Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 8


__ADS_3

Radit yang mendapat kabar Micho telah menikah dan meminta dirinya di jemput di rumah sakit tampak terkejut. Bagaimana bisa kakaknya menikah secepat ini? Pernikahan macam apa yang di jalani? Lalu, dengan siapa?


Rasanya untuk berfikir terlalu dalam membuat dirinya tak sanggup. Pada akhirnya tanpa banyak pertanyaan Radit menuju ke rumah sakit dimana Micho memberinya perintah. Radit berhenti di depan UGD. Dilihatnya Micho tengah berdiri bersama seorang wanita yang wajahnya tak nampak dari tempatnya.


Wanita itu dan Micho hanya terdiam. Kini mereka berjalan ke arah UGD depan saat mengetahui Radit sudah datang. Mereka melangkah menuju ke arah mobil mewah warna silver.


Micho membuka pintu mobil, sedangkan wanita itu masih berdiri di sebrang.


"Mau berdiri disitu terus?" tanya Micho yang terdengar di telinga Radit. Wanita itu segera membuka pintu mobil dan duduk di jok belakang. Micho juga masuk, mereka duduk bersebelahan.


"Jalan Dit," ucap Micho.


Radit mengangguk dan melirik ke arah sepion. Namun, dia tidak dapat melihat jelas wajah istri dari kakaknya yang membuat penasaran itu.


"Baik Kak," ucapnya.


Radit mengarahkan mobilnya menuju ke jalan menuju rumah Micho. Suasana tampak hening. Tak ada percakapan diantara ketiganya. Radit hanya diam tenggelam dengan pikiranya sendiri.


Sebentar kemudian, ada gelagat aneh yang ditunjukan mobil di belakang. Radit menancap gas dan menambah kecepatan laju mobilnya. Ditengah fokusnya menyetir, dia mengeluarkan alat komunikasi dan mencoba menghubungi Damar. Micho tampak santai, ia melirik wanitanya yang mulai takut dan memejamkan matanya.


"Ini ada apa? Pak supir, kenapa kencang sekali?" teriak istri Micho.

__ADS_1


"Maaf kakak ipar, tidak ada apa-apa. Lebih baik kakak ipar berpegangan yang kuat," ucap Radit.


"Turunkan kecepatanya, atau turunkan aku saja," ucap istri kakaknya sambil memegang kuat jok depannya.


Micho menatap istrinya yang semakin takut,


Micho mengakiri panggilannya dan memasukan ponsel di sakunya.


"Geser kesini," ucap Micho sambil menepuk tempat kosong di sampingnya. Wanita cantik itu hanya diam.


"Aku bilang geser, dengar apa tidak?" ucap Micho sedikit membentak.


"Tidak, Aku disini saja." tolak wanita itu dengan wajah pucatnya.


Wanita itu merasa ketakutan yang sangat, ia terpaksa membuka sabuk pengamannya. Dengan gerakan cepat Micho menarik istrinya yang ketakutan kedalam rengkuhannya. Mereka saling menatap. Kini istri cantik Micho ada di pangkuan Micho. Radit yang penasaran terhadap kakak iparnya selalu mengawasi pergerakan di belakangnya. Dia bisa merasakan aura keromantisan yang terjadi di belakang kemudinya.


"Lebih cepat lebih baik, belok kanan putar balik, kita cari jalur lain. Hindari saja preman Jalanan itu, aku tidak punya waktu untuk meladeni mereka." ucap Micho dengan pandangan yang masih tertuju pada wajah cantik istrinya.


"Okey kak," ucap Radit kemudian membelah keramaian dan berhasil keluar dari kejaran preman jalanan.


Mereka telah sampai ke rumah, malam begitu larut. Istri Micho tampak tertidur di pangkuan Micho, Micho mengamati wajah yang kini mencari kenyamanan di dadanya.

__ADS_1


"Perlu bantuan Kak?" tanya Radit. Radit mencoba melihat wajah istri kakaknya namun tak bisa karna tertutup rambut.


"Buka pintu mobil, aku akan mengangkatnya," ucap Micho. Radit turun dan membuka pintu. Micho keluar dan berjalan menuju ke kamar pribadinya.


Radit menatap Micho yang menjauh, siapa istri kakaknya? Kenapa saat pertengkaran di dalam mobil tadi dia seperti mengenal suara itu? Entahlah, Radit tak mau pusing dengan memikirkan hal itu.


🎀🎀🎀🎀


Pagi hari yang indah, Radit hendak mengambil air minum di dapur, bersamaan dengan itu dia melihat seorang juga berdiri mengambil air. Dia tau, pasti itu adalah kakak iparnya.


"Pagi, kakak ipar," Suara Radit membuat orang itu menoleh ke arah Radit. Dia memutar langkahnya dan menatap wajah orang yang berada di belakangnya.


Sejenak mereka saling memandang, Radit tenggelam dalam perasaan yang campur aduk. Senang atau harus bersedih? Amara, wanita yang selama ini mengusik hidupnya telah ada di depannya. Tetapi, wanita yang telah mengusik hatinya apakah kakak ipar nya?


"Radit?" ucap Amara. Wajahnya berbinar, Amara berjalan dan mengamati wajah Radit, ia memastikan jika dirinya tidak salah orang.


"Radit, ini beneran kamu?" tanya Amara. wajahnya sumringah, tetapi berbeda dengan wajah Radit yang tampak kecewa.


"Amara, Kakak ipar?" ucap Radit lirih. Radit memejamkan matanya. menemukan kenyataan ini begitu mengiris hatinya. Amara tersenyum dan menepuk pundak Radit.


"Hey apa kabarmu?" tanya Amara. Radit hanya tersenyum kaku kemudian melangkah pergi.

__ADS_1


Amara hanya menatap punggung Radit yang menjauh darinya.


🎀🎀🎀🎀🎀


__ADS_2