Pelabuhan Cinta Sang Casanova

Pelabuhan Cinta Sang Casanova
PCSC 165


__ADS_3

Nada menghela napas panjang. Dirinya memang harus muncul, semua disusun dengan matang dan tak mungkin lagi dia menghindar. Dia harus meluruskan segala berita miring tentangnya dengan memperkenalkan Sheyna bontique yang menjadi prestasinya.


Nada menyibak gorden indah untuk masuk ke arena panggung. Dengan langkah tenang dia berjalan ke atas, dia berdiri sempurna kemudian mengambil micropon yang berada di atas podium.


Mata orang yang memandang ke atas panggung tampak terkejut, menatap wajah cantik yang beberapa hari ini ramai di perbincangkan di media. Wanita cantik 1 M, dan begitu dekat dengan banyak pengusaha. Lalu, apa maksud darinya muncul disini? Benarkah dia owner dari butik terkenal yang begitu populer itu? Benarkah dia wanita karir yang mempunyai banyak aset dan digadang sukses lewat Sheyna bontique?


Suasana yang semula hening tampak riuh, mereka ada yang bahagia menatap Nada. Ada yang kaget, ada yang tak percaya dan bahkan ada yang melongo saja.


Vino memghela napas panjang, saat mengetahui Nada benar-benar naik ke panggung itu. Apa alasan Nada ke sana? Entah, sepertinya urusan Nada sudah tidak menjadi prioritas hatinya.


Yang kini menyita perhatianya adalah Micel yang tersenyum memandang ke arah Nada. Hati Vino bahagia, akan tetapi melihat Nico yang sepertinya tergoda pada Micel membuat semburat luka yang menganga di hatinya. Vino mengepalkan tangannya erat. Kenapa undangannya pada Nicho seperti senjata makan tuan?


Delon menautkan alisnya, Nada? Jadi apa karna ini dia diundang Radit? Nada benar benar wanita sempurna, baik hati, mempunyai prestasi gemilang.


Delon melirik Zifana yang tampak syok, melirik gadis di sampingnya itu dengan tenang, mungkin sama sama memiliki karir yang bagus, tapi sayang sekali sifat Zifana tak sebaik Nada. Rasa sebal menggerogori hatinya.

__ADS_1


Zifana menganga tak percaya, apa iya Nada pemilik Sheyna bontique? Apa orang yang dia caci, orang yang dia maki selama ini malah jauh lebih terhormat darinya? Terlintas pertemuan pertama di fashion mode saat itu, saat dia dan Nada bertabrakan dan dia mengumpatinya juga mencacinya seenak jidatnya. Lalu, apa dia masih punya wajah di depan Nada saat ini setelah apa yang dia lakukan pada Nada kemarin? Zifana memejamkan matanya. Sepertinya dia tak sanggup untuk melanjutkan ini, Zifana bangkit untuk pergi. Namun, tangan kekar di sampingnya menarik erat lengannya.


"Tetap duduk, atau aku akan mengatakan kejahatanmu pada wartawan yang berada di belakang sana," ancan Delon sambil menatap ke arah Zifana yang tengah merasakan gejolak hati yang tak karuan rasanya.


"Lepaskan, jangan ikut campur urusanku!" lirih Zifana.


"Kejahatanmu pada sahabatku menjadi urusanku Nona, memilih duduk atau hidupmu akan tidak tentram kedepannya?" desis Delon dengan ucapan ketus yang menyakitkan.


Zifana tak punya pilihan, dia duduk dan kembali menatap ke arah depan mengamati wajah dan gerak gerik elegan dari Nada yang memang sangat mempesona. Wajar sekali jika Radit begitu mencintainya.


Nada Aira Azzahwa, lahir 23 tahun yang lalu dengan segala prestasi yang gemilang, bahkan lulus kuliah dengan tiga tahun masa pendidikan. Masih banyak lagi penjelasan tentang Nada disana hingga berdirinya Sheyna bontique karna usaha kerasnya dengan Amara foto dirinya dan Amara juga muncul disana, menepis segala sesuatu yang dipikirkan orang tentang setingan berita ini.


Banyak orang yang tercengang, bahkan tidak percaya. Nyatanya gadis yang beberapa hari ini terkenal dengan satu Miliar mempunyai segudang prestasi. Lalu, masihkah ragu dan menganggap Nada serendah itu?


"Jadi Sheyna Bontique adalah gabungan nama Shena Amara dan Nada Aira. Butik yang berawal mula berdiri di negara P. Butik yang sangat istimewa bagi saya yang selama lima tahun ini memberikan penghasilan yang alhamdulilah begitu berkah bagi kehidupan saya. Lalu, dikesempatan yang sangat membahagiakan ini, saya ingin mengklarifikasi pada semua hadirin disini tentang tuduhan bahwa saya adalah wanita panggilan, saya pastikan tuduhan dan berita miring itu tidak benar. Saya tidak pernah menjual diri saya," ucapnya.

__ADS_1


"Lalu, bagaimana bisa ada bukti trasfer? Bagaimana ada foto mesra, bagaimana bisa ada kabar kehamilan anda? Bisa dijelaskan Nona?" tanya wartawan yang antusias itu. Wajah keterkejutan wartawan itu masih menyisa.


Deg, Nada memejamkan matanya. Haruskah dia mengungkapkannya? Haruskah dia yang menjelaskan pada khalayak? Mana mungkin mereka percaya?


"Yang, tak maukah kamu datang dan membantuku?" lirihnya, berharap Radit datang kepadanya.


Nenek Amy, Mama Mira tampak terdiam dan syok melihat runtutan kejadian ini. Apa yang harus mereka lakukan? Mereka masih serasa sport jantung karna melihat kenyataan tentang Nada. Bagaimana bisa ini terjadi? Kenapa Nada tak pernah mengatakannya?


Micel berdiri, entah dia bahagia mendengar Nada hamil. Kenapa kakak iparnya tak bilang? Micel yang memang hilang ingatan menatap Nada dengan senyumanya.


"Kakak ipar hamil?" ucapnya mengisi keheningan. Semua mata menoleh pada Micel, dan beralih ke arah Mira dan juga Nenek Ami.


Nada terperanjat kaget saat melihat adik ipar, mama mertua dan juga nenek yang ada di sana.


Banyak pertanyaan yang mengiang di otak para orang, apalagi wartawan yang kini berada di arena itu.

__ADS_1


🎀🎀🎀🎀


__ADS_2