
"Bismillah. semoga lancar tanpa halangan," lirih Nada lagi dan diamini oleh Radit dan Arfan.
"Selain berita miring tentang kamu, kakak juga baru mendengar berita hilangnya kamu siang tadi. Pesan yang kamu kirim baru saja masuk beberapa jam yang lalu, kakak segera pulang dan ternyata mendapati Radit tertembak, sebenarnya apa yang membuat kalian terlibat baku hantam dan penculikan seperti ini?" tanya Arfan panjang lebar sambil memandang ke arah Nada dan Radit bergantian. Tangannya berada dia atas meja, bertautan antara satu sama lainya.
Nada dan Radit hanya diam, bahkan Radit masih menyelediki kasus ini. Beberapa orang suruhanya baru saja akan mengirimkan beberapa laporan yang dia perlukan.
"Nad, istirahatlah. Sudah malam, kakak masih ingin ngobrol banyak hal dengan suamimu," ucap Arfan. Nada mengangguk pelan kemudian melangkah pergi.
Arfan kini menatap ke arah adik iparnya, hubungan mereka yang tampak membaik membuat mereka selalu bertukar pendapat. Bahkan, Radit sering juga menghubungi kakak iparnya itu untuk meminta solusi.
__ADS_1
"Jadi sebenarnya apa yang membuat kalian terlibat baku hantam dan penculikan seperti ini?" tanya Arfan Lagi.
"Aku masih menyelidikinya Kak," jawab Radit akhirnya. Hidup tanpa Dani benar-benar sulit. Dani, kenapa juga dia harus terdampar di daerah itu? Benar-benar menyebalkan.
"Sebaiknya kau hati-hati, apalagi Nada sedang mengandung. Bahkan sampai sekarang kau masih juga belum mempublikasikan hubungan kalian, sehingga banyak kabar yang beredar tak berdasarkan fakta. Bukan berniat apapun, kakak rasa kamu perlu meluruskan berita miring ini," ucap Arfan lagi panjang lebar.
"Aku masih menunggu waktu yang tepat Kak, aku juga berpikir demikian. Hanya saja aku masih menunggu proyek dengan MR Tan berakhir," jawabnya.
"Seminggu lagi, proyek itu selesai. Bertepatan dengan ulang tahunku," ucap Radit sambil menatap ke arah Arfan dengan tenang.
__ADS_1
Arfan mengangguk pelan, mungkin ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan bagi Radit sehingga memilih waktu itu.
"Jika kau menghawatirkan Nada akan celaka bila mendapat pengakuanmu, menurut kakak itu salah besar Dit. Yang ada, mereka yang mencoba mencelakai akan berpikir berulang kali jika harus berhadapan denganmu, lalu jika kau mempublikasikan pada khalayak, banyak orang yang akan menjaga Nada jika mereka mendukung hubungan kalian. Ya, walaupun banyak juga yang mencoba melukai, akan tetapi jika tak tau kebenaran, mereka malah memberitakan tanpa berpikir menyakiti atau tidak," ucap Arfan lagi.
Radit menghela napas panjang dan menyandarkan tubuhnya di kursi putar. Radit memejamkan matanya dan tampak berpikir. Ya, ketakutan jika akan banyak yang melukai Nada jika mempubkikasikan hubungan mereka seperti hal mengerikan baginya. Akan tetapi, jika dicerna kata Kakak iparnya benar juga. Dirinya akan semakin leluasa menjaga Nada tanpa sembunyi, bahkan dia bisa setiap saat berada di samping Nada jika khalayak mengetahuinya. Bahkan tak ada lagi berita miring tentang Nada yang beredar dan belum terklarivikasi.
Beberapa saat kemudian, beberapa berkas masuk dalam emailnya. Radit segera membuka berkas itu dan membaca dengan seksama, laporan tentang hasil pencarian informasi tentang penculikan Nada.
Disana menjelaskan bahwa Zifana dan Gino yang merencanakan semua ini dan dibantu oleh beberapa preman. Radit mengepalkan tangannya dan menatap ke arah ponselnya dengan diam.
__ADS_1
Beri pelajaran untuk Gino sinatria dan Zifana sinatria. Lakukan sekarang juga. kirim