Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 61


__ADS_3

Radit mengalihkan pandangannya pada Vino yang kini menatapnya dengan penuh pertanyaan. Segera Radit menguasai diri dan mencoba bersikap sewajarnya.


"Marvel, apa yang kau lakukan disini?" tanyanya sambil menatap ke arah sahabat karibnya. Walaupun hatinya merasakan sesak, dongkol tetapi Radit tetap mencoba untuk tenang.


"Aku ingin membeli gaun," ucapnya. Vino mengernyitkan dahinya dan tersenyum.


"Gaun?" tanyanya.


"Hem,"


"Untuk siapa? Kenapa kau hanya sendiri?" tanya Vino.


"Sengaja aku sendiri, orang yang aku belikan tampaknya sedang bahagia dengan lelaki lain," ucap Radit sambil melirik ke arah Nada yang kini mengulum senyuman pada Radit. Tentunya Vino tidak melihatnya.


Senyuman Nada membuat Radit semakin dongkol dan ingin melampiaskan kemarahannya.


Nada menggelengkan kepalanya, aish selalu dia bahagia melihat manusia sombong itu marah-marah.


"Lalu, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Radit santai.


"Aku kesini membahas bisnis dengan owner butik ini," jawabnya.


"Kerjasama?" tanya Radit antusias.


Sheyna bontique, butik yang sudah terkenal empat tahun belakangan ini yang dia tau adalah milik dua gadis cantik yang sulit untuk ditemui. Ada beberapa cabang dan salah satunya terkenal di Negara P. Negara dimana dirinya bekerja pada perusahaan Micho kakaknya.


Lalu, apa owner sheyna bontique ada disini? Radit melirik Nada yang tampil elegan dan cantik dengan balutan kostum kekinian.


"Ya, dia ada disampinku," ucap Vino dengan penuh kekaguman.


Deg, jantung Radit terpompa lebih cepat. Nada Aira. Gadis cantik yang berstatus sebagai istrinya itu adalah Owner Sheyna Bontique? Dua Gadis yang terkenal tetapi misterius. Apa benar salahsatunya adalah istrinya? Gadis yang sukses karirnya di usia muda? Gadis yang mempunyai aset yang perlu dibanggakan, namun tak pernah menyombongkan dirinya.


"Oh, salam kenal Nona," ucap Radit sambil menekan kata Nona di akhir kalimatnya. Nada tersenyum dan mengangguk pelan.

__ADS_1


"Nada, panggil aku Nada. Salam kenal Tuan, senang bertemu dengan anda,"


Radit terdiam, entah perasaan apa yang bergelayut di hatinya.


"Kalau begitu selamat mencari gaun, Marvel. Aku pamit dulu," ucap Vino pada Radit.


"Mari Nada, sampai ketemu lain waktu." ucap Vino pada Nada. Nada mengangguk pelan.


Vino melangkah pergi, kini dua makhluk yang selalu bertengkar dalam keromantisan itu tengah saling menatap. Nada mengulurkan tangannya dan meraih tangan Radit kemudian mencium telapak tangan Radit yang masih saja kaku karna sempat terkepal kuat menahan emosi.


"Assalamualaikum, selamat sore Yang," Nada menyambut suaminya dengan hangat. Hatinya merasakannya bahagia, seorang Marvel Raditia Dika datang menemuinya. Bukankah bisa saja dia meminta asisten yang sangat menyebalkan itu? Apa dia terlalu penting sehingga Radit datang sendiri? Aish, Nada apa yang kamu pikirkan?


Radit yang merasa sesak mulai hilang saat mendapatkan sentuhan hangat dari Nada. Kini menatap Nada dengan sorot mata yang sulit diterjemahkan.


Keromatisan mereka membuat pengunjung Sheyna Bontique jadi heboh. Mereka merekam betapa romantis dua orang itu. Tapi, bagaimana bisa CeO MRD group yang terkenal itu ada disini? Bisik-bisik pengunjung yang sedang ramai di sini terdengar. Nada yang menyadari itu menatap ke arah Radit yang kini tampak biasa saja.


Terdengar langkah kaki seseorang yang kini berdiri di belakang Radit.


"Lakukan sesuatu agar berita ini tidak menyebar," titah Radit. Nada terkesiap saat kini melihat asisten pribadi suaminya ada di butiknya juga. Sejak kapan?


Radit terdiam. Okey, Dani memang sangat bisa diandalkan, tetapi sepertinya Radit ingin mengumpat mendengar sapaan kata cantik yang berusaha menggoda Nada. Tidak bisakah Dani menghormati dirinya?


