
Vino berdiri, dia melangkahkan kaki menuju ke arah Emily yang menunggu Nada di sana. Radit mengepalkan tangannya. Vino? Oh No, Nada istriku. Tapi, untuk sekedar mengikuti Nada dan menyambut Nada dirinya tak mampu. Radit memutuskan untuk melangkah pergi.
Radit hendak melangkahkan kaki, namun suara candaan orang di belakangnya yang membicarakan Nada tampak mengusik hatinya
"Lihat, gadis itu benar-benar cantik. Cari dia informasi tentangnya dan beri tau aku secepatnya," ucap salah seorang kepada asistennya.
"Selain cantik, senyumnya juga mempesona. Sangat beruntung orang yang mendapatkannya," sahut satunya.
"Pasti belum ada yang punya, lagi pula kalau sudah ada yang punya mana bisa membiarkan istri secantik dia keluar sendirian? Apa tidak takut di ambil orang?" sahut satunya lagi.
"Kalau dia jadi milikku akan ku jaga sampai maut memisahkan,"
"Mimpi aja terus, apa dia mau sama kalian? Lagian, wanita cantik berjilbab itu mana mau sama tukang mabok, apalagi suka main wanita seperti elo, yang ada dia milih ustad atau kiai. Paling tidak jika harus berfikir dengan lelaki biasa setidaknya bukan pemain wanita," ucap salah satunya.
Deg
Jantung Radit seakan terbakar rasa emosi, ucapan orang itu benar-benar membuatnya emosi. Bahkan sebenarnya mana tau jika Nada adalah istrinya. Aish, kenapa jadi emosi seperti ini?
Ucapan lelaki muda di belakangnya malah membuat Radit kesal dan sesak. Apa yang dia cari? Apa sengaja dia mau mencuri perhatian banyak orang dengan bernyanyi di atas panggung? Radit mengepalkan tangannya.
"Coba kau cari tau nomer ponselnya, aku jatuh cinta denganya bro," ucap seseorang di samping Radit. Percakapan itu membuat Radit semakin gerah.
"Kau tau, kata asistenku dia baru saja ke pulau ini beberapa hari. Dia sendiri, dan dipastikan dia jomblo. Sebaiknya kita bermain dengan sehat untuk mendapatkannya, setuju?" ucap mereka lagi.
"Wah, sepertinya peluang kita masih terbuka lebar," ucap salah satunya sambil berbisik. Akan tetapi bisikan itu terdengar jelas di telinga Radit.
Radit bangkit dari duduknya dan seketika dia menabrak orang yang sedang melintas di sana.
"Maaf, aku tidak sengaja," Radit mengatupkan tangannya dan begitu terkejut saat melihat orang yang baru datang dan di tambraknya ini adalah Tuan Hasan Nugraha yang notabenenya adalah ayah mertuanya.
Keduanya saling menatap, Radit tampak terkejut sedangkan Tuan Hasan menatap Radit dengan seluas senyum.
"Marvel," ucap Tuan Pradikta.
Tuan Hasan dan Radit yang terjebak dalam situasi ini terkejut saat Tuan Pradikta yang memang baru datang dengan gerombolan ayah Nada kini menatap Radit dan tersenyum.
"Om, maaf saya tidak sengaja." Radit menyapa.
__ADS_1
"Oh, no problem. Kau tidak papa Pak Hasan?" tanya Pak Pradikta pada Pak hasan.
"Saya tidak papa, Bos," jawabnya.
Nada yang disambut oleh Vino dan Emily tampak melihat kerumunan.
"Ada apa itu?" tanya Nada.
"Itu papa, kak. Apa sebaiknya kita ke sana?" tanya Emyli.
"Iya, tidak masalah." sahut Vino.
Kini ketiganya melangkah ke arah kerumunan.
"Papa, ada apa?" Emyli yang sangat ramah segera mendatangi papanya.
"Sayang, Tidak ada. Hanya Marvel sepertinya memikirkan sesuatu dan menabrak Pak Hasan," ucap Pak Pradikta.
"Begitukah? Aku pikir ada apa," ucap Emyli.
"Nada, kamu disini juga? Bersama siapa?" tanya ayahnya. Dia pikir Nada bersama Radit.
"Aku bersama Sifa yah," jawabnya sambil melirik ke arah Radit yang menatap tajam ke arahnya. Radit kecewa saat Nada mengatakan jika dengan sifa, ais kecewa? Bukankah memang dia bersama sifa?
"Ayah?" tanya Tuan Pradikta dan Emyli yang dari tadi mengamati percakapan ayah dan anak itu.
"Oh, iya Pak. Nada adalah anak saya," ucap Pak Hasan.
Emyli melirik Vino yang tampak bahagia mendengar kenyataan ini. Radit juga mengetahui raut wajah bahagia sahabatnya itu. Apa Vino menyukai Nada? Kenapa dia bahagia sekali? Kenapa sakit sekali? Apa aku kecewa? Apa aku cemburu? Pikir Radit.
"Oh, dunia sempit sekali. Jadi mungkin kita bisa membicarakan perjodohan Vino dengan Nada yang sempat kita bicarakan sebelumnya Pak Hasan," ucap Pak Pradikta.
Uhuk-uhuk...
Tiba-tiba saja Nada tersedak udara. Jadi Vino anak bos ayahnya? Sedang Radit yang tampak gerah dan kesal kini menyela pembicaraan.
"Maaf, Om, Vino dan kau emely. Aku harus pamit dulu." Radit tampak mengulurkan tangannya dan berpamitan pada orang di depannya.
__ADS_1
"Kenapa buru-buru Kak? Kak Nico dan Kak Delon masih minum disana kan?" rengek Emyli sambil mengusap dada bidang Radit.
"Aku harus pulang Emely," jawab Radit.
"Betul kata Emyli. Sebaiknya kau disini dulu," ucap Vino.
"Tapi malam ini adalah malam istimewa, pasti ada yang menungguku. Jadi aku harus segera pulang," ucap Radit sambil melirik Nada yang tampak terdiam.
"Okey, tapi kakak lain waktu harus meluangkan waktu untukku," Emely mendaratkan ciuman di pipi Radit.
Nada memalingkan wajahnya. Hatinya terasa perih melihat adegan ini. Namun, melihat Nada kecewa menerbitkan senyuman sinis di bibir Radit. Setidaknya rasa kecewa di hatinya terbayar sudah dengan kelakuan Emily yang memang sangat manja.
"Okey sayang, aku akan meluangkan waktu untukmu," ucap Radit sambil mengusap pipi merah Emyli. Nada lagi-lagi harus merasakan sesak.
Radit melangkah pergi dan meninggalkan pesta itu. Emyli menatap punggung Radit yang menjauh darinya.
"Lihat sampe begitu, bilang kalau suka, jangan dipendam sendiri," ucap Pak Pradikta. Emyli tersenyum dan merangkul pundak papanya. Sedangkan Nada memejamkan matanya. Sakit menghujam hatinya. Pak Hasan melirik putrinya dan dia tau apa yang dirasakan darah dagingnya.
"Sebaiknya kita duduk disana," ucap Vino dan diangguki oleh gerombolan itu.
"Tapi sebelumnya maaf, sepertinya saya harus pamit," ucap Nada.
"Kenapa buru-buru Nad?" tanya Emyli.
"Aku ada janji malam ini, aku bisa mengecewakan kalau sampai tidak datang tepat waktu," ucap Nada.
"Janji?" tanya Vino. Nada mengangguk pelan, Vino tampak kecewa.
"Okey, hati hati Nada," ucap Vino pada akhirnya. Nada tersenyum. Pamit pada orang di depannya dan melanglah pergi.
😍😍😍😍
Hayooo mau ngapain ya 🤣🤣🤣🤣🤣
Kalian.... kenapa olah raga jempolnya nungguin aku palak 🤣🤣🤣🤣.tembus 25 100. oke 3 kali malam ini.
jangan lupa jejaknya ya...kembang kopinya. wkwkwk
__ADS_1