
Nada menghela napas panjang, Amara yang kini bersama dengan suaminya tampak berpandangan. Mereka pernah membahas masalah ini sebelumnya, ingin menjodohkan dua manusia itu. Dan sekarang mereka telah menikah? Takdir macam apa yang mereka jalani?
"Marvel Raditia Dika," lirih Nada. Hening, hening sekali.
"Nada, kau menikah dengan Radit? Lalu kenapa tidak menghubungiku?" tanya Micho yang kini mengambil alih ponsel Amara. Micho mengeratkan tangan kanannya di pinggang Amara hingga sepasang suami istri itu dekat dan merapat.
"Aku akan menceritakan lain waktu, Micho," ucap Nada lirih.
"Sebaiknya kau menenangkan dirimu Nada, sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja. Jangan lupa makan, kesehatan lebih penting dari apapun," ucap Amara dengan halus.
terimakasih karna mau menjadi teman curhatku hari ini." sahut Nada.
"Hem, tetap bahagia. Aku selalu berdoa untuk kebaikanmu Nada," ucap Amara.
"Doaku untukmu juga Ra, kalau begitu aku pamit dulu, asalamualaikum," ucap Nada kemudian menutup ponselnya.
Nada memejamkan matanya, apa yang harus dia lakukan sekarang? Pasti banyak sekali orang yang saat ini mencarinya. Entahlah, netranya melirik ke arah rantang makanan yang dia bawa. Nada kembali melajukan mobilnya, dia berjalan menuju ke rumah sakit.
🎀🎀🎀🎀
Perjalanan ke rumah sakit tidak membutuhkan waktu yang lama dari tempat dimana Nada berada. Nada menghentikan mobil di pelataran rumah sakit.
Diambilnya rantang makanan yang ada di jok sampingnya. Nada melepaskan safetybelt dari tubuhnya kemudian turun dari mobilnya.
Netranya antusias melirik kesana kemari, mungkin saja ada wartawan yang mengikutinya. Akan tetapi Nada dirinya berlidung di balik masker warna biru yang ada di wajahnya.
Tak menunggu lama, Nada segera keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah koridor rumahsakit. Tiba-tiba saja seseorang menarik tangan Nada. Membuat Nada memutar langkah dan mengikuti kemana arah orang yang menarik tangannya berjalan.
Nada hanya berdiam saat mencoba mengenali wanita di sampingnya. Akan tetapi ingatannya tak sejalan dengan angan dia benar-benar lupa.
Wanita itu kini berhenti di pelataran rumah sakit, dia memutar langkah dan berhadapan dengan Nada.
Dengan waspada Nada mengamati wajah cantik manusia seksi di depannya. Manusia yang sekarang terekam jelas di ingatannya. Manusia yang saat itu bertemu dengannya di fashion mode.
"Kau," ucap Nada tampak mencoba mengingat wajah itu.
"Perkenalkan, aku Zifana." ucapnya sambil tersenyum meremehkan. Nada tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Aku...." Ucapan Nada menggantung karna Zifana tampak menyelanya.
"Nada Aira Azzahwa. Wanita simpanan Ceo MRD group, menikah hanya karna sebuah proyek. Menikah paksa karna keadaan, tidak dihargai bahkan dibenci ibu mertuanya sendiri." ucap Zifana panjang lebar.
__ADS_1
Nada terdiam, mencoba untuk tidak menanggapi ucapan wanita di depannya.
"Pastinya sangat menyakitkan, menjadi istri simpanan dan tidak diakui di publik. Kasihan sekali kau, Nona. Bukankah begitu Nona?" ucap wanita itu panjang lebar.
Nada memejamkan matanya, meskipun semua itu benar, tapi suaminya telah berubah. Bahkan Radit amat sangat mencintai dirinya. Ibu mertua? Hubungannya membaik beberapa hari ini.
Siapa wanita di depannya? Siapa dirinya? Kenapa dia tau? Apa wanita ini mantan kekasih Radit? Nada menghela napas panjang kemudian menatap wanita itu dengan tenang.
Wanita yang berada di depannya adalah Zifana yang sejak tadi mengikuti kemana Nada pergi. Zifana dan Gino meyakini istri yang disembunyikan oleh Radit adalah Nada sehingga mereka sengaja mencari tau sendiri tentang itu.
Radit dan Nada terlalu pandai untuk dikelabuhi, sehingga berapapun anak buah yang dikerahkan tak sanggup menjebol informasi yang dibutuhkannya.
"Maaf, Nona. Mungkin aku memang hanya istri simpanan. Bahkan aku juga tidak diakui publik, tapi asal anda tau, aku adalah pemilik hati seorang Marvel Raditia Dika." ucap Nada santai sambil tersenyum menatap ke arah Zifana.
Zifana tampak mengepalkan tangannya, ucapan Nada bagai skak yang mematikan. Bahkan mata kepalanya sendiri juga melihat cinta dalam tatapan Radit saat di panggung waktu itu.
"Kau terlalu percaya diri Nona Nada, apa kau tak tau bahwa Radit adalah pemain wanita? Seharusnya kau tak mempercayai segala ucapan bualannya," ucap Zifana mencoba masuk kedalam benteng pertahanan Nada.