Nada menatap Radit dengan tenang, tiba-tiba saja Radit mengangkat tubuh mungil Nada dan membawanya turun menuju parkiran. Nada sontak mengalungkan tangannya di leher Radit. Banyak orang di butik yang menyaksikan keromantisan Owner butik dengan Ceo MRD grup. Ada hubungan apa mereka?


Entah, Radit tak peduli dengan itu. Yang jelas ketika ada Dani, semua akan aman terkendali.


Radit membawa Nada ke dalam Mobil, mendudukan istri cantinya itu di dalam mobil mewah miliknya. Kini, keduanya saling menatap saat Radit mendudukan Nada. Nada yang merasa gugup hanya bisa terdiam dan memejamkan matanya. Namun, seulas senyum terbit di bibirnya



Radit berputar dan kini dia duduk di balik kemudi. Radit menatap Nada, begitu juga dengan sebaliknya.


"Kita mau kemana yang?" tanya Nada penuh selidik.

__ADS_1


Suasana sunyi, Radit yang menampakkan wajah dinginya membuat Nada terdiam. Nada enggan untuk berbicara lagi, dia membiarkan Radit tenggelam dalam emosinya dan menunggu waktu yang tepat untuk berbicara.


Tiga puluh menit berlalu, waktu sudah menujukan waktu magrib. Mereka telah sampai di depan sebuah mansion yang mewah. Radit yang diam masih saja mengabaikan Nada. Radit turun dari mobil. Nada melangkah mengikuti Radit menapaki tangga Mansion itu.


Rumah siapa ini? Apa yang akan dilakukan di rumah ini? Nada merasakan kegugupan di hatinya.


"Yang," Nada menghentikan langkah Radit dan berhenti di depannya. Nada membawa Radit minggir di sebuah balkon yang sedikit tertutup Nada memandang suaminya dengan lembut.


Radit memalingkan wajahnya. Selain geram karena melihat kebersamaan Nada dengan Vino, bayangan keakraban mereka masih saja terngiang dipikirannya.


"Kamu marah?" tanya Nada. Nada sedikit menggeser langkahnya hingga ia berada tepat di depan Radit. Nada menatap kearah Radit dengan cinta, menggenggam tangan Radit kemudian meletakan di pinggangnya. Nada mengalungkan tangannya dileher suaminya. Untung saja mereka di tempat yang tak dilihat orang.


Nada menatap wajah datar yang kini menunduk membalas tatapan matanya. Debaran jantungnya tak karuan, rasanya menyesal mengambil posisi yang seperti ini. Mau tidak mau dia harus memainkan drama untuk melunakkan hati suaminya yang mengeras.


"Jangan mengabaikan aku. Apa aku ada salah?" tanya Nada, ia mendongak, tubuh Radit yang lebih tinggi mengharuskan Nada mendongakkan kepalanya.


Radit terdiam, jauh dilubuk hatinya ada rasa yang menggelora, sentuhan hangat dari istrinya membuatnya kelabakan. Namun saat ini dia mencoba untuk melihat sejauh mana sicantik di depannya merayunya.


"Yang, ini rumah siapa? Kamu boleh marah, karna aku suka melihatmu marah. Tapi tolong jawab pertanyaanku," ucap Nada sambil mengusap pelan pundak Radit.


Radit masih saja berdiam menahan hasrat yang tiba-tiba saja bangkit dari dirinya. Merasa sudah tidak berdaya, Nada sedikit berjinjit, ia mendaratkan ciuman dadakan sekilas untuk suaminya.


Deg, jantung Radit berdetak tak karuan saat bibirnya bersentuhan dengan bibir manis wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya. Oh, ****. Kenapa Nada suka sekali menggodanya? Nada merutuki dirinya sendiri. Kini dia kembali berdiri dan menatap Radit.


"Coba jawab, ini rumah siapa?" tanya Nada lagi.


"Rumahku, nenek ingin kau memasakkan untuknya," ucap Radit dingin.


Nada tersenyum dan mengusap pelan dada Radit. Bertemu nenek mertua? Lalu siapa lagi? Ah, Nada merasakan deguban jantung yang tak beraturan.


🤣🤣🤣🤣🤣


Ye... meleleh dah tu Radit.🤣🤣🤣Lik komen 150 30 yokk..

__ADS_1


Aku malak lagi 🤣🎀❤❤❤❤. Love kalian semua emuachhhhh.


Kalo Radit dapat ciuman dadakan dari Nada. Kalian dapat dari othor ramah 🤣🤣🤣🤣.wkwkkw


__ADS_2