Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 46


__ADS_3

"Baik, kalau begitu aku pamit dulu," ucap Zifana kemudian melenggang pergi di ikuti oleh Mira.


Zifana berjalan sambil mengusap air matanya, Mira mengejarnya dan menghentikan langkah Zifana.


"Zifa, kamu yang sabar, Nak! Pasti Radit tidak benar-benar menikah. Masih ada kesempatan," Mira menatap ke arah Zifa dengan tatapan sayang.


"Tante, Marvel sudah menikah. Itu artinya tidak ada kesempatan lagi untuku mendekati Marvel. Bahkan tante tidak bisakan mengendalikan Marvel, tante memberi harapan pada Zifa tetapi semua hanya harapan palsu. Sakit tante," ucap Zifana. Mira memeluk Zifana dan memberikan ketenangan pada wanita cantik itu.


"Kita tidak tau, pernikahan seperti apa yang di Jalani Marvel. Bisa saja hanya sekedar kontrak pernikahan saja kan?" tanya Mira. Zifana mengusap air matanya dan memandang ke arah Mira dengan senyuman indahnya.


"Oke tante, Zifa akan mencari tau tentang ini. Semoga saja apa yang tante ucapkan adalah kebenaran," ucapnya.


"Semoga, Nak. Tante selalu mendukungmu," ucap Mira.


"Kalau begitu Zifa harus pamit, Tante," Zifana mencium pipi Mira kemudian melenggang pergi.


❤❤❤


MR Tan telah menandatangani kontrak persetujuan kerja sama selama tiga bulan ke depan. Proyek pembangunan sebuah mol yang di gadang paling besar di pulau itu memberika peluang pendapatan yang menguntungkan.

__ADS_1


Zifana? Meskipun sebenarnya hatinya sangat tegang saat ini karena misi untuk membantu Tuan Sinatria gagal, namun dirinya tidak menampakan itu di depan Radit dan Kakek Rey.


"Kalau begitu saya pamit, terimakasih telah melakukan syarat yang saya ajukan. Semoga keluarga anda menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah," ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepada Radit.


Radit tersenyum dan membalas uluran tangan Mr Tan. Dia memandang ke arah lelaki paruh baya itu dan tersenyum.


"Terimakasih doanya, Tuan."


"Saya berharap bisa bertemu dengan istri cantikmu, boleh saha tau namanya?" tanya MR Tan sambil melirik buku nikah yang sedari tadi ditunjukan tetapi dengan sengaja Radit tak memperlihatkan nama Nada.


Entah kenapa, Radit ingin menyembunyikan identitas Nada dari manusia-manusia yang dinilainya licik.


"Bukankah bukti ini sudah cukup jelas? Istriku sangat pemalu, Tuan Tan," ucap Radit santai. Aishh, pemalu? Dari mana? Bahkan Radit ingat betul wajah pemberani Nada yang selalu membuatnya emosi.


Kakek Rey menatap ke arah cucunya dengan senyuman. Radit menyandarkan tubuhnya di kursi putar dan menatap kakeknya dengan malas.


"Apa kau tidak berencana memperkenalkan cucu menantu kakek?" tanyanya dengan senyuman.


"Tidak penting, hanya istri bayaran," jawab Radit.

__ADS_1


"Kakek bukan penjahat, tampaknya kau takut sekali wajahnya di ketahui orang," ucap kakeknya.


Radit membelalakkan matanya, apa maksud kakeknya? Benar-benar tidak jelas sama sekali.


"Tidak penting mengenalnya kek," jawab Radit dengan malas.


"Okey, kalau kau tidak mau mengantar kakek menemuinya. Kakek akan meminta Dani untuk datang pada cucu menantu kakek," ucap Kakek Rey. Radit terdiam, bahkan dia tak tau dimana Nada berada. Menelpon? Tidak akan dilakukannya.


Radit mengambil ponselnya dan menghubungi ponsel Dani.


"Ada apa Bos?" tanya orang di sebrang.


"Cari keberadaan wanita itu, kakek ingin menemuinya," ucapnya.


"Bukankah setelah dari acara ijab kau membawanya? Bahkan aku belum selesai disini," ucap Dani.


"Kalau bersamaku aku tidak akan memerintahmu. Dia bilang mau ke apartemennya sendiri. Pastikan dia ada disana saat kakek ke sana," ucap Radit.


"Kakek saja? Berarti kau tidak ingin menemuinya? Lalu, bolehkah aku yang menemuinya?" tanya Dani.

__ADS_1


Radit mengepalkan tangannya dan memejamkan matanya. Haruskah dia menjelaskan pada asistennya dengan jelas, bersama siapa kakek datang kesana nanti?


😍😍😍😍😍


__ADS_2