Nada tersenyum dan menatap Zifana dengan tenang.
"Apa kau menyukai suamiku?" tanya Nada.
Zifana mengepalkan tangannya dan menatap Nada dengan angkuh. Sebegitu percaya dirinya wanita berhijab itu seolah mempunyai hak milik pada Radit sehingga menyebutnya suamiku?
Nada menghela napas panjang, sepertinya dia tidak harus meladeni wanita di depannya.
"Suami selamanya, Nona. Ingat, seorang Marvel Raditia Dika adalah suamiku. Dia sangat mencintaiku. Bahkan, sebesar apapun kamu mengguncang dunia untuk menjauhkan ku darinya pun tak akan mampu. Kau, hanya akan menyakiti dirimu sendiri dengan cara yang kau lakukan Nona," ucap Nada kemudian melenggang pergi.
Zifana mengepalkan tangannya, dia tak terima dengan ucapan Nada yang seakan tau dalang dibalik semua gosib yang menerpa. Zifana menarik tangan Nada, mau tidak mau Nada kembali berhenti dan menatap Zifana dengan tenang.
"Apa maksudmu?" sentak Zifana sontak membuat Nada terkejut.
"Aku tidak bermaksud apapun Nona. Lepaskan tangannku, aku tidak ada banyak waktu untuk meladenimu," jawabnya sambil tersenyum lagi.
Zifana memejamkan matanya penuh emosi, bagaimana bisa Nada yang setenang ini membuatnya emosi? Bahkan sorot mata yang jelas sekali tenang, dan senyum yang tampak walaupun tertutup masker itu mampu membuat Zifana emosi.
"Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kau menjelaskan apa maksud perkataanmu, Nona Nada," ucap Zifana sambil mengeratkan tananya mencengkram tangan Nada.
Nada mencoba menarik tangannya dan memandang Zifana dengan jengkel.
"Aku juga bisa kasar Nona Zifana, jangan membuat aku bertindak lebih. Kau mau tau apa maksudku? Bahkan jika dirimu tidak menutup mata dan telinga, kau tau pasti dosa apa yang kau perbuat padaku!" tegasnya.
__ADS_1
Nada mencoba melangkah, tapi langkahnya terhenti ketika banyak wartawan berada di depannya.
"Nona Nada ya?" tanya salah satu wartawan. Nada memejamkan matanya. Apa yang harus dia lakukan? Bahkan jawaban apa yang harus dia katakan nanti tak terpikir dalam benaknya.
Zifana yang berdiri di belakang Nada tampak tersenyum bahagia, wartawan itu datang tepat di saat yang sangat menguntungkan baginya.
Perlahan Zifana mundur dan menyaksikan pemandangan yang sangat indah baginya itu.
"Nona bisa dijelaskan, bagaimana kebenaran foto itu? Siapa lelaki yang dekat dengan Nona, apa benar Nona Nada mendekat mereka karna sebuah materi?" tanya orang itu panjang lebar.
Nada tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Maaf, tapi saya tidak bisa menjelaskan apapun, saya tidak ada waktu, permisi," ucap Nada sambil tersenyum. Nada hampir saja melangkah pergi. Akan tetapi kepalanya memdadak pusing. Bahkan, sedari tadi perutnya mual menatap wajah Zifana.
Nada tak sanggup lagi untuk bertahan sehingga pada akhirnya Nada terhuyung. Salah seorang wartawan menangkap tubuh Nada, salah satu lainya menangkap rantang yang hampir terjatuh. Aalah satu lainya lagi meminta pertolongan.
Tak lama dari itu, petugas medis berbondong mendekat ke arah gerombolan. Dengan gerakan cepat mereka membawa Nada ke brankar, melepaskan masker sehingga memperlihatkan wajah cantik Nada. Para wartawan tampak terpesona, seorang dokter mengecek tubuh Nada.
"Sepertinya Nona ini sedang hamil muda," ucapnya pada teman medis.
"Segera tangani," ucap lainya kemudian membawa Brankar.
Para wartawan tercengang, hamil muda? Apa benar wanita tadi seorang wanita panggilan? Bergonta ganti pasangan dan menerima bayaran?
🎀🎀🎀🎀
Radit menatap lekat ke arah Delon yang kini tengah berkutat dengan beberapa berkas.
"Kenapa?" tanya Delon.
"Entah, aku ingin segera menemui Nada, tapi aku ingin menyapa readers pelabuhan cinta sang casanova dulu," ucap Radit.
"Siapa mereka?" tanya Delon lagi.
"Mereka penggemarku," ucap Radit.
"Kau mempunyai penggemar?" tanya delon.
"Hem, mereka penggemar yang selalu merindukanku. Author sibuk sekali dua hari ini dan tidak banyak up," ucap Radit.
"Kau mau menyapa bagaimana?" Tanya delon antusias.
__ADS_1
"Aku mau mengatakan selamat menunaikan ibada puasa Ramadhan 1443 H. Semoga lancar sampai akhir, mendapatkan keberkahan. Mohon maaf lahir batin semua readers. Salam sayang untuk kalian semua,"
😍🎀❤❤❤❤