Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC. Rencana Jahat duo Sinatria


__ADS_3

Tuan Sinatria menatap ke arah Gino yang saat ini menatapnya dengan sorot mata yang tajam. Kekacauan yang terjadi dalam hidupnya sudah pasti terjadi akibat ulah dari Marvel Raditia Dika. Bahkan untuk membalas sakit hati sudah tidak bisa mereka lakukan. Mereka benar-benar sudah kehilangan segalanya.


Aset Zifana dan beberapa barang berharga lainya sudah ludes tanpa sisa. Mereka sempat melelang aset Zifana, dan pada akhirnya seorang asisten pribadi yang tak mau mengatakan siapa bosnya, membeli semua aset dengan harga yang lumayan tinggi. akan tetapi, meskipun begitu, Tuan Sinatria masih belum bisa untuk menyelesaikan urusan dengan beberapa karyawan.


Gino memejamkan matanya, Zifana sendiri adalah aset yang sangat berharga untuk membantu keterpurukan ini. Akan tetapi kini dia pergi dan tak kembali. Kenapa ini terjadi? Dimana adik semata wayangnya itu? Tidak maukah membantu kesulitan Papa dan kakaknya? Padahal, jika saja mau, Zifana masih bisa kabur setelah mendapat apa yang mereka dapatkan.


Brak


Gino menggebrak meja dengan kasar, bukan hanya geram pada Marvel Raditia Dika. Akan tetapi juga geram pada Zifana Manda Anastsya. Sosok adik yang sangat keras kepala, angkuh dan susah diatur. Bahkan, Zifana selalu tak sepaham dengan dirinya dan papanya.


"Pa, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak bisa begini terus, harus ada pembalasan untuk Marvel Raditia Dika itu. Dia juga harus merasakan apa yang kita rasakan!" sentaknya.


Gino mengepalkan tangannya dengan kuat. Hatinya merasakan sesak dan emosi yang amat sangat. Kebencian pada Marvel Raditia Dika sudah mencapai puncaknya.


Tuan Sinatria menatap putranya dengan sorot mata yang sama tajamnya.

__ADS_1


"Yang bisa kita lakukan adalah menyerang dari hal yang bisa melemahkannya. Aku yakin, kelemahan dari seorang Marvel Raditia Dika adalah istrinya. Tugasmu adalah mencari cara yang tepat untuk mempermainkan hati Marvel lewat wanita itu, Kita sudah melakukan penculikan dan gagal. Satu-satunya cara adalah dengan membuat kepercayaan wanita itu luntur dari Marvel. Dengan begitu, Marvel tak mempunyai dukungan apapun dari wanita yang sangat dicintainya," ucap Tuan Sinatria sambil tersenyum licik memandang ke arah putranya.


Gino menyunggingkan senyum liciknya juga, jika kata MR Tan keberhasilan seorang lelaki karna ada wanita hebat yang berdiri dibelakangnya. Maka, jalan satu satunya adalah membuat Marvel hancur adalah mengalihkan perhatian dari Nada aira Azzahwa dari Marvel.


"Aku tau apa yang harus aku lakukan pa," Gino berdiri kemudian melangkah pergi.


Tuan Sinatria tersenyum, berharap putranya mendapatkan cara untuk membalas sakit hatinya.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Micel berjalan ke arah dimana Vino dan keluarganya berada. Semua mata mengarah kepadanya saat dia sudah tiba di ruang tamu itu. Mama Elina maju beberapa langkah dan menatap wanita cantik yang kini berstatus sebagai menantunya itu.


Kerinduan pada Emely yang sudah seminggu ini tidak pulang, tidak boleh di kunjungi dan sulit dihubungi membuat hati Mama Elina seakan teriris.


Bagaimana tidak, pernikahan Emely dan Dani asisten Marvel membuat dirinya syok. Bahkan, kabar berita itu sudah sampai di telinga keluarga calon suami dari Emely, sehingga membuat huru hara dan menimbulkan kesalahpahaman dan membuat masalah yang sempat membuat batinnya tersiksa.

__ADS_1


Vino pada akhirnya mantap menikahi Micel untuk menyembuhkan kerinduan pada Emely. Berharap dengan adanya Micel bisa membuat mamanya bahagia.


Micel memejamkan matanya? Emely? Nama yang sangat bagus, pasti orangnya sangat cantik sekali. Pikir Micel, Micel tersenyum dan menatap kedua mertuanya secara bergantian.


"Terimakasih Ma, Pa. Sudah memberikan tempat di hati Mama dan papa," ucap Micel dengan senyuman indahnya. Tuan Pradikta dan Nyonya Elina tersenyum kemudian menatap ke arah Micel dan menarik Micel dalam dekapan hangatnya.


"Hari sudah malam, sebaiknya kita segera berangkat," ucap Vino dengan tenang. Mama Elina melepaskan pelukan pada menantunya.


Semua mata menatap ke arah Vino. Mereka membelalakan matanya dan menggeleng pelan.


"Kenapa terburu?" tanya Radit dengan senyuman mengejek.


"Apa kau tidak pernah jadi pengantin baru?" tanya Vino sambil melirik ke arah Micel. Micel tampak sebal dengan jawaban Vino, dipastikan jawabannya adalah ambigu seperti kata kata ambigu yang selalu didengar dari mulut kakak dan kakak iparnya.


"Oke, pulanglah. Aku juga akan melakukan ritual yang sama," ucap Radit sambil melirik Nada. Senyuman nenek Amy dan Mama Mira terpancar sambil menatap pasangan romantis yang kini saling bergandengan tangan itu.

__ADS_1


Dipastikan Nada malu, wajahnya merona merah karna canda manusia di sekitarnya.


❤❤❤❤


__ADS_2