu Nada? Pujaan hatimu, Vin? Orang yang sempat mengisi acara dengan bermain Piano waktu itu?" tanya Nico seakan masih hafal wajah cantik Nada yang memang sulit untuk dilupakan.
Ya Tuhan, pertanyaan Nico membuat Radit panas. Sebisa mungkin dia menahan segala sesak yang menyeruak di dadanya. Sebisa mungkin menekan rasa cemburu. Tapi dia pastikan, Nada akan mendapat hukuman yang setimpal karna ulahnya. Apa-apaan membawa mobil semewah itu? Bahkan lebih menyita perhatian orang ketimbang mobil miliknya. 😀
Mobil siapa itu? Sangat-sangat mengganggu suasana hatinya, bukankah Radit sudah mengatakan jika tidak boleh aneh-aneh? Kenapa seperti ini? Radit melirik Nada yang masih berbincang dengan Sifa. Bahkan dia tidak memakai make up tebal, jadi apa dia membangkang? Tidak juga, Radit hanya bilang jangan dandan cantik-cantik. Harus bagaimana lagi? Istrinya memang sudah cantik sejak lahir. 😆😆 Dimana salah Nada?
Pertanyaan Nico membuat Vino kembali melirik Radit, dia ingin memastikan bahwa perasaannya tidak salah. Dia ingin memastikan bahwa Nada dan Radit ada hubungan. Dia juga ingin memastikan hubungan apa. Jika pada akhirnya nanti harus kecewa, dia juga pasrah. Entah, Vino tak lagi pusing dengan hal yang ribet. Ingin segera melepas beban hatinya dan hanya memikirkan satu nama, Micela Adelia.
"Vin, bukankah dia pujaan hatimu? Kenapa tidak disambut?" tanya Nico lagi. Vino mengarahkan pandangannya ke arah Nico dan tersenyum.
Nico tersenyum, kemudian menatap Vino dan menepuk pundaknya pelan kemudian mengangguk.
"Itu lebih baik, kau tidak tau dia bersuami atau belum. Alangkah baiknya segera diselesaikan, supaya hatimu tak berlarut dalam kebimbangan. Bukankah begitu Tuan Marvel Raditia Dika yang terhormat?" sahut Delon sambil menatap ke arah Radit dan tersenyum tipis.
Uhuk uhuk uhuk
Radit tersedak udara, Vino menghela napas dalam-dalam saat melihat respon Radit yang sepertinya sangat terkejut itu.
__ADS_1
"Dia belum bersuami, bahkan kami sempat dijodohkan. Kalaupun sudah, harusnya suaminya tau kalau wanitanya itu butuh pengakuan supaya tidak menjadi fitnah. Nada sangat istimewa, tidak menutup kemungkinan banyak orang lain juga yang merasakan hal yang sama sepertiku. Takutnya jika orang lain itu adalah orang jahat," ucap Vino.
Radit mengepalkan tangannya mendengar ucapan Vino, ingin rasanya protes pada papa mertuanya. Jadi Vino mau mengungkap perasaan pada Nada? Tentunya Nada akan menolak.
Meskipun cemburu, tapi Radit mencoba menahan. Lalu, apa tadi? Vino bilang Nada butuh pengakuan supaya tidak ada fitnah? Salahkah dia bila belum mengumumkan pada dunia? Dia hanya ingin melindungi Nada untuk saat ini. Tapi kenapa omongan Vino ada benarnya juga? Harus bagaimana dia? Mengumumkan pada dunia kemudian menjaga Nada dengan ketak begitukah?
"Hem, sebaiknya kita masuk. Kita ngobro di dalam," ucap Vino lagi. Nico melirik ke arah Nada dan Sifa yang masih asik bercengkerama. Entah apa yang mereka bicarakan.
"Nona Nada, mari bergabung. Kita masuk bersamaan," Nico sedikit berteriak dan membuat Nada dan Sifa menoleh bersamaan.
Nada membelalakkan matanya, netranya menatap bergantian ke arah asal suara. Astaga, Radit, Vino, Delon dan Nico? Kenapa dirinya tidak tau kalau ada Radit? Pasti suaminya itu marah saat ini, entah apa kesalahan yang dilakukan lnya. Nada dengan susah payah menelan ludah. Dia takut jika nanti suaminya akan mendiamkannya.
Haist, kenapa dirinya tidak menyadari tadi? Nada hanya mampu tersenyum. Dia dan Sifa segera berjalan dan berhenti sejenak di kerumunan itu.
"Terima kasih, Tuan atas tawarannya. Saya duluan," ucapnya kemudian melangkah pergi.
"Sebaiknya kita juga segera ke dalam," ucap Delon dan diangguki oleh ke tiga sahabatnya.
🎀🎀🎀🎀
__ADS_